Mohon tunggu...
Reidnash Heesa
Reidnash Heesa Mohon Tunggu... Mohon Tunggu....

Penjelajah | Penikmat Sajak | Pecinta Rembulan | Pejalan Kaki

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Penerbit Buku komik Why Puberty: Kami Meminta Maaf

15 Agustus 2014   15:56 Diperbarui: 18 Juni 2015   03:29 1974 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penerbit Buku komik Why Puberty: Kami Meminta Maaf
14177594671881286080

Elex Media, penerbit buku komik Why Puberty sudah meminta maaf terkait penerbitan buku komik tentang cinta sesama jenis yang mendapat sorotan dan kritikan tajam dari Yayasan Selamatkan Anak Bangsa (YSAB). “Buku itu provokatif untuk konsumsi anak dan remaja. Sangat meresahkan masyarakat. Dan saya ingin buku ini tidak dijual kembali” ujar Fahira Idris, Ketua YSAB yang mendatangi kantor Kompas Gramedia di Jl. Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (07/08/2014).

Selain YSAB, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam juga berpendapat serupa. “Isinya tentang homoseksualitas, cinta sesama jenis. KPAI minta agar buku segera ditarik. Tidak sejalan dengan prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara”

Buku komik ini hasil adopsi dari terbitan negeri ginseng, Korea. Dalam isi buku tersebut, di salah satu halamannya berisi kalimat-kalimat seperti ini,

“ Justru itu! Cinta terhadap seseorang itu tidak bisa dipaksakan. Itu ditentukan oleh hati “

“ Setiap orang punya hak untuk mencintai dan dicintai, dan bila mereka mencintai sesama jenis itu adalah pilihan. Jika boleh memilih, tentu saja mereka ingin memilih mencintai lawan jenis “

General Manager Elex Media, Ari Subagijo yang menerima rombongan YSAB di gedung Kompas Gramedia telah menarik buku tersebut dari percetakan. Penjualan buku ini juga sudah dihentikan. Berikut ini beberapa poin penjelasan Ari Subagijo terkait dengan komik ini,

1.Buku komik WHY series ini konsepnya bagus, sangat memudahkan para orang tua membaca bersama anak-anaknya.

2.Buku komik WHY series ini membantu para orang tua menjawab anak-anak tentang cinta sesama jenis. Pertanyaan itu sering membuat orang tua bingung.

3.Buku komik WHY series ini dibuat berdasarkan pertanyaan-pertanyaan versi anak-anak itu sendiri. Anak-anak yang sudah mulai mengalami usia pubertas pasti memiliki pertanyaan soal cinta sesama jenis yang terjadi di lingkungan sekitar.

4.Buku komik WHY series ini memang di-edit berdasarkan dari sisi relasi orang tua dan anak, tidak dari sisi agama.

5.Buku komik WHY series ini harus dibaca menyeluruh karena saling berkaitan, tidak provokatif. Dua frame ‘heboh’ yang ditampillkan di Twitter itu bisa menimbulkan salah persepsi padahal maksud kedua frame adalah menjawab pertanyaan anak di gambar sebelumnya.

(DARI BERBAGAI SUMBER)

sumber ilustrasi : disini

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x