Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Tenaga Kesehatan

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser.

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

69 Tahun BTN Membawa 2 Kisah dari 2 Tabungan BTN

16 Februari 2019   12:33 Diperbarui: 16 Februari 2019   13:24 273 5 4
69 Tahun BTN Membawa 2 Kisah dari 2 Tabungan BTN
Deskripsi : 69 tahun BTN juga memberi manfaat buat saya dengan 2 tabungan BTN milik ku I Sumber Foto : dokpri

Ketika membaca artikel 'BTN berikan bunga KPR 6,69 persen tertarik ?..' dari kompas.com  (DI SINI). Artikel tersebut membahas Kredit Kepemilikan Rumah dalam peringatan Ulang Tahun ke 69 Bank Tabungan Negara (BTN). Sebagai nasabah BTN, saya mengucapkan Selamat kepada BTN telah 69 Tahun Mengabdi Untuk Negeri.

Artikel kompas.com itu membuat saya menembus waktu ke tahun 2011 saat dimana saya berjuang memiliki rumah. KISAH PERTAMA pun dimulai di awal bulan februari 2019 saya berdiri di depan jalan memandangi tanah, rumah yang saya miliki & bangun di tahun 2011. Ingat sekali bagaimana rasa haru, senang bercampur bahagia memiliki rumah ini yang berlokasi di perumahan daerah Cikeas Udik, kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Rumah memang akan selalu menjadi kebutuhan dan impian setiap manusia bahkan tantangan generasi milenial. Sebagai salah satu dari kebutuhan primer manusia selain sandang dan pangan. Bagi setiap insan rumah atau tempat tinggal merupakan prioritas untuk dimiliki atau menyewa/kontrak. 

Apa daya harga rumah yang setiap tahun semakin tinggi harganya membuat tidak semua orang mampu memiliki rumah seperti yang diinginkan. Membeli sebuah rumah tidak bisa menunggu / menunda ketika memiliki uang cukup tetapi bagaimana meraih sebuah kesempatan dan berani mengambil keputusan untuk mendapatkan nya. 

Saat ini mencari rumah yang layak dan dekat dengan tempat kerja di kota besar seperti mencari jarum di jerami. Asalkan memiliki uang dalam jumlah besar mungkin bisa. Tetapi ternyata pembelian secara kontan tidak setiap orang mampu/sanggup kecuali dengan kredit kepemilikan rumah.

Tapi bila  memang benar-benar ingin memiliki rumah idaman, maka sekarang ada cara efektif untuk itu. Apa itu? Caranya adalah dengan membeli rumah secara kredit melalui KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) seperti yang saya lakukan melalui Bank Tabungan Negara (BTN).

Pada tahun 2011 memiliki rumah karena ajakan almarhum kakak yang meminta didampingi mencari rumah pada tahun 2010. Bersama almarhum kakak, saya tiap akhir pekan mengelilingi daerah Jakarta Timur, Cibinong, Cibubur, Cikeas, Cileungsi, Gunung Puteri bahkan sampai Jonggol. Entah kenapa ia begitu ngotot, sepertinya ia sudah memiliki perasaan hidup nya tidak lama lagi. 

Pada tahun 2011 saya pernah mendengar ucapannya ia di terawang memiliki daging tubuh di kepala oleh tabib pengobatan altenatif. Saya tidak tau apakah dia sudah melakukan pemeriksaan medis atau belum di tahun 2011. Takdir menjemputnya dengan tumor otak di bulan desember 2016, karena nya perjuangan mencari rumah ini akan ku ingat selalu sampai akhir hayat.

Deskripsi : 2 tabungan BTN milik ku, salah-satunya membuat saya memiliki rumah I sumber Foto : dokpri
Deskripsi : 2 tabungan BTN milik ku, salah-satunya membuat saya memiliki rumah I sumber Foto : dokpri
Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan jalan bagi kami memiliki hunian melalui kredit kepemilikan rumah. Sejatinya perjuangan saya memiliki rumah tidak hanya bersama kakak, tetapi juga bersama sahabat saya yakni Hidayatullah (Dayat). Ajakan kakak memiliki rumah ternyata menularkan ke saya yang kemudian mengajak Dayat memiliki rumah.

Rumah yang Dayat miliki dan tinggali saat ini awalnya merupakan rumah yang sudah saya bayar tanda jadi nya di blok G. Selang satu hari pembayaran tanda jadi, marketing perumahan menyampaikan bahwa telah dibuka untuk booking posisi hook depan taman perumahan. Tanpa pikir panjang saya mengambil nya dan Dayat mau mengambil rumah di blok G.

Patut dipahami bahwa tanda jadi ini seperti tanda booking yang merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling supaya rumah yang kita inginkan tidak lantas dibeli orang lain atau juga supaya harganya tidak naik jika tidak segera dibayar. Bila kita batal membeli rumah maka tanda jadi tersebut tidak dapat kita minta kembali. Itu kenapa saya menawari Dayat agar tanda jadi tersebut tidak menguap begitu saja. 

Pada triwulan pertama 2011 daku memulai proses kepemilikan rumah melalui kredit kepemilikan rumah BTN. Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya dari prosedur pembelian rumah secara kredit ini adalah membayar uang muka KPR. Developer perumahan membantu saya dalam pengurusan uang muka dan pengajuan KPR ke BTN.

Setelah uang muka daku lunasi, lalu saya mengajukan kredit KPR ke BTN yang sesuai dengan pilihan waktu kredit. Saat itu saya meminta pengajuan 15 tahun, tetapi ternyata saya dianggap mampu kredit 10 tahun. Bagian kredit KPR BTN saat itu secara santun menjelaskan kepada saya dari penghasilan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbilang tidak akan mengganggu pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

Beberapa persyaratan yang wajib dilengkapi yang saya ingat untuk pengajuan KPR antara lain fotokopi rekening koran semua tabungan, surat keterangan bekerja, slip gaji 3 bulan terakhir, menjadi pegawai tetap minimal 2 tahun / fotokopi SK PNS, fotokopi KTP, KK, Surat Nikah (bila sudah menikah), dan surat keterangan belum memiliki rumah dari kecamatan sesuai KTP. 

Waktu dalam pengajuan KPR rumah ini memakan waktu satu bulan, itu pun disampaikan oleh bagian kredit BTN. Pihak BTN membutuhkan waktu sebulan untuk melakukan proses survei. Survei ini akan meliputi pantauan ke tempat dimana saya bekerja, pengecekan ke BI (Bank Indonesia) apakah saya tidak termasuk dalam blacklist terkait catatan kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya dan juga proses wawancara terkait kondisi keuangan.  

Setelah satu bulan sekitar pertengahan tahun 2011, saya dihubungi oleh customer service BTN untuk dilakukan akad kredit KPR didepan Notaris, bagian kredit BTN dan developer perumahan. Semenjak saat itu daku sudah lega telah memiliki rumah walaupun masih kredit. Rumah ini setelah masa pembangunan oleh pihak developer sekitar 4 s/d 5 bulan langsung daku renovasi selama satu tahun. 

Pertengahan tahun 2012 saya menempati rumah di Cikeas Udik. Rumah ini menjadi saksi haru dan kegembiraan. Saya merasa beruntung, rumah ini membuat saya bahagia karena menjadi tempat dimana seluruh keluarga berkumpul dan tinggal (Almarhum Bapak, Ibu, Almarhum Kakak dan saya). Kedua almarhum dirawat bertahun-tahun dan berpulang di rumah ini sebelum diantarkan keliang kubur.

--------------------------------------

KISAH KEDUA mengenai tabungan BTN yang kedua. Sejak 2 tahun lalu, gaji, uang makan dan insentif di transfer ke rekening BTN. Bank yang dikenal dengan kredit kepemilikan rumah ini sudah berkerjasama dengan Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta (tempat kerja saya) sejak 2017. 

Salah-satu keuntungan menggunakan bank BTN buat saya yaitu transfer gaji dengan potongan berdekatan waktu nya. Hal ini berdampak tidak menimbulkan masalah penarikan dana yang belum terpotong (kredit rumah/pinjaman). Waktu pemotongan nya pun di waktu dimana kami (Pegawai RSKO) masih terlelap tidur dini hari sehingga mencegah karyawan yang nakal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2