Mohon tunggu...
helen_s.maria
helen_s.maria Mohon Tunggu... Administrasi - #exploreIndonesia #exploretheworld ... Bersyukur untuk kesempatan, waktu, kesehatan dan rezeki yang Tuhan berikan

@helen_s.maria

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Pergantian Tahun di Gunung Kerinci

18 Januari 2018   20:41 Diperbarui: 20 Januari 2018   21:56 1790
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sempat  terucap, saya dan teman-teman datang dari jauh mendaki Gn. Kerinci, salah satunya untuk melewatkan moment pergantian tahun yang berkesan. Bayangkan bila keadaan Anisa tidak menjadi baik atau sesuatu yang lebih  buruk terjadi padanya. 

Terima kasih Tuhan sudah  memberikan pertolongan, menguatkan kami dan keselamatan melewati semua ini.

Anisa dan temannya duduk di kelas 12, berasal dari desa Kayu Aro  dan baru pertama kali mendaki Gn. Kerinci. Mereka terpisah dari kelompok yang sudah lebih dulu di depan. Tidak membawa logistic, kehujanan, kedinginan, dan kelaparan karena sebelumnya Anisa tidak cukup makan.

Teman kami @gilanggilinggilung lewat juga, membantu menenangkan dengan kata-katanya yang membuat kami semua tersenyum.

"Jangan jadikan dingin itu musuh, tapi jadikan dingin itu sebagai teman. Anisa, dingin itu bukan untuk dirasakan, tapi untuk dinikmati."

 

Beberapa teman mereka datang dari Shelter 3, temannya Anisa emosi dan mereka hampir berkelahi. Kami lerai dan saya marahi, karena  bukan saatnya bertengkar, memboroskan energy untuk hal yang tidak berguna. Malam ini mereka masih punya tugas dan membutuhkan banyak energy untuk membawa Anisa ke Shelter 3.  Terakhir saya melihat Anisa digendong punggung oleh temannya beberapa jarak di belakang saya.

MALAM TAHUN BARU, CIHUUYY ??

Melanjutkan perjalanan, bersama Wahyu lalu bertemu dengan Bayu Bali dan Tikno. Saya melenggang karena ransel  sudah dibawakan oleh Dwi yang melewati kami. Bertemu Aldry dan dipinjamkan senter kecil, tapi senternya redup lalu mati dengan singkat, lalu lupa senternya hilang kemana. Tolong dimaafkan ya bro.

Saat terang saja medan pendakian bukanlah hal mudah untuk saya. Apalagi dalam gelap yang awalnya memang saya hindari. Batu-batu besar harus dipanjat, saya  ditarik dan didukung dari bawah. Berjalan di tanjakan miring yang licin dan berusaha jangan sampai tergelincir. Bayu juga sudah lelah ditambah beban carrier nya.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun