Mohon tunggu...
Kelompok 3 PLH PGSD
Kelompok 3 PLH PGSD Mohon Tunggu... Lainnya - Tugas 3 PLH PGSD

Universitas Pakuan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Tugas Kelompok 3 PLH PGSD 2018 Universitas Pakuan

30 November 2020   23:27 Diperbarui: 30 November 2020   23:34 344
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

A. Lingkungan dan Pendidikan Lingkungan Hidup.............................................................. 2-3

B. Pendekatan Peduli Lingkungan......................................................................................... 3-4

C. STEM di Sekolah Dasar....................................................................................................... 4

BAB 3 PENUTUP..................................................................................................................... 5

A. Kesimpulan........................................................................................................................... 5

B. Saran..................................................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 6

BAB I

PENDAHULUAN

  • LATAR BELAKANG
  • Perkembangan suatu negara dapat dilihat dari  pendidikan, dengan pendidikan manusia mampu mengembangkan potensi individu, serta bisa membentuk manusia yang berperilaku tangguh dan cermat. Pembangunan karakter suatu bangsa menjadi salah satu perhatian utama dari pemerintah. Pembangunan karakter satu kesatuan dan menjadi bagian yang terpadu dalam proses pembelajaran yang tidak berdiri sendiri secara terpisah.
  • Pada hal tersebut sebagaimana dilampirkan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskankehidupan bangsa.
  • Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh  elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran mayarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan jangka panjang.
  • Pendidikan lingkungan hidup tidak hanya belajar mengenai lingkungan sekitar tetapi juga belajar mengenai karakter atau sikap seseorang. Siswa dididik bagaimana peduli terhadap lingkungan sekitar contohnya di lingkungan sekolah. Pendidikan lingkungan hidup yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai macam model pengembangan pembelajaran, salah satunya adalah adalah model pembelajaran STEM  Pendidikan STEM dapat berkembang apabila dikaitkan dengan lingkungan, sehingga terwujud sebuah pembelajaran yang menghadirkan fakta nyata yangdialami peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
  • Dalam pengenalan berperilaku dan praktik aktivitas ramah lingkungan, guru juga dilibatkan dalam proses evaluasi. Diharapkan siswa akan memahami maksud perilaku tersebut. Praktik aktivitas ramah lingkungan serta mengevaluasi kegiatan pengenalan perilaku ramah lingkungan melalui pendekatan pendampingan, guru dapat menindak lanjuti, dan dapat disimpulakan merubah kebiasaan.
  • RUMUSAN MASALAH
  • Apa pengaruh penerapan perilaku peduli lingkungan
  • Perilaku peduli lingkungan
  • Pendekatan STEM di Sekolah Dasar
  • Penerapan perilaku peduli lingkungan terhadap tanggung jawab siswa melalui pendekatan STEM di Sekolah Dasar
  • TUJUAN PENULISAN
  • Untuk mengetahui apakah pendekatan STEM di Sekolah Dasar berpengaruh kepada perilaku peduli lingkungan terhadap tanggung jawab siswa.
  • Untuk pengembangan dan evaluasi guru bahwa penggunaan pendekatan STEM di Sekolah Dasar mengubah perilaku siswa.
  • Untuk mengetahui hubungan antara Perilaku peduli lingkungan terhadap tanggung jawab dengan pendekatan STEM yang digunakan pada saat pembelajaran.

BAB II

PEMBAHASAN

  • DEFINISI LINGKUNGAN DAN PLH
  • Lingkungan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan berdasarkan interaksi antara alam dengan masyarakat. Secara umum lingkungan dapat diartikan sebagai kombinasi dari berbagai unsur fisik meliputi sumber daya alam seperti flora dan fauna, air, tanah, mineral, serta energi matahari.
  • Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, lingkungan adalah daerah, kawasan, dan sebagainya yang ada di dalamnya, Lingkungan juga dapat diartikan sebagai suatu bagian yang ada di dalam kelurahan dan menjadi lingkungan kerja dari pelaksanaan pemerintahan desa. Sedangkan berdasarkan UU No. 23 tahun 1997, lingkungan hidup adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu ruang dengan benda, keadaan, daya, dan makhluk hidup. Termasuk juga di dalamnya adalah manusia serta perilakunya yang berpengaruh terhadap kehidupan dan kesejahteraan manusia itu sendiri serta makhluk hidup lainnya.
  • Manusia mempunyai peran yang sangat besar terhadap lingkungan tempat kita tinggal. Segala hal yang dilakukan bisa menentukan kemana arah lingkungan hidup di sekitar jangka pendek maupun jangka panjang, maka dari itu pendidikan lingkungan sejak dini harus diterapkan. Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh  elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran mayarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan di lingkungan sekitar.
  • Pendidikan lingkungan hidup adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama , baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru. (UNESCO, Deklarasi Tbilisi, 1977).
  • Emil Salim juga mengartikan lingkungan hidup sebagai suatu benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang Anda tempati dan akan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Sedangkan menurut Munadjat Danusaputro juga berpendapat bahwa lingkungan hidup adalah seluruh benda dan daya serta kondisi termasuk di dalamnya manusia dan tingkah lakunya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup dari makhluk yang lainnya. Dengan demikian membuat lingkungan hidup bisa dibagi menjadi dua lingkungan yaitu fisik dan budaya.
  • Tujuan dasar dari pendidikan lingkungan adalah untuk membuat individu dan masyarakat memahami sifat kompleks alam dan lingkungan dibangun dari interaksi aspek biologi, fisik, sosial, ekonomi, dan budaya mereka, dan memperoleh pengetahuan, nilai-nilai , sikap, dan keterampilan praktis untuk berpartisipasi dalam cara yang bertanggung jawab dan efektif dalam mengantisipasi dan memecahkan masalah lingkungan, dan dalam pengelolaan kualitas lingkungan.
  • Pentingnya pendidikan lingkungan hidup untuk hidup yang berkelanjutan sehingga pendidikan lingkungan hidup harus di terapkan di lingkungan masayarakat sejak usia dini. Setiap sekolah harus bisa mengajak dan memperkenalkan terhadap siswa/siswi dalam memahami kondisi alam dan masalah alam saat ini. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa/siswi untuk lebih peka terhadap kondisi alam saat ini. Dalam mengajak anak untuk peduli akan lingkungan sekolahnya contoh kecil yakni membuang sampah pada tempatnya, menggunakan media air dan listrik secukupnya. Modal utama dalam mendidik masalah lingkungan hidup jangan pernah bosan dan jangan mudah menyerah.
  • PENDEKATAN PEDULI LINGKUNGAN 
  • Peduli adalah tindakan keberpihakan terhadap suatu objek atau peristiwa. Lingkungan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan berdasarkan interaksi antara alam dengan masyarakat. Zuchdi (2011) menjelaskan, peduli
    lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Jadi dapat disimpulkan, sikap peduli lingkungan adalah perbuatan atau pernyataan yang menunjukan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan.
  • Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dihadapkan pada berbagai pilihan bersikap, seperti merusak maupun yang bermanfaat untuk lingkungan. Untuk mendukung sikap kepedulian manusia terhadap lingkungan, maka melalui lembaga pendidikan, perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup (Badan Pusat Statistik, 2014).
  • Peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi (Asmani, 2013).
  • Pembelajaran yang berorientasi sikap peduli lingkungan merupakan salah satu alternatif untuk mengembalikan semua kesadaran peduli lingkungan melalui jalur formal. Membangun kesadaran terhadap lingkungan erat kaitannya dengan membangun budaya atau karakter itu sendiri. Artinya, diperlukan waktu yang lama untuk menjadikan budaya cinta lingkungan menjadi karakter sebuah bangsa (Muslich, 2011). Intinya perilaku peduli lingkungan terhadap lingkungan harus sabar karena merubah kebiasaan.
  • Pendekatan ini tidak hanya ditulis, namun dipraktikan secara langsung. Pengenalan perilaku ramah lingkungan dan proses evaluasi diharapkan siswa akan memahami maksud perilaku tersebut. Praktik aktivitas ramah lingkungan serta mengevaluasi kegiatan pengenalan perilaku ramah lingkungan melalui pendekatan pendampingan, guru dapat menindak lanjuti, dan dapat merubah kebiasaan. Dengan langkah-langkah  sederhana ini yang dilakukan siswa serta jika dilakukan secara terus-menerus, bisa memberikan dampak baik bagi lingkungan serta merubah kebiasaan mereka seperti :
  • Membawa Botol Air Minum
  • Untuk menekan limbah sampah plastik di sekolah maupun lingkungan sekitar, selain itu lebih sehat karena air putih bagus untuk tubuh kebanding dengan air kemasan bewarna dan manis.
  • Membawa Bekal
  • Makanan yang dijual pasaran selain tidak baik untuk kesehatan juga berdampak pada kerusakan lingkungan seperti sampah plastik maupun sterofoam.
  • Menggunakan Sepeda
  • Selain mengurangi polusi udara juga membuat tubuh menjadi sehat karena bersepeda termasuk ke dalam olahraga.
  • Pengehamatan Listrik
  • Jika cuaca cerah lebih baik matikan lampu dan gunakan energi cahaya alami yaitu matahari dari jendala yang terbuka selain mendapat sinar alami juga sirkulasi udara.
  • Penghematan air
  • Setelah menggunakan air pada saat buang air kecil maupun cuci tangan diharapkan siswa maupun orang lingkungan sekolah mematikan keran, jadi gunakan air secukupnya saja.
  • Pendekatan ini tidak hanya ditulis, namun dipraktikan secara langsung.
  • Pengenalan perilaku ramah lingkungan dan proses evaluasi diharapkan siswa akan memahami maksud perilaku tersebut. Praktik aktivitas ramah lingkungan serta mengevaluasi kegiatan pengenalan perilaku ramah lingkungan melalui pendekatan pendampingan, guru dapat menindak lanjuti, dan dapat disimpulkan merubah kebiasaan.
  • STEM DI SEKOLAH DASAR
  • STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan antara pengetahuan alam, teknologi, mesin dan matematika dalam satu pengalaman belajar siswa. STEM bertujuan untuk merancang peningkatan kemampuan masyarakat dalam ilmu pengetahuan dan berinovasi pada produk teknologi sehingga dapat bersaing secara global (Utami et al., 2017).
  • Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam pendidikan di mana Sains, Teknologi, Teknik, Matematika terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam kehidupan profesional. Pendidikan STEM menunjukkan kepada peserta didik bagaimana konsep, prinsip, teknik sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
  • Komponen dari STEM, sains adalah kajian tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran sebagai wahana untuk menjelaskan secara obyektif alam yang selalu berubah. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran STEM akan membentuk karakter siswa  karena STEM menuntut pola pikir siswa menjadi pemecah masalah, penemu, inovator, melek  teknologi, membangun kemandirian, berpikir logis dan kritis serta mampu menghubungkan ilmu yang diperolehnya dengan kehidupan sehari-harinya. Selain itu pendekatan STEM  dapat  mendorong siswa untuk mengasah kognitif, afektif, psikomotor, mendesain, mengembangkan, memanfaatkan teknologi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
  • Keterlibatan observasi disini anak-anak bisa mengeksplor lingkungan sekolahnya dari benda hidup dan tak hidup. Penerapan perilaku peduli lingkungan terhadap tanggung jawab siswa dengan menggunakan pendekatan STEM maka siswa belajar berfikir kritis, sistematis, dan logis dalam kehidupannya sehari-hari karena belajar secara keseluruhan mengenai STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) jadi berfikir sebelum bertindak karena peduli, pemanfaatan secara baik, dan lain-lain.





HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun