Mohon tunggu...
Raukhil Aziz Sumawijaya
Raukhil Aziz Sumawijaya Mohon Tunggu... Catatan Pejuang

Makhluk bumi yang mengejar ridho samawi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Khilaf untuk Insaf

15 Januari 2020   13:00 Diperbarui: 15 Januari 2020   13:10 16 0 0 Mohon Tunggu...

Ku ingin bercerita tentang suatu derita yang menimpa lara hingga membuat nelangsa.
Seorang anak manusia yang dipersatukan oleh kata yang bernama cinta.
Tak mengerti apa alasannya dan tak tahu darimana datangnya itu rasa yang kutahu bahwa aku cinta.
Tapi seolah diperkosa oleh sebuah realita, diri ini seolah pasrah dan resah.
Gelisah adalah hal yang lumrah dan aktifitas yang datang melanda setiap waktunya.
Memang hubungan ini tak selama perjuangan para pahlawan kemerdekaan tetapi dirinya akan selalu di kenang.
Perjalanan memang seumur jagung, tapi dari situ aku seperti rabun.
Dengan tatapan nanar dan samar aku tak bisa melihat kedepan, hanya bisa merenungi sebuah perjalanan.
Malam datang dengan ketenangan sehingga meninggalkan sebuah kenangan dan pagi menyapa dengan hangatnya mentari seraya menyuarakan tuk mewujudkan mimpi.
Tapi semua itu tak mudah membalikkan telapak tangan yang hanya berakhir pada evaluasi dan menemukan solusi.
Denganmu aku menemukan istilah "khilaf" dan semoga membuatku insyaf.
Kuambil semua pelajaran tentang arti kesabaran dalam menjalani sebuah kehidupan dan hubungan, agar diri ini ada yang menegur agar bisa tersadar dari dunia kekanak-kanakkan
Karena bersandar pada bahu yang rapuh sama seperti menggengam tangan yang tak utuh. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x