Mohon tunggu...
Rabin Yarangga
Rabin Yarangga Mohon Tunggu... Freelancer

rakyat jelata

Selanjutnya

Tutup

Novel

Resensi Novel "Sentuh Papua"

24 Mei 2019   14:50 Diperbarui: 24 Mei 2019   14:57 0 1 0 Mohon Tunggu...
Resensi Novel "Sentuh Papua"
Dokpri

  • Judul Novel              : Sentuh Papua (15.000 Miles, 153 hari, Satu Cinta)
  • Pengarang                : Aprila Wayar
  • Penerbit                     : Bukukatta, Vila Bukit Cemara No. 1 Mojosongo, Solo
  • Cetakan                      :Pertama, Januari 2018
  • Ukuran                        : 14 X 20,5 CM
  • Jumlah Halaman : 374 Halaman
  • ISBN                             : 978 - 602 - 0947 - 72 - 3

Setelah menyelesaikan novel pertama "Mawar Hitam Tanpa Akar" (2009) dan novel kedua "Dua Perempuan" (2013) Aprila Wayar, kembali menerbitkan novel ketigaNya "Sentuh Papua" (2018) yang diterbitkan oleh Bukukatta di Solo, Jawa Tengah. Pengalaman selama bekerja di bidang jurnalistik sampai sekarang, mendorong Ia menulis berbagai karya tulis. Sebagai penulis novel pertama  perempuan Papua, saat ini Aprila mulai lagi dengan menulis novel keempatNya.

Novel ketiga Aprila Wayar, dengan judul "Sentuh Papua" ini merupakan novel yang didasarkan pada kisah nyata dan kondisi riil masyarakat Papua. Dalam novel ini Aprila Wayar mengulas tentang Rohan seorang jurnalis internasional dari Den Haag Belanda, yang mempunyai misi untuk membuat foto, film, ataupun tulisan tentang masyarakat Papua dan perjuangannya menjadi bangsa yang merdeka. Banyak kisah yang diajukan, sampai Rohan mengunjungi markas OPM dan melihat kondisi disana serta diperlakukan seperti raja atau tamu istimewa. Dan pada akhirnya Ia tahu alasan mengapa Indonesia menutup akses jurnalis asing ke Papua.

Selama lima bulan misi perjalanannya di Papua, Rohan jatuh cinta pada Amelia, seorang single parents dengan pekerjaan sebagai jurnalis lokal di Papua dan menghabiskan banyak waktu bersama. Ia juga bertemu dengan Bapak Richard Yoweni di Vanimo Papua Nugini, Bapak Filep Karma yang sebagai tahanan politik, tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan TPN/OPM di Tana Merah.

Tujuan novel ini sangat jelas memberikan informasi tentang inti masalah Papua dan mengangkat sejarah Papua yang selama ini tidak diketahui oleh banyak orang. Novel Sentuh Papua ini juga sangat cocok untuk dibaca oleh siapa saja yang merasa memiliki hati untuk Papua dan khususnya generasi Papua sekarang karena pentingnya sejarah dan identitas diri bangsa Papua untuk diketahui. Ada hal penting yang disampaikan dalam novel ini bila ada jurnalis asing yang masuk ke Papua, mereka akan mendapatkan jawaban bahwa mayoritas masyarakat Papua ingin merdeka, karena menganggap pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 tidak adil.

Secara keseluruhan, novel ini sangat baik. Membuat pembaca penasaran dan hanyut dalam kisah yang diceritakan pengarang tentang beberapa rahasia terbaik yang tersimpan dalam sejarah papua. Kisah dalam novel ini juga berdasarkan pada kisah nyata dan sangat menyentuh. Dilihat dari penyajian isi novel tersusun secara sederhana, mulai dari awal, isi, dan akhir cerita. Gaya bahasa yang digunakan juga mudah sehingga dapat dimengerti.