Mohon tunggu...
Putri ZiaMaharani
Putri ZiaMaharani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Assalamualaikum, perkenalkan saya mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), saya mahasiswa S1 keperawatan di UMM.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Hubungan Agama dengan Kesehatan Mental di Era Milenial

27 Januari 2023   11:03 Diperbarui: 27 Januari 2023   11:51 196
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Generasi millennial saat ini menyita perhatian semua kalangan. Generasi ini sering menjadi perbincangan dalam segala aspek, baik dari segi pendidikan, norma-norma, kesadaran sosial, termasuk ketergantungan terhadap penggunaan teknologi. 

Generasi ini muncul di era milenial Era millennial merupakan fenomena yang muncul pada masyarakat saat ini. 

Fenomena yang bisa dilihat dari  aktivitas sehari-hari, kebiasaan, ketergantungan kepada koneksi internet, bersifat individual, egoisme, narsis, eksis, kerawanan mental dan lain sebagainya.

Generasi millennial dianggap sebagai pembawa nilai-nilai negatif karena pengaruh yang dikonsumsi datang dari luar. Generasi millennial sangat terbuka dengan teknologi. Contoh, setiap orang mempunyai smartphone dengan segala fitur terbaru yang ditawarkan. 

Facebook, youtube, twiter, instagram, whatshap dan lain sebagainya merupakan media yang paling banyak digunakan oleh generasi millennial. 

Dampak positif dan negatif dari kemajuan dunia di era ini menjadi boomerang aktif disemua sisi-sisinya. Ketika kemajuan dianggap sebagai kiblat bagi generasi millenial. Kiblat kebebasan, kiblat kebenaran, kiblat kemodernan dianggap seperti yang dilakukan oleh orang kebanyakan. Padahal tidak semua yang dilakukan orang banyak selalu benar. al ini dikarenakan perubahan cara hidup yang mencolok dengan generasi sebelumnya. 

Perubahan yang sangat dominan ini menyebabkan lahirnya sikap, idiologi, dan paham yang sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Tidak pahamnya generasi millenial terhadap nilai-nilai yang ada dalam Islam mengakibatkannya lari dari kebenaran yang sebenarnya.

Agama atau religi merupakan suatu hal yang mengenalkan bahwa di dunia ini terdapat hal yang berkuasa atas segala sesuatu dan memiliki kekuatan kendali. Terdapat beberapa ahli yang memberikan definisi mengenai agama atau kepercayaan. 

Secara umum, agama dapat didefisinikan sebagai sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadatan Kepada Tuhan serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, serta pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatan kehidupan.

Di generasi sekarang keterkaitan antara agama dengan kesehatanl memiliki hubungan yang sangat erat. Kesehatan yang dimiliki oleh setiap orang khususnya kesehatan mental harus dijaga dan dirawat semaksimal mungkin agar tidak terjadi gangguan mental. Jika kesehatan mental terganggu maka akan membuat kehidupan menjadi kurang nyaman, seperti gampang stres, lelah, dan bosan. 

Seseorang yang bisa dikatakan atau dikategorikan sehat secara mental apabila orang tersebut terhindar atau tidak mengalami gejala-gejala gangguan jiwa atau neurosis dan penyakit jiwa atau psikosis. Gejala-gejala tersbut biasanya disebabkan oleh keadaan atau peristiwa yang kurang baik yang telah dialami oleh setiap orang, seperti kekerasan yang terjadi di masa lalu, stres berat, bosan dengan keadaan, dan lain-lain

Di generasi ini juga banyak terdapat kasus anak muda yang mengalami stress, depresi, hingga bunuh diri. Dibandingkan dengan generasi lain, generasi milenial lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental daripada fisik, dengan peningkatan tertinggi pada tingkat depresi berat dan hiperaktif. Depresi berat, gangguan penyalahgunaan obat dan penggunaan alkohol adalah tiga kondisi teratas bagi milenial.

Konsep kesehatan mental berlandaskan agama yang memiliki konsep jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada masa kini, agama dapat memberi dampak yang cukup berarti dalam kehidupan manusia, termasuk terhadap kesehatan. 

Solusi terbaik untuk dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan mental adalah dengan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari kesehatan mental seseorang dapat ditandai dengan kemampuan orang tersebut dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya, mampu mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sendiri semaksimal mungkin untuk menggapai ridho Allah SWT, serta dengan mengembangkan seluruh aspek kecerdasan, baik kesehatan spiritual, emosi maupun kecerdasan intelektual.

Hubungan antara agama sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa, terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan Yang Maha Tinggi. Sikap tersebut akan memberikan sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul perasaan positif seperti rasa bahagia, puas, sukses, merasa dicintai, atau merasa aman. 

Sikap emosi yang demikian merupakan bagian dari kebutuhan hak asasi manusia sebagai makhluk yang ber-Tuhan. Maka dalam kondisi tersebut manusia berada dalam keadaan tenang dan normal. Cukup logis bahwa ajaran agama mewajibkan penganutnya untuk melaksanakan ajrannya secara rutin. Bentuk dan pelaksanaan ibadah agama, paling tidak akan dapat berpengaruh dalam menanamkan keluhuran budi yang pada puncaknya akan menimbulkan rasa sukses sebagai pengabdi tuhan yang setia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun