Mohon tunggu...
Randita Amalia
Randita Amalia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Perintis Mimpi

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Memulai

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Cenderawasih, Burung Cantik Ikonik Tanah Papua

6 September 2022   23:47 Diperbarui: 6 September 2022   23:51 1721
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Siapa sih yang tidak tahu burung yang satu ini? Burung ini merupakan satwa endemik yang hanya terdapat di wilayah Indonesia bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan Australia timur.

Burung Cenderawasih merupakan Famili Paradisaeidae yang memiliki 14 genus dan 43 spesies.

Penamaan Cenderawasih terdiri dari dua suku kata yaitu "Cendera" yang berarti dewa atau dewi dan "Wasih" yaitu utusan. Jadi burung cendrawasih dianggap sebagai burung urusan pada dewa dewi.

Burung Cenderawasih dijuluki sebagai "Bird of Paradise" atau burung surga berkat keindahan dan kecantikan warna bulu-bulunya, membuat siapa pun yang melihatnya menjadi terpikat.

Bulu pada Burung Cenderawasih memiliki warna yang mencolok, cerah, dan menarik seperti warna biru, orange, hijau, merah, hingga kuning.

Apakah kamu tahu, Alasan Burung Cendrawasih Langka?

1. Faktor Perburuan

Faktor pertama yaitu karena banyak di buru oleh manusia. Mereka mengambil bagian bulunya yg indah untuk dijadikan sebagai hiasan.
Bagi masyarakat papua, bulu tersebut dijadikan hiasan pakaian adat Papua khususnya hiasan kepala dalam ritual penyambutan tamu, ritual adat, atau pun ritual pernikahan.

Selain itu, pada zaman dahulu sekitar tahun 1522, burung cendrawasih dijadikan komoditas utama bangsa Eropa. Mereka menjual bulu satwa tersebut untuk dijadikan hiasan topi wanita.

2. Faktor Berkembang biak

Selain diburu, faktor lain yang membuat Burung ini langka yaitu Cenderawasih betina hanya bertelur dua atau tiga butir dalam satu masa kawin dalam setahun. Apabila perburuan terus dilakukan, maka dapat dipastikan punah dimasa yang akan datang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun