Mohon tunggu...
Christopher Reinhart
Christopher Reinhart Mohon Tunggu... Sejarawan - Sejarawan

Christopher Reinhart adalah peneliti sejarah kolonial Asia Tenggara. Sejak 2022, ia merupakan konsultan riset di Nanyang Techological University (NTU), Singapura. Sebelumnya, ia pernah menjadi peneliti tamu di Koninklijke Bibliotheek, Belanda (2021); asisten peneliti di Universitas Cardiff, Inggris (2019-20); dan asisten peneliti Prof. Peter Carey dari Universitas Oxford (2020-22).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Nyi Roro Kidul dan Kepanikan Virus Corona

7 Maret 2020   06:00 Diperbarui: 7 Maret 2020   18:28 4854
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu kisah tradisi lisan yang sangat populer namun dilupakan salah satu aspek nilainya adalah kisah Nyi Roro Kidul (atau lebih tepat dalam Bahasa Jawa ditulis Nyi Rara Kidul).

Masyarakat Jawa dan Bali banyak mempercayai eksistensi sosok Nyi Roro Kidul. Namun demikian, pengetahuan tentang sosok ini menyebar melebihi kesatuan geografis Pulau Jawa dan Pulau Bali. Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai penguasa laut bagian selatan dan sering diasosiasikan dengan Kanjeng Ratu Kidul (roh penguasa laut bagian selatan Jawa dan Bali).

Meskipun banyak yang mengamalgamasikan Nyi Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul, banyak penggiat kepercayaan yang menegaskan keberbedaan dua sosok ini. Nyi Roro Kidul adalah sosok adikodrati yang mulanya berasal dari manusia, sedangkan Kanjeng Ratu Kidul memang sejak semula zaman merupakan roh penguasa laut sebelah selatan.

Kita hingga saat ini terpana semata pada kisah mistis dan kepercayaan terhadap Nyi Roro Kidul. Namun demikian, sesungguhnya terselip fenomena-fenomena sosial yang sangat relevan di dalam kisahnya.

Pada salah satu versi legendanya, Nyi Roro Kidul pada mulanya merupakan putri tunggal Raja Munding Wangi dari Kerajaan Sunda yang bernama Dewi Kandita. Kandita adalah putri raja dari permaisuri yang telah meninggal.

Setelah Kandita beranjak remaja, raja mengambil selir yang kemudian melahirkan seorang putra. Sang selir kemudian merasa bahwa Kandita adalah saingan paling utama bagi suksesi putranya ke atas singgasana. Dengan demikian, pada mulanya sang selir berusaha meyakinkan raja untuk mengasingkan Kandita.

Raja Munding Wangi yang mendengar ini kemudian menolak dengan tegas hingga sang selir mencari jalan lain untuk menyingkirkan Kandita. Membunuh Kandita adalah usaha yang sangat mencolok.

Oleh sebab itu, sang selir pada akhirnya memikirkan cara lain dan memohon pada seorang ahli sihir untuk mengirim penyakit kulit menular pada Kandita. Dewi Kandita kemudian mengalami bisul di sekujur tubuh dan tidak dapat disembuhkan oleh semua ahli pengobatan yang didatangkan raja.

Pada akhirnya, raja terpaksa mengusir Kandita demi menghindari kepanikan massal yang akan membuat putrinya dirundung, dihina, dan dijauhi oleh masyarakat umum. Singkatnya, Dewi Kandita kemudian pergi menjauh hingga sampai pada tebing di Pelabuhan Ratu dan mendengar panggilan laut untuk menceburkan diri.

Ketika menyentuh air, seluruh penyakitnya hilang dan Kandita diangkat Kanjeng Ratu Kidul sebagai roh penjaga laut selatan bergelar Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul kemudian mendapatkan hormat yang mendalam dari masyarakat Jawa, baik pada wilayah pesisir maupun wilayah pedalaman.

Kisah legenda tersebut dan kisah legenda lainnya sesungguhnya memberikan pengetahuan bahwa penghakiman kolektif yang didorong oleh kepanikan massal umumnya menyasar orang-orang yang tidak normal secara spiritual (misalnya berilmu hitam), mental (misalnya dianggap gila), dan fisik. Keadaan ini pada masa kini dapat kita persamakan dengan orang yang berpenyakit, utamanya sesuatu yang menular.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun