Mohon tunggu...
Rionanda Dhamma Putra
Rionanda Dhamma Putra Mohon Tunggu... Penulis - Ingin tahu banyak hal.

Seorang pembelajar yang ingin tahu Website: https://rdp168.video.blog/ Qureta: https://www.qureta.com/profile/RDP Instagram: @rionandadhamma

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tak Selamanya Kekurangan Itu Merugikan dan Kelebihan Itu Menguntungkan

21 Januari 2020   07:24 Diperbarui: 21 Januari 2020   10:58 615
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. Malcolm Gladwe dalam bukunya David and Goliath: Underdogs, Misfits, and the Art of Battling Giants.

Hari ini, penulis baru saja menyelesaikan sebuah buku dari Malcolm Gladwell. Judulnya adalah David and Goliath: Underdogs, Misfits, and the Art of Battling Giants. 

Buku yang diluncurkan pada tahun 2013 ini menjelaskan bagaimana dunia ini bekerja. Dan untuk menjelaskan hal tersebut, Beliau menggunakan berbagai kisah nyata yang diilustrasikan secara apik.

Kisah yang digunakan juga beragam. Mulai dari kisah perjuangan seorang civil rights activist di American Southern States sampai reaksi dua orang yang berbeda terhadap kehilangan anggota keluarganya. 

Spektrum yang beragam ini membuat premis yang diberikannya dapat dibuktikan secara faktual. Bahkan, hasil berbagai penelitian ilmiah juga digunakan untuk menyuling pelajaran dari kisah-kisah tersebut

Dari berbagai kisah tersebut, penulis mendapatkan bahwa ada satu formula penting bagaimana dunia bekerja. The world works under an inverted U-curve. Artinya, penambahan suatu variabel (X) akan meningkatkan variabel lain (Y) sampai titik tertentu. Setelah titik tersebut, penambahan variabel X justru menekan variabel Y. Berikut adalah contoh dari kurva tersebut (Gladwell, 2014:35).

Dok. Malcolm Gladwe dalam bukunya David and Goliath: Underdogs, Misfits, and the Art of Battling Giants.
Dok. Malcolm Gladwe dalam bukunya David and Goliath: Underdogs, Misfits, and the Art of Battling Giants.
Sekarang, mari kita ganti variabel X dengan perbandingan kelebihan dan kekurangan dan variabel Y dengan pencapaian diri (personal achievement). Ketika kita memiliki terlalu sedikit kelebihan, bertambahnya kelebihan akan mendorong pencapaian diri. 

Namun, ada suatu titik di mana perbandingan kelebihan dan kekurangan akan memaksimumkan pencapaian diri. Lantas, setelah titik tersebut, bertambahnya kelebihan justru mengurangi pencapaian diri.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita perjelas dahulu maksud kelebihan dan kekurangan. Dalam konteks ini, kelebihan adalah kualitas yang dianggap advantageous/menguntungkan oleh masyarakat. 

Sementara, kekurangan adalah kualitas yang dianggap disadvantageous/merugikan oleh masyarakat. Sebagai ilustrasi, dibesarkan dalam keluarga inti yang utuh adalah advantage. 

Namun, dibesarkan di keluarga broken home adalah disadvantage. Jadi, konsepsi masyarakat menentukan apa yang kita panggil sebagai kelebihan dan kekurangan. 

Itulah sebabnya kita selama ini memandang kemenangan Daud sebagai keajaiban. Bagaimana mungkin seorang gembala bertubuh kecil menang melawan Goliath, sang pendekar raksasa ulung dari Filistin? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun