Mohon tunggu...
 Revangga D. Putra
Revangga D. Putra Mohon Tunggu...

Ternyata aku memang Kenthir, mau dibungkus pake kemasan apapun kekenthiran ini abadi adanya. Salam Kenthir dari Planet Kenthir (PK) Kompasiana. Salam Persahabatan. ~RDP~

Selanjutnya

Tutup

Catatan

“Kompasianer Janganlah Sok Tau”

22 September 2012   17:07 Diperbarui: 24 Juni 2015   23:54 1458 69 0 Mohon Tunggu...

Kompasianer Janganlah Sok Tau”

Salam Persahabatan,kawan kawan kompasianerku yang terhormat.

Sekalipun masih orang baru di Kompasiana,aku merasa kurang lebih dua tahun malang melintang di arena perkompasianaan ini membuat ada sesuatu yang bisa kusimpulkan.

Para rekan kompasiianer dengan alasan apapun dari data akun pasti salah satu dari ciri ciri dibawah ini :

Pertama,memakai nama asli,foto asli,keterangan asli.

Kedua,nama asli,foto asli,biodata asal asalan (aku ditipe ini).

Ketiga,nama asli,foto palsu,data asal.

Keempat,nama palsu,foto asli,data asal.

Kelima,nama palsu,foto palsu,data asal

Keenam dan seterusnya variant bisa ditambahkan.

Selanjutnya menyoal soal niat dan motivasi,ada rekan kompasianer yang memang berniat untuk belajar menulis dan berbagi pengalaman,ada yang belajar menjadi penulis profesional,ada yang memang sudah penulis dan ingin berbagi,dan tentu saja beragam niatan lainnya.

Berbicara soal tulisan,ada kompasianer yang memang menampilkan dirinya sebagai penulis yang “pakar” dalam bidangnya,ada yang menulis campur sari artinya semua rubrik dicoba untuk dijajalin,ada yang menulis serius,ada yang fiksi,ada yang humor dan beragam gaya serta data yang ingin diinformasikan dan dikesankan oleh penulis itu sendiri.

Kemudian aku bertanya tanya apakah memang seseorang kompasianer bisa diketahui keidentitasan aslinya hanya dari tulisan?

Mohon maaf sebelumnya tetapi jika ada sesama Kompasianer yang berani mengklaim dirinya bisa tau kepribadian,kapasitas atau apapun namanya dari kompasianer lainnya hanya melalui tulisan tulisan yang dituliskan selama ini maka kompasianer tersebut sok tau!!!

Teman temanku para kompasianer yang hampir semua tulisannya bergenre serius seperti Abang Geutanyo,Tri Lokon,Gusti Bob,Kimi Raikonen,Valentino,Michael Sendow,Sutomo Paguci,dan sederet sahabat kompasianer lainnya dalam deretan serius ini apakah hanya dengan melihat dan membaca tulisan tulisan mereka kita bisa membuat kesimpulan tentang bagaimana kehidupan real mereka,bagaimana realita kepribadian mereka tanpa bertemu sebelumnya?

Atau sederetan kompasianer sahabatku yang tergabung dalam deretan penulis “Kenthir”semisal Kong Ragile,Herry FK,Youli Chang,Nunik Utami dan sederet “orang gila” lainnya apakah hanya melalui tulisan mereka kita langsung bisa membuat kesimpulan bahwa alam nyata merekapun pastilah sama dengan apa yang mereka tuliskan.

Atau rekan rekan penggemar fiksi apakah Langit dkknya dalam kehidupan nyatanya hanya penuh dengan kefiksiaan seperti tulisan tulisan mereka?

Dan bagaimana dengan kompasioner humoris sahabat sahabatku,Arab Kere,Mas Wagiman,Tante Paku,Bain Saptaman dll apakah didunia nyata mereka adalah “pelawak”semua dan ga bisa dipandang atau dianggap serius?

Jangankan hanya melalui tulisan,kita bertemu secara nyatapun melalui kopdaran satu atau dua kali kita belum bisa membuat penilaian tentang bagaimana sesungguhnya pribadi dan kepribadian dari teman kompasianer kita tersebut.

Karena masing masing kita punya tujuan tersendiri dalam melakukan apapun itu termasuk dalam berinteraksi di Kompasiana ini.

Dari ribuan teman di Kompasiana aku baru sekali kopdaran dan itupun hanya dengan dua orang Valentino dan Christie Damayanti,apakah aku dapat berkata dari tulisannya dan dari pertemuan sekali itu aku bisa tau watak,pribadi,dan keaslian identitas mereka seperti apa?

Kalo aku bilang aku tau maka aku adalah kompasianer yang sok tau.

So,marilah kita saling mempertajam isi kepala dengan beradu argumen,menumpahkan gagasan dan ide,atau sekedar berbagi di Kompasiana ini tanpa perlu sok tau tentang karakter asli penulis atau mencoba meramal ramal kepribadian penulis di balik tulisannya.

Karena jika kita tak berhati hati bukannya nambah teman malah kita menciptakan musuh “dalam bayang bayang imajiner kita” yang belum tentu benar.

Aku boleh tidaj menyukai tulisan seorang kompasianer tetapi aku tetap akan berteman dengan dirinya. Kita boleh berbeda tulisan karena memang kita berbeda tetapi kita tidak harus bermusuhan.

“Jangan hanya melihat yang tersurat tetapi maknai juga yang tersirat”

Salam Persahabatan Selalu.

Revangga D. Putra.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x