Ekonomi

Stabilitas Ekonomi Tanpa Distorsi

15 November 2017   01:23 Diperbarui: 21 November 2017   12:04 314 1 1
Stabilitas Ekonomi Tanpa Distorsi
img-20170921-162620-5a13b3df63b2481c070b1ef3.jpg

Kata "Distorsi" masih terdengar asing ditelinga kita sebagai pembaca, tapi tidak untuk para musisi atau para gitaris karena distorsi salah satu pelengkap pada efek permainan suara ground pada gitar sehingga akan terdengar lengking indah dan gahar (sangar/keras), namun pada sudut pandang lain definisi distorsi itu sendiri menurut kamus babasa indonesia adalah "pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dan sebagainya; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- terhadap fakta yang ada;

Jadi pengertian distorsi disini adalah keadaan ekonomi pada suatu pasar yang tidak mengalami kesempurnaan atau mengalami penurunan yang dapat merugikan banyak pihak. Keadaan distorsi ini sangat mengganggu tingkat perekonomian karena membuat tingkat penjualan tidak seimbang dengan tingkat pembelian yang pada akhirnya akan menurunkan laba kotor dan laba bersih yang akan kita dapatkan.

Banyak ketidakstabilan ekonomi pasar yang diakibatkan perubahan kenaikan-kenaikan sumber daya seperti contohnya TDL (tarif dasar listrik), kelangkaan bahan bakar bensin yang berganti pertalite, serta kenaikan pajak kendaraan bermotor, kenaikan semua itu memang sudah diperhitungkan matang-matang oleh pemerintah agar dapat meningkatkan pemasukan dan dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat dan terobosan itu sudah sangat efektif agar subsidi tepat sasaran (Insya Allah), namun terkadang tidak sedikit pula yang memanfaatkan moment-moment seperti itu untuk melakukan distorsi ekonomi atau distorsi pasar (lebih mudah diartikan sebagai tindakan penyimpanan suatu barang yang tujuannya untuk meraih keuntungan. Pada umumnya dilakukan secara pribadi baik itu secara individu ataupun berkelompok yang tujuannya untuk dijual lagi pada saat harga sedang naik).

Tindakan seperti ini akan mengacaukan sistem pasar yang ada yang berdampak buruk bagi semua pihak dan berimbas ke semua elemen masyarakat, termasuk banyaknya PHK (putus hubungan kerja), susahnya mencari pekerjaan, UMK (upah minimum kota) atau gaji yang tidak seimbang dengan kebutuhan yang semakin meningkat, hingga banyak anak putus sekolah karena biaya hidup yang sangat tinggi namun penghasilan yang sedikit.

Operasi pasar yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok mungkin sudah sedikit mengurangi kenaikan secara umum namun itu mungkin di daerah-daerah tertentu dan dititik-titik tertentu dalam kata lain tidak menyeluruh kesemua pasar yang ada, karena masih banyak dijumpai contoh kelangkaan gas elpiji 3kg dan kenaikannya yang mungkin melebihi tarif dasar atau harga jual yang dilakukan oleh oknum-oknum yang memanfaatkan distorsi pasar.

Kestabilan ekonomi tanpa distorsilah yang diharapkan agar dapat merubah generasi yang lebih baik, merubah perekonomian rakyat agar lebih sejahtera, mulai dari keterserapan awal tenaga kerja yang berkompeten dalam bidangnya agar mengurangi tingkat pengangguran atau krisis moral yang seperti saat ini banyak kita jumpai.