Mohon tunggu...
Dhea Anggraini
Dhea Anggraini Mohon Tunggu... Suka jalan-jalan

Penulis Pemula

Selanjutnya

Tutup

Finansial

4 Tips Praktis Buat Investor Saham Pemula

22 Oktober 2019   13:21 Diperbarui: 22 Oktober 2019   13:31 0 0 0 Mohon Tunggu...
4 Tips Praktis Buat Investor Saham Pemula
Analisis saham (Foto: Shutterstock)

Investasi saham membutuhkan pengetahuan khusus seperti analisis fundamental dan teknikal. Pengetahuan ini perlu dimiliki agar investor pemula bisa memaksimalkan cuan dengan memilih saham-saham yang terbaik.

Dengan kata lain, pengetahuan ini diperlukan agar investor tidak gampang melakukan spekulasi yang berlebihan. Pasalnya, investor yang lalai dan ogah melakukan analisis tentu bukan investor lagi, melainkan sudah menjadi seorang spekulator atau yang berinvestasi dengan bekal tebak-tebakan semata.

Analisis diperlukan terutama untuk meminimalkan risiko kerugian dan membantu investor membuat keputusan atas dasar (alasan) yang kuat baik dari sisi fundamental maupun teknikalnya.

Secara lebih gamblang, berikut ini 4 tips praktis yang wajib dimiliki investor pemula agar bisa memaksimalkan cuan atau keuntungan:

1. Jauhi saham gorengan

Saham gorengan itu identik dengan saham murah meriah yang tidak jelas fundamentalnya. Namanya saja gorengan, jadi saham ini biasa diolak-alik alias dimainkan (digoreng) sehingga benar-benar fluktuatif. Saham gorengan ini sangat fluktuatif: cepat melejit, tetapi cepat pula anjlok. 

Bagi investor pemula, saham gorengan ini memang menarik, tetapi karena banyak yang tidak tahu terjebak dalam permainan sehingga justru kerugian lah yang menjadi ending investasi sahamnya. Karena menawarkan profit tinggi hanya dalam waktu singkat, investor biasanya tergiur tapi tak tahu bahwa saham tersebut sengaja diangkat tinggi-tinggi harganya. Dan saat tergiur masuk, ternyata harganya langsung turun drastis. Siapa yang rugi? Tentu saja investor yang tergiur dengan saham-saham gorengan.

2. Pilih saham dengan fundamental baik
Saham dengan fundamental baik adalah saham-saham blue chip. Ciri umumnya dikenal publik, jenis usahanya jelas, produknya laku di pasar, ada  etos dan kinerja yang baik, fundamental yang baik, dikelola oleh orang-orang professiona hingga tidak banyak utang. Saham blue chip (big cap) biasanya disebut juga saham papan atas atau saham unggulan. 

Dengan begitu, angka kapitalisasi pasarnya besar yakni di atas Rp 40 triliun. Tentu, dengan nilai pasar saham sebesar itu, bukanlah perusahaan main-main atau abal-abal yang tergolong memiliki saham blue chip. Menariknya, saat pasar saham terkoreksi, biasanya saham blue chip cepat pulih dibanding saham lainnya. Saat krisis saham blue chip juga tahan koreksi serta cepat stabil.

3. Stop ikut-ikutan
Sebagai investor, prinsip praktis yang ketiga, yakni jangan gampang ikut-ikutan membeli saham yang tidak jelas hanya karena bisikan teman, pengamat, group atau media yang sedang hangat-hangatnya membahas saham tertentu. Bagaimanan pun, investasi saham perlu dasar yang kuat agar tidak hanya ikut-ikutan,. Investor perlu memiliki alasan yang kuat mengapa membeli saham tertentu.

4. Hindari banyak pakai fasilitas margin
Sekuritas biasanya memberikan fasilitas margin, tetapi hindarilah menggunakan fasilitas margin terlalu banyak. Mereka yang over dalam penggunaaan margin biasanya termasuk spekulator yang sudah tergiur cuan gede secara instan sehingga membeli melebihi batas.

Dari 4 tips praktis tersebut terlihat jelas bahwa pengetahuan tentang analisis fundamental dan teknikal yang baik menentukan pilihan saham yang tepat pula. Memilih platform online trading yang memudahkan analisis fundamental dan teknikal sangat penting, seperti IPOTSTOCK dari PT Indo Premier Sekuritas . Platform ini menyediakan kenyamanan investasi saham dengan dukungan fitur dan tools analisis andal ditambah dengan distribusi berita dan informasi riset secara berkala yang komprehensif. So, analisis lah saham terlebih dahalu dengan cermat dan hindari spekulasi yang berlebihan.