Mohon tunggu...
Retty Hakim
Retty Hakim Mohon Tunggu... Relawan - Senang belajar dan berbagi

Mulai menulis untuk portal jurnalisme warga sejak tahun 2007, bentuk partisipasi sebagai warga global.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tribute to BJ Habibie

25 Juni 2020   23:32 Diperbarui: 28 Juni 2020   13:14 481
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ananda Sukarlan mengiringi Pepita Salim, soprano yang membawakan puisi Sapardi Djoko Damono dalam lagu (foto: dari  screenshot YouTube Budaya Saya)


25 Juni adalah hari ulang tahun BJ Habibie, negarawan Indonesia yang berpulang 11 September 2019 di usia 83 tahun. Ananda Sukarlan bersama Giovani Biga, Bryant Gozali, Michael Anthony, dan soprano Pepita Salim memberikan tribute bagi BJ Habibie melalui kanal YouTube Budaya Saya. 

Acara ini bukan hanya merupakan hadiah bagi peringatan Hari lahir BJ Habibie, tapi juga hadiah bagi masyarakat pencinta musik klasik.

Ilham Habibie, tuan rumah yang berbagi keindahan perpustakaan dan selera seni BJ Habibie (foto: screenshot Youtube Budaya Saya)
Ilham Habibie, tuan rumah yang berbagi keindahan perpustakaan dan selera seni BJ Habibie (foto: screenshot Youtube Budaya Saya)
"Seni dan teknologi bukanlah sebuah dikotomi," pesan Ilham Habibie, putra Habibie yang malam itu menyapa penonton daring yang bisa jadi menonton dari berbagai belahan dunia. 

Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru dalam acara tersebut mengatakan bahwa acara ini merupakan cara untuk memajukan kebudayaan berdasarkan identitas kebudayaan Indonesia dengan menggunakan media baru. 

Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media baru (foto: screenshot Youtube Budaya Saya)
Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media baru (foto: screenshot Youtube Budaya Saya)

Ananda Sukarlan mengenang, "Beliau adalah orang pertama yang membandingkan pembuatan musik saya dengan pembuatan pesawat." Bagi Habibie, pembuatan musik seperti juga pembuatan kapal terbang memerlukan mekanik dan pilot yang baik untuk bisa memperlihatkan kecanggihan pesawat yang didesain. Musik memerlukan pemain yang berbakat dan terbaik untuk memperlihatkan keindahan gubahan Musik itu sendiri.

Keindahan perpustakaan Habibie Ainun menjadi sempurna dengan kehadiran musik indah yang sangat merdu di telinga. Keindahan secara visual sekaligus auditori menyempurnakan malam ini. 

Ananda Sukarlan, Bryant Gozali, Giovani Biga dalam A Love Song (trio piano, violin, cello) (foto: Screenshot Youtube Budaya Saya)
Ananda Sukarlan, Bryant Gozali, Giovani Biga dalam A Love Song (trio piano, violin, cello) (foto: Screenshot Youtube Budaya Saya)

Dibuka dengan persembahan Happy Birthday Remix no 4 oleh Ananda Sukarlan, acara ini bergulir memikat rasa keindahan penonton YouTube malam ini. Ananda terlihat bermain-main dengan memori penonton dalam pencampuran lagu-lagunya. 

Ketika nada Plaisir d'Amour terdengar, tidak sedikit penonton di chat yang menyatakan kesukaan mereka akan lagu itu. Bahkan Ananda Sukarlan juga bermain dengan lagu yang kontemporer yang bisa jadi akan menyapa generasi milenial dengan lagunya 'The Angry Birds' Holiday in Bali". 

Beberapa lagu Ananda Sukarlan sebenarnya sudah pernah saya dengar di kesempatan berbeda, tetapi tetap saja suasana berbeda di perpustakaan Habibie Ainun membuat suasana dan rasa lagu berbeda. Padahal, saya sedang di rumah, bersantai di atas tempat tidur saya, mendengarkan konser kelas dunia ini. Bayangkan, ke konser musik klasik kelas dunia tanpa perlu dandan dan berpakaian formal, tapi sepenuhnya tetap terbuai dalam keindahannya.  

Michael Anthony, pemain piano istimewa yang sangat berbakat (foto: screenshot Youtube Budaya Saya)
Michael Anthony, pemain piano istimewa yang sangat berbakat (foto: screenshot Youtube Budaya Saya)

Penampilan Michael Anthony,  pemain piano muda yang tunanetra dan autis, sangat memukau saya. Bukan saja karena kemampuan permainanan pianonya yang memang luar biasa, tapi juga karena nada-nada lagu Anging Mamiri dan Marencong-rencong, dua lagu dari Sulawesi Selatan yang sangat saya kenal sejak kecil menggelitik memoriku akan kota kelahiranku Makassar.

Konser ini memang memberikan peluang untuk menyapa orang-orang tanpa batas kota dan negara untuk mengenal atau kembali mengenal bagian dari Indonesia yang dihadirkan Ananda Sukarlan dalam lagu-lagu Rapsodia Nusantara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun