Mohon tunggu...
Profil
2.095 Poin
Christopher Reinhart adalah peneliti bidang sejarah kolonial wilayah Asia Tenggara dan Indonesia. Ia merupakan peneliti pada School of Humanities, Nanyang Techological University (NTU) Singapura. Pada tahun 2021, ia menjadi peneliti tamu di Koninklijke Bibliotheek (Perpustakaan Nasional Belanda) dalam proyek penelitian digitalisasi teks-teks sejarah periode kolonial Indonesia menggunakan kecerdasan buatan (AI). Pada tahun 2019 hingga 2020, ia terlibat dalam penelitian tentang kuli kontrak Tionghoa di Hindia Belanda (periode abad ke-19 dan 20) yang diinisiasi oleh Universitas Cardiff. Sepanjang tahun 2020 hingga 2022, ia merupakan asisten peneliti dari Prof. Peter Carey dari Universitas Oxford.
Bergabung 30 April 2019
Statistik
42
96,076
140
570
29
41

Label Populer

+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Christopher Reinhart
27 Januari 2023 | 6 hari lalu

Tentang Pendapat Seorang Pemuka Buddhis Indonesia mengenai LGBT

Pemuka agama Buddha di Indonesia menyatakan LGBT tidak dibenarkan dalam Buddhisme, apakah pernyataan ini tepat?

Sosbud
497
17
3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Christopher Reinhart
16 November 2021 | 1 tahun lalu

Kebajikan Hidup Biasa dan Mimpi Semu Kekayaan

Mimpi untuk “menjadi kaya” dan “menghasilkan uang” kini telah mengkristal menjadi sebuah konstruksi sosial.

Humaniora
892
12
6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Christopher Reinhart
17 Maret 2021 | 1 tahun lalu

Lingkaran Kudeta Elite di Asia Tenggara Masa Lampau

Sejarah Indonesia telah memberikan contoh bahwa perebutan kekuasaan di tingkat elite sebenarnya tidak akan membawa banyak perubahan.

Sosbud
1282
17
6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Christopher Reinhart
30 Januari 2021 | 2 tahun lalu

Raden Saleh: Perusak Warisan Budaya Jawa?

Kita harus sangat berhati-hati dan awas dalam menangani pengetahuan yang dibuat oleh orang-orang seperti Hoepermans

Sosbud
9963
53
12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Christopher Reinhart
16 Oktober 2020 | 2 tahun lalu

Sebuah Pelajaran Penyampaian Kebijakan dari Hindia Belanda

Berkembangnya hoaks, disinformasi, dan persepsi yang beraneka ragam di tengah masyarakat tidak lain disebabkan oleh bobroknya pola komunikasi publik tersebut.

Pemerintahan
1396
19
1
LAPORKAN KONTEN
Alasan