Mohon tunggu...
RaihanRahadiansyah
RaihanRahadiansyah Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Seorang Mahasiswa S1

Semoga kalian bisa membaca artikel saya dengan senang hati.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Moment Saat Lebaran

11 Mei 2022   21:30 Diperbarui: 11 Mei 2022   21:38 228 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tradisi Hari Raya Masyarakat Jakarta "Padati Jalanan, Belanja, Nonton, Hingga Nongkrong di Cafe Shop Kekinian"

(Doc : Pribadi)


Oleh : Raihan Rahadiansyah

Perihal : Memenuhi tugas artikel untuk Ujian Tengah Semester mata kuliah Komunikasi Antarbudaya

Jakarta -- 2 Mei 2022 bertepatan sebagai awal bulan Syawal 1443 Hijriah, dimana pada tanggal ini umat Muslim di seluruh dunia merayakan kemenangan atas ibadah puasa selama 1 bulan penuh. Lebaran merupakan momentum yang di tunggu-tunggu umat Muslim akan keberkahan dan emosinal keluarganya. Di Indonesia sendiri, tradisi kumpul keluarga dan pembagian thr menjadi hal yang wajib dilaksanakan. Begitu juga dengan masyarakat Jakarta yang menghabiskan Hari Raya dengan repeat  ala anak kota apalagi kalau bukan belanja, nonton, dan nongkrong.

2022, menjadi tahun pertama setelah dua tahun kita tidak bisa mudik. Menjadi masyarakat asli Jakarta tak sedikit membuat hal semacam ini tidak berpengaruh sama sekali. Tak mempunyai kampung halaman menjadi hal kerap di jumpai oleh masyarakat berdarah Betawi ini.

Tepat setelah melaksanakan sholat Ied, saya dan teman-teman mengadakan halal bi halal di jalan secara mendadak. Hahaha masyarakat Betawi memang kocak. Kami seperti menguasai jalan, membalas dendam akan kepadatan Jakarta sebelum lebaran ini. Saat-saat ini, kami menyadari adanya perbedaan tradisi dan komunikasi antarbudaya saat perayaan Hari Raya.

"anak Jakarte emang gokil, kelar lebaran yang di tanya ada film apa yang bagus di bioskop?"

"tradisi makan ketupat aje, cuma seperti sarapan di hari biasa, selebihnya kita menghabiskan waktu di gedung bernama mall"

Ucap Dewa, salah satu teman saya yang memang mengetahui betul kebiasaan masyarakat Jakarta, apapun, ngemall wisata perayaannya nya.

Panas nya Jakarta, menjadi alasan sendiri kenapa masyarakat Jakarta memilih untuk ngadem di mall -- imbuh Dewa teman yang menjelma saudara saya.

"paling apa si hiburan kita, mall, bioskop, caffe kekinian" Tambahnya.

Berbicara cafe shop kekinian, sedang menjadi trend akhir-akhir ini. Membuat saya dan teman-teman memutus kan untuk menghabiskan hari pertama lebaran di cafe shop yang tak kalah terkenal (Alfa-X).


(Doc : Pribadi)



whatsapp-image-2022-05-11-at-20-55-07-627bc11d8d947a14f11476b2.jpeg
whatsapp-image-2022-05-11-at-20-55-07-627bc11d8d947a14f11476b2.jpeg

(Doc : Pribadi)


Menghabiskan sisa- sisa waktu lebaran di hari pertama memang tak jauh dari nongkrong bersama teman-teman. Seperti yang saya lakukan beberapa waktu kemarin. Menikmati angin sore Jakarta di Alfa-X Jakarta Utara bersama teman saya Rudi (cowok berbaju merah).

 Ngalor Ngidul terkait apapun menjadi rutinitas yang kerap terjadi di kota Jakarta ini

 Salah satu nya tentang malam takbiran kemarin. Kami baru sadar bahwa Jakarta memang sudah mendidik masyarakat nya untuk Instan. Tak seperti kebanyakan daerah yang merayakan malam takbiran begitu meriah, Masyarakat Jakarta hanya bertabuh gendang mengelilingi jalanan. Malam itu Pemprov DKI memang mengadakan acara malam takbiran di Jakarta Internasional Stadium. Tapi, tak seperti di daerah kebanyakan yang eforia nya lebih terasa, di Jakarta semua terasa cepat dan instan.

"bener juga ya, kita ga repot kaya anak muda di daerah"

Imbuh Dewa sembari menghisap ujung tembakaunya.

Nongkrong terasa kurang jika tidak disertai isapan tembakau dan Mabar Mobile Legend ala khas anak Jakarta. Kami bermain ML menghabiskan waktu 2 jam dengan emosinal yang sudah tak menentu. Ya seperti ini lah lebaran anak Jakarta, sama seperti hari-hari biasanya.

Kata teman saya yang lain, aktivitas semacam ini membosankan, tapi apa lagi yang harus kita lakukan di tengah-tengah kota Jakarta ini ?

"Kadang gua binggung, harus ngapain di sini"

Sesal Pandu, anak rantau yang terjebak dilema di sini.

"Beda banget sama di kampung gua dulu, tapi gua mah sekarang udah jadi anak Jakarta haha"

Pandu bercerita, di kampung nya yang berada di Pulau Sumatera, tepat nya Lampung sangat terasa perbedaanya. Perbedaan yang paling mencolok yang ia rasakan adalah Perbedaan mencolok yang terjadi di Lampung adalah adanya konvoi pawai obor, adanya kue lebaran khusus khas Lampung dan tidak adanya ketupat/lontong didalam menu makanan saat lebaran.

Namun, perbedaan ini tak membuat kami merasa bersyukur atas nikmat Tuhan pada peryana Hari Raya ini. Pandemi yang beranjak menjadi endemi sudah membuat kamu bahagia dan berharap semua nya baik-baik saja. Meskipun suasana disini di rasa terlalu cepat eforia lebaran nya, tak membuat kami tetap menikmati nya. Sulit juga nongkrong bareng bersama teman-teman dalam esensi waktu dan emosinal seperti ini. Kesempatan ini pun jarang kami temui jika di hari-hari biasa, dimana kita semua di sibukan oleh aktivitas seperti bekerja, belajar dan lain sebagainya.

Hari Raya Lebaran merupakan hari yang paling ditunggu oleh masyarakat khususnya umat muslim. Dalam merayakan hari raya ini juga identik dengan kebersamaan, saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi. Berbagai tradisi dilakukan dalam menyambut hari raya ini. Seperti konvoi obor, berbagi parsel, halal bi halal dan lain-lain. Terdapat perbedaan tradisi dalam menyambut perayaan Hari Raya Lebaran di berbagai daerah. Tapi hal semacam ini, tak membuat kita menyudahi rasa syukur kita atas keberkahan, kebahagian dan kesehatan yang sudah Tuhan berikan.

Terima kasih telah sabar untuk hari Raya, terima kasih sudah bertahan untuk kondisi yang lebih memungkinkan seperti saat ini, terima kasih sudah sehat dan bahagia. Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1443 Hijriah,  mohon maaf lahir batin.

Jangan lupa untuk terus menjaga iman, kesehatan dan kebahagiaan. Salam dari kami, warga Jakarta. Ku tunggu kepadatan kalian seusai arus mudik nanti. Heheheh

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan