Mohon tunggu...
rahmaharumoktaviana
rahmaharumoktaviana Mohon Tunggu... MAHASISWA PWK 19 UNIVERSITAS JEMBER

191910501041

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Kemegahan Asian Games 2018 Butuh Biaya Berapa?

30 Maret 2020   10:21 Diperbarui: 30 Maret 2020   10:32 20 0 0 Mohon Tunggu...

Menilik kejayaan Indonesia di tahun 2018 sebagai penyelenggara event bergengsi yang meningkatkan eksistensi negara Nusantara ini. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games 2018 setelah penyelenggaraan Asian Games 2014 di Korea. Asian Games merupakan ajang olahraga terkenal yang digunakan sebagai media kompetisi se-Asia.

Maka dari itu sebagai tuan rumah, Indonesia berupaya penuh untuk mempercantik diri dan meningkatkan pelayanan sehingga dapat menkondusifkan dan membuat rasa nyaman untuk peserta-peserta yang berasal lebih dari 45 negara dan masyarakat umum maupun penonton dari mancanegara. Maka dari itu, pembangunan kawasan beserta infrastruktur utama dan pendukung disiapkan sebaik mungkin dengan berbekal anggaran biaya yabg telah direncanakan dengan matang. Asian Games 2018 ini menjadi media bagi Indonesia untuk mempromosikan negaranya ke mancanegara sehingga diharapkan terjadi peningkatan ekonomi dalam jangka waktu panjang melalui peningkatan jumlah wisatawan asing ataupun peminat ekspor produk Indonesia ke luar negeri.

Dalam kegiatan ini, anggaran dana menjadi kebutuhan pokok untuk pencapaian target berlangsungnya Asian Games 2018 dengan baik Anggaran memang menjadi pendongkrak sekaligus tantangan terbesar dalam pelaksanaan suatu kegiatan yang berbentuk perencanaan keuangan berjangka atau berperiodik disusun berdasarkan program yang telah disahkan.

Menurut Supriono(1990) anggaran didefinisikan sebagai perencanaan keuangan perusahaan yang digunakan sebagai dasar pengawasan keuangan perusahaan untuk periode mendatang. Pasalnya pembangunan yang dilakukan untuk persiapan Asian Games terdiri dari 60 Vanue yang dibangun di dua kota besar yaitu Jakarta dan Palembang ungkap Endra Saleh Atmawidjaja, Kepala Biro Komunikasi Publik KemenPUPR. Dari total 60 vaneu tersebut terdiri dari 33 vanue di Prov DKI Jakarta, 13 vanue di Jawa Barat, dan 14 vaneu di Sumatera. Pembangunan terjadi, mayoritas merupakan perbaikan-perbaikan infrastruktur yang telah ada sebelumnya.

Pada tahun 1962 Indonesia pernah menjadu tuan rumah Asian Games ke-4 yang diselenggarakan dengan sangat baik dalam pembangunan vaneu sehinga insfratruktur warisan dari 56 tahun yang lalu ini hanya membutuhkan perbaikan saja. Namun dalam penyelenggaraan dana ternyata tidak sebatas pembangunan dan perbaikan vaneu saja, penganggaran dana juga dibutuhkan dalam kebutuhan 14 nonvenue yang terdiri atas kebutuhan peserta kompetisi dan pengunjung. Lantas,berapa anggaran dana dan darimana sumber biaya penyelenggaraan megah ini?

Peraturan mengenai anggaran dan sumber pembiayaan Asian Games 2018 ini tercantum dalam pasal 7 Peraturan Presiden no. 48 tahun 2017 tentang penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 yang menyatakan bahwa pendanaan yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah dan penerimaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam artian lain, pembiayaan Asian Games 2018 ini memang ditekan pada APBN dan APBD yang anggarannya berjumlah Rp.8,7 triliun.

Kemudian panitia Asian Games 2018 INASGOC mengupayakan efisiensi dana sehingga terpotong Rp. 3,5 triliun dengan hasil total Rp. 5,2 triliun. Sesuai dengan Peraturan Presiden, terdapat dana lain yang diterima untuk mendongkrak anggaran pembiayaan Asian Games ini yaitu berupa pajak sebesar Rp  1 triliun dan sponsor yang berupa (sponsoship, labelling, penjualan tiket, souvenir dan lain sebagainya) sebesar Rp.800 miliar. Kemudian anggaran dana masih mengalami penambahan sebesar Rp 215 miliar dari panitian INASGOC meninjau peserta kompetisi meningkat melebihi jumlah peserta Asian Games 2014 di Korea sehingga total pembiayaan adalah Rp. 7,2 triliun.

Dalam pengkajian dampak ekonomi, pelaksanaan Asian Games 2018 ini setidaknya terdapat 3 dampak langsung yang dapat dirasakan Indonesia. Yang pertama pemerintah merasakan arus investasi dalam pembangunan infrastruktur pendukung dan sarana olahraga dengan biaya pembangunan Rp. 27,4 triliun dari tahun 2014.

Selain itu untuk pembiayaan kegiatan Operasional membutuhkan biaya sebesar Rp.7,2 triliun dengan bantuan pajak dan sponsor. Yang terakhir yaitu pembiayaan persiapan atlet sebesar Rp. 3,7 triliun. Dampak tak langsung juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia khususnya antara lain terciptanya lapangan pekerjaan, percepatan laju ekonomi,dan penambahan pendapatan masyarakat yang semua itu tercatat dalam munculnya 7000 media yang meliput Asian Games 2018, 13.000 sukarelawan, 2 juta penonton,dan 200.000 wisma yang terpakai untuk pelayanan atlet. Maka tak ayal jika perayaan Asian Games ini sangat megaj sebab ditompang oleh pembiayaan yang sangat besar.

Melalui pembiayaan yang besar ini diharapka pelaksanaan Asian Games di waktu yang akan datang, Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang masih dapat mengembangkan kan mengeloloa vanue dengan baik agar Asian Games selanjutnya dapat berjalan dengan baik dan memunculkan dampak-dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

VIDEO PILIHAN