Mohon tunggu...
Ragile (Agil)
Ragile (Agil) Mohon Tunggu... Administrasi - seorang ayah yang kutu buku dan pecinta damai antar ras, agama, dan keyakinan

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis" (Ragile 2009). Pendiri #PlanetKenthir. Pro #Gusdurian. Lahir: 1960. Kuliah Sastra Inggris. Gawe Software Komputer ; Keuangan. Nama: Agil Abdullah Albatati (Engkong Ragile). FB: Agil Abd Albatati. Twitter: @KongRagile. Alamat: Kemang Jakarta Selatan

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Skandal Sex PM Berlusconi-Ruby dan Eksodus Imigran Tunisia

15 Februari 2011   22:54 Diperbarui: 24 Januari 2016   21:07 1286
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_91076" align="aligncenter" width="680" caption="Tunisian Migrant ( dok AP)"][/caption]

Memasuki pekan ke dua, PM Itali Silvio Berlusconi menghadapi persoalan serius di perbatasan negara dan perbatasan masa jabatan Perdana Mentri. Lebih dari 5000 imigran membanjiri Itali dari Tunisia akibat Revolusi Arab. Disusul tuduhan skandal sex Berlusconi pada apa yang dikenal sebagai "pesta bunga-bunga" di mana dia disebut bertransaksi seks dengan wanita pernghibur usia 17 tahun.

Skandal tersebut memicu ratusan ribu perempuan tumpah ruah ke jalan untuk menuntut Berlusconi mundur. Kemudian dilawan oleh protes tandingan untuk membela Perdana Mentri yang telah menjabat untuk ketiga kalinya. Akankah sang PM sekaligus Big Boss AC Milan Football Club itu mampu bertahan?

Soal Imigran Ceritanya Seru Dan Memilukan

Sekitar 2.000 dari 5337 migran Tunisia yang tiba dalam beberapa hari terakhir menetap di Lampedusa, sebuah pulau kecil dengan penduduk permanen dari sekitar 6.000. Inilah masalahnya. Lokasi Lampesuda menjadi tujuan karena lebih dekat ke Afrika daripada ke daratan Italia. Mereka transit dan  menunggu pindah ke penampungan di tempat lain di Itali.

Semalam sebelumnya , otoritas Italia mencegat kapal berisi 32 orang yang diyakini dari Mesir di lepas pantai Ragusa di Sisilia, menunjukkan  tidak hanya orang Tunisia. Italia telah menangkap 26 orang yang mengoperasikan kapal dan menyita 41 kapal. pemeriksaan Identitas  menemukan beberapa pendatang adalah penjahat yang melarikan diri dari penjara Tunisia, kata Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni, Selasa lalu.

Dalam konferensi pers di kota Sisilia di Catania, ketika bareng Perdana Menteri Silvio Berlusconi mengunjungi tempat tinggal militer NATO dengan kapasitas 7.000 orang, ia mengatakan  bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan mengubahnya menjadi sebuah "desa" untuk pencari suaka. Lain lagi kata Walikota Lampedusa Bernardino Rubeis. Dia  mengatakan bahwa imigran Tunisia sebagian besar bersikap  hormat dan bahwa situasi terkendali. Sehingga tidak ada darurat keamanan karena mereka bebas untuk berjalan di sekitar pulau, tetapi mereka harus menghormati wilayah tuan rumah agar tidak menciptakan masalah.

Pada hari Selasa, banyak pendatang baru ditunggu feri untuk membawa mereka dari Lampedusa ke pusat-pusat penampungan imigran di tempat lain di Sisilia atau di daratan Italia. Adalah seorang imigran muda bercerita bahwa dia  mengambil melalui reruntuhan kapal penangkap ikan mereka yang telah menarik keluar dari pelabuhan dan menumpuk di semacam kuburan perahu dekat lapangan sepak bola. Di antara puing-puing dalam perahu itu  terdapat selimut, sarung tangan dan pengisi baterai ponsel. Itulah yang dia lakukan dalam masa tunggu karena tidak ada perahu semalaman tiba di Lampedusa karena cuaca buruk.

&&&

 

Ramai Negosiasi Bilateral dan Multilateral

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun