Mohon tunggu...
Rafika SN
Rafika SN Mohon Tunggu... Mahasiswa UIN WALISONGO SEMARANG

Sang pengharap surga dengan segudang dosa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Contoh Essay "Kejujuran Lebih Berharga daripada Sebuah Nilai"

22 Oktober 2019   12:56 Diperbarui: 22 Oktober 2019   13:04 0 0 0 Mohon Tunggu...

      *Pendahuluan

       Dalam dunia pendidikan pasti kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya peringkat ataupun nilai. Pada saat ini, kedudukan nilai dan peringkat  di dalam dunia pendidikan yang digunakan sebagai tolak ukur kepintaran seorang peserta didik masih belum bisa tergeserkan oleh apapun. Sekolah seolah-olah hanya mengajarkan pengetahuan untuk mencapai sebuah target nilai demi sebuah kelulusan tanpa memperhatikan bagaimana karakter seorang peserta didik di masa depan.

             Tak lain pula dengan pola pikir masyarakat. Seringkali masyarakat di Indonesia memandang nilai lebih berharga dibandingkan dengan sebuah kejujuran. Para orang tua pun sangat bangga apabila anaknya mendapat peringkat dan bagus walaupun didapatkan dengan cara yang tidak jujur, dan  malah memilih bungkam atau bahkan memarahi ketika anaknya mendapatkan nilai yang bisa dikatakan belum memuaskan.

            Walaupun begitu, pada hakikatnya kejujuran lah yang seharusnya diapresiasi oleh masyarakat. Karena Sangat tidak mudah untuk membentuk karakter seorang anak menjadi pribadi yang jujur. Kemajuan sebuah bangsa juga berada ditangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (Zulkhairi, 2011: 107) menyatakan bahwa

Maka sejauh ini, tantangan sesungguhnya bangsa ini terletak pada bagaimana menggugah kesadaran guru dan seluruh stakeholder sekolah dan komponen pendidikan lainnya agar menyadari bahwa kejujuran adalah "nyawa pendidikan dan kehidupan manusia." Jika kejujuran sudah hilang, maka pendidikan dan kehidupan manusia akan dikubur oleh bumi. Berbagai ketimpangan akan terus saja terjadi. Inilah yang sedang melanda bangsa kita. Berbagai kasus yang menghancurkan negeri ini diperankan oleh berbagai komponen bangsa,merupakan indikasi bahwa kejujuran tidak lagi dianggap penting.

*Pembahasan

            Mustari (2013: 13-15) Jujur adalah suatu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap dirinya ataupun pihak lain.

           "Anak-anak kita banyak terbuai oleh nilai-nilai barat, menganggap barat itu gaul padahal Indonesia memiliki nilai dan karakter tersendiri. Nilai-nilai Pancasila, gotong royong itu budaya kita. Rumah, sekolah adalah arena pembelajaran terbaik dalam mengembangkan nilai kejujuran itu," ungkap Jokowi

           Faktanya pada saat ini, orang tua menitipkan dan mempercayakan perkembangan anak melalui sekolah formal, dan menilai perkembangan pendidikan anaknya hanya dari nilai yang didapatkan setelah anak melaksanakan ujian ataupun ulangan semester. Pada saat ulangan selesai semua mata tertuju pada siapa yang mendapatkan nilai bagus dan peringkat yang paling tinggi, bukan kepada siapa saja yang mengerjakannya dengan jujur ataupun dengan curang. Semua kecurangan yang terjadi seakan menghilang tanpa jejak, begitupun dengan kejujuran semuanya tertutupi dengan hasil nilai yang rendah. Dimana seorang anak yang memiliki peringkat tinggi dikatakan pintar, dan yang tak berperingkat dikatakan bodoh tanpa mau tahu apa yang sebenarnya terjadi.

            Seperti itulah fenomena yang masih terus terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, banyak sekali peserta didik yang lebih memilih jalan berbuat curang untuk mendapatkan nilai yang terbaik, bahkan ada juga orang tua yang malah mendorong anaknya untuk berbuat curang, misalkan seperti memasukkan anaknya kedalam bimbingan belajar yang dimana dia sering mendapatkan bocoran-bocoran mengenai jawaban soal yang akan diujikan. Kenyataan seperti itulah yang akan menghilangkan karakter anak yang seharusnya diajarkan sebuah kejujuran tetapi malah diajarkan menjadi seorang yang pembohong.

         Penanaman sikap jujur seharusnya dilakukan sedini mungkin, oleh karena itu mengajarkan pendidikan karakter kepada anak menjadi tugas penting bagi seorang guru. Dalam upaya pembentukan sebuah karakter ataupun pengajaran mengenai ilmu pengetahuan  kepada  peserta didik, seorang guru harus bisa memahami materi tentang psikologi pendidikan. Salah satu manfaat dari mempelajari psikologi pendidikan yaitu Menilai atau mengevaluasi hasil pembelajaran yang adil, yang menjadi dasar bahwa seorang guru harus bisa mengedepankan sikap keadilan, seperti contohnya perihal kejujuran. Seorang guru harus bisa memberikan sanksi yang tegas kepada anak yang melakukan kecurangan sekecil apapun. Karena jika dibiarkan terus menerus akan merusak moral anak tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3