Ray Indra Taufik Wijaya
Ray Indra Taufik Wijaya Freelancer

Lulusan Business Intelligence. Pecinta humanisme dan teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Tekno

Hubungan Intim antara Manusia dan IT yang Tak Terpisahkan

10 Januari 2018   10:05 Diperbarui: 10 Januari 2018   19:31 294 0 0
Hubungan Intim antara Manusia dan IT yang Tak Terpisahkan
Manusia dan Teknologi via Pinterest

Kali ini saya akan mengkurasi beberapa artikel teknologi di tahun 2017 yang menurut saya menarik, namun menarik saja tidak cukup untuk saya. Ibarat sebuah jalan aspal yang mulus dan di kedua sisinya berjejer rapi berbagai macam tanaman dan pohon yang rindang memanjakan mata, namun semua itu tidak ada gunanya jika jarang orang/kendaraan yang melewatinya. Intinya, semenarik, sebagus atau sekeren apapun artikelnya jika tidak ada manfaatnya, yaa sama saja tidak ada faedahnya bagi para pembaca.

Jadi, saya mencari 5 kandidat berdasasarkan 2 hal tersebut: Menarik dan Bermanfaat. Selain bermanfaat, kenapa unsur menarik ini menjadi hal penting juga bagi saya? Mari kita analogikan kembali dan buat sebuah perumpamaannya, seorang ilmuan membuat sebuah tulisan karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun, tidak banyak orang yang merespon atau mengapresiasi tulisan ilmuan tersebut. Alasannya beragam, dari bahasa yang kaku, bahasa yang njelimet, sulit dipahami, dll. 

Permasalahan utamanya adalah tulisan ilmuan tersebut mungkin tidak menarik, karena bahasanya yang terlalu sulit dipahami oleh kebanyakan orang awam. Jadi, seorang penulis pun tidak hanya sekedar menulis belaka, namun harus bisa juga menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan kepada para pembacanya. Selain bermanfaat, penulis pun harus membuat tulisan tersebut semenarik mungkin agar memikat banyak orang untuk membaca dan mendapatkan manfaat dari tulisannya tersebut.

Okay, mari kita mulai masuk ke pembahasan tentang begitu eratnya hubungan antara manusia dan teknologi. Saking eratnya, hubungan tersebut macam orang yang sedang jatuh cinta dan tak terpisahkan. Terdengar terlalu berlebihan, kah? Sepertinya tidak, karena di bawah ini akan saya list 5 artikel teknologi yang membuktikan opini saya tersebut (beserta tanggapan saya):

1. Kartu Indomaret Bermasalah? Saldo Tidak Sesuai dan Keamanan yang Payah! oleh Ray Indra Taufik Wijaya

Artikel pertama yang akan saya bahas adalah artikel milik saya sendiri. Tidak masalah, bukan? Mengapresiasi diri sendiri. Tulisan ini lahir atas kekecewaan saya terhadap salah satu Kartu eMoney milik Indomaret. 

Tulisan disertai kronologi masalah, beberapa pembuktian, dan juga solusinya. Tidak ada sistem informasi (atau manusia) yang sempurna, termasuk Kartu Indomaret ini. 

Permasalahan timbul akibat dari kesalahan dan kelalaian dari operator kasir itu sendiri. Jadi, manusia sebagai operator saling berkaitan erat dengan sistem informasi itu sendiri. 

Jika ada masalah dari sisi operatornya, yaa sistem informasi pun tidak akan berjalan sebagaimana mestinya dan juga sebaliknya, jika sistem informasinya yang error, maka operator pun akan kesulitan untuk menjalankannya. 

Jadi, operator pun perlu diberi training dan sosialiasi yang mendalam perihal sistem informasi yang digunakan. Sebagus apapun sistemnya, jika manusianya tidak terampil atau cakap dalam menggunakannya? Kamu sendiri pasti tahu jawabannya.

2. Tentang Kecerdasan Buatan: Mark Zuckerberg vs Elon Musk, Anda di Pihak Siapa? oleh Ikhwanul Halim

Ini adalah artikel favorit saya, dibahas secara menarik dan lugas. Bermanfaat? Pastinya. Tulisan ini pun disertai banyak link dan sumber terkait, ditulis secara rapi, runtut dan berdasarkan fakta yang ada dari berbagai narasumber. 

Saya pribadi, sependapat dengan penulis yang mendukung gagasan Elon Musk bahwa Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia. Tidak hanya Elon Musk saja, Bill Gates dan Stephen Hawking pun sependapat. 



Hal menarik lainnya, penulis menganalogikan dua perbedaan pendapat antara Elon Musk dan Mark Zuckerberg yang bertentangan macam Doraemon vs Terminator, hal tersebut yang mempermudah pembaca untuk memahami garis besar dari artikel tersebut.

Alasan saya mendukung Elon Musk, selain sebagai panutan tentunya, saya pun memiliki ketakutan tersendiri dengan teknologi yang akan hadir di masa depan nanti, khususnya AI. Lihatlah saja saat ini,teknologi seperti memperbudak manusia itu sendiri. Anak-anak yang kecanduan gadget, kejahatan cybercrime yang semakin merajalela, remaja yang kecanduan online game, teknologi yang semakin mempermudah malah membuat manusia menjadikan dirinya malas. 

Jadi, kamu mendukung siapa? Elon Musk yang berpendapat bahwa robot yang memiliki kecerdasan buatan seperti manusia diprediksi akan menghancurkan umat manusia itu sendiri, atau Mark Zuckerberg yang berpendapat bahwa kita bisa hidup secara damai bersama robot yang akan membawa kemanfaatan besar bagi umat manusia.

3. Seberapa Pintar Kotamu Menghadapi Smart City? oleh F. Nugrahani Setyaningsih

Sedikit saran, mungkin judulnya bisa dipermak menjadi: Seberapa Pintar Warga Kotamu Menghadapi Smart City? Saya termasuk orang yang selalu mengaitkan antara humanisme dan teknologi. 

Terdengar berseberangan, kah? Tentu tidak! Menariknya, penulis yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil secara apik bisa menjelaskan tentang tidak ada sinergi atau integrasi antara teknologi yang diterapkan Smart Cityitu sendiri dengan manusia (SDM, seperti staf atau warga) yang complicated dengan segala latar belakang yang dimiliki, aturan dan birokrasi yang sudah dibuat. 

Smart City pun harus memiliki warga yang smart pula, bukan? Apa jadinya jika infrastruktur yang sudah dibangun seperti CCTV hanya dijadikan sebagai hiasan belaka? Kriminalitas malah semakin menjadi. Aplikasi aduan warga hanya sebagai formalitas belaka? Akan banyak tumpukan aduan warga yang terabaikan. Website kota/kabupaten yang hanya gengsi semata? Cuma menghabiskan uang saja, tidak membawa manfaat bagi sektor pariwisata dan juga orang luar untuk mengetahui info tentang kota/kabupaten terkait. 

Teknologi canggih yang diterapakan pada smart city, harus dibarengi pula dengan warganya yang pintar (smart people). Bertanggung jawab dalam menjaga infratruktur teknologi yang ada, dan bijak dalam menggunakannya. Smart city tentu harus bisa memberi solusi dari segala permasalahan pelik yang kota/kabupaten miliki, seperti pencemaran lingkungan, bencana banjir, tsunami, kriminalitas, ketertiban lalu lintas, KKN, dll.

4. Peluang Integrasi 'Internet of Things' di Bidang Pendidikan oleh Giri Lumakto

Artikel ini menurut saya sangat menarik karena penulis mengaitkan antara IoT (Internet of Things) dengan pendidikan. Biasanya, orang akan mengaitkan perihat IoT dengan dengan tema elektronik, keamanan, smart city, dll. 

Tidak hanya itu, penulis pun memberikan beberapa contoh penggunaan IoT dalam suatu kelas, seperti penggunaan Virtual Assistant (Google, Siri, Cortana, dsb) dalam pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam hal Pronunciation

Seberapa jelas pengucapan kita? Apakah sudah benar atau belum? Nanti Virtual Assistant ini yang akan menilai, apakah 'dia' memahami apa yang kita ucapkan? Selain itu, ada sedikit tambahan dari saya: Setiap kelas harus memiliki sistem absensi (minimal pakai RFID Card-lah yaa, tidak harus secanggih finger print atau face recognition) yang terintegrasi dengan komputer kepala sekolah atau smartphone wali kelas/orangtua untuk memantau kedisiplinan siswa/i-nya. 

Menggunakan metode pembelajaran eLearning dan juga Gamification (Belajar sembari bermain). Memasang CCTV untuk keamanan dan tentunya untuk mencegah siswa/i dalam berbuat curang saat mengerjakan UN/ujian harian. Memodernisasi infrastruktur sekolah dengan teknologi, digitalisasi semua dokumen sekolah, terdapat eLibrary yang menyimpan jutaan eBook, penyiram tanaman otomatis, dll. 

Semuanya terdengar cukup mahal, bukan? Namun secara perlahan, kita pasti biasa menerapkan semua itu. Pendidikan kita tidak boleh stagnan dan tertinggal, dibutuhkan banyak inovasi dan penyegaran.

5. Hubungan Antara Big Data dan Jejak Digital oleh Ronald Wan

Kenapa saya mengambil artikel tentang Big Data? Selain relevan dengan pendidikan yang saya dulu tempuh, Big Data pun kini menjadi sesuatu yang amat penting di era ketika hampir semua bidang sudah menerapkan teknologi. 

Perusahaan sekelas Google atau Facebook pun sudah menerapkan Big Data jauh sebelum istilah ini mulai populer dalam perusahaan mereka, bukan hanya teori semata. Bagaimana Google menghimpun ratusan juta data penggunanya? Atau Bagaimana Facebook dengan pintarnya menggunakan data penggunanya sebagai lahan bisnis? 

Harus kita sadari bahwa sejak internet ditemukan, manusia seperti begitu (sangat) terikatnya 'dengannya'. Setiap kita menggunakan internet, pasti akan meninggalkan jejak, bisa berupa history situs yang telah kita kunjungi, data login, waktu penggunaan, lokasi, IP Address, dsb. 

Selain itu, saya pun berkomentar di artikel tersebut bahwa data di media sosial pun bisa digunakan oleh sebuah perusahaan untuk mengidentifikasi sifat atau kebiasaan seseorang sebagai acuan dalam hal merekrut calon pelamarnya. Tidak hanya itu, situs atau perusahaan teknologi (Google, BCA, Twitter, Lazada, Amazon, dll) pun dengan mudahnya bisa memanfaatkan data-data tersebut untuk kepentingan mereka. 

Bisa untuk urusan marketing, untuk mengetahui umur pengguna, kebiasaan kita dalam membeli suatu barang, hingga (mungkin) menjualnya ke beberapa perusahaan lain, bahkan badan intelijen negara lain. Wew! Intinya, data sekecil apapun, seperti nama, umur, alamat atau nomor telepon bisa amat berharga di mata mereka.

Bagaimana menurutmu kurasi artikel teknologi di atas? Sejak dulu manusia memang membutuhkan yang namanya teknologi, dari hal sederhana seperti mesin traktor, penemuan besar listrik, lampu, sistem irigasi, dan lain-lainnya yang semuanya membawa kemanfaatan bagi umat manusia. 

Semua itu adalah cikal bakal dari teknologi saat ini dan di masa depan nanti. Sebenarnya saya memilih artikel untuk saya kurasi secara random karena saking banyaknya artikel yang bertemakan teknologi, namun dengan selalu menilai berdasarkan 2 hal (Bermanfaat dan Menarik) yang sudah saya jelaskan pada awal. 

Menurutmu, apa lomba Blog Competition Konten Terbaik Versiku ini pun menarik dan bermanfaat? Tentu saja, kalau tidak menarik, yaa bakal sepi pesertanya. Manfaatnya apa? Lomba ini semacam simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara peserta, penulis, pembaca dan juga Kompasiana. Bagaimana bisa? 

Saya sebagai peserta berkesampatan untuk mendapatkan hadiah, penulis yang masuk dalam kurasi ini merasa diapresiasi karya tulisnya, pembaca pun mendapatkan hiburan sekaligus manfaatnya, sedangkan Kompasiana menpatkan banyak traffict dari para pembaca luar maupun dalam, menambah internal links yang saling terkait satu sama lain sebagai salah satu hal yang penting dalam SEO

Okay, cukup sekian untuk kurasi artikel teknologi dari saya kali ini. Terima kasih.