putri paramita
putri paramita

seorang mahasiswi jurusan ekonomi manajemen di Universitas Tjut Nyak Dhien Medan.. penyuka olahraga badminton, suka bernyanyi. follow my ig @putriparamith akun smule @SIL_putrisukardi

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Cara Lembaga Survei Menentukan "Quick Count''

9 Agustus 2018   21:19 Diperbarui: 9 Agustus 2018   21:39 328 0 0

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL OLEH LEMBAGA SURVEY DALAM PEMILU

Dalam pemilu pasti dikenal dengan istilah Quick count (hitung cepat) oleh lembaga survey. Sebagian masyarakat pasti bertanya-tanya apa sih itu quick count? Mengapa hasil pemilu bisa diketahui secara cepat sebelum hasil resmi di umumkan?

Nah, karena itu mari kita simak ulasan berikut ini.

Quick count adalah sebuah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel.

Berbeda dengan survei perilaku pemilih, survei pra-pilkada atau survei exit poll, hitung cepat memberikan gambaran hasil yang lebih akurat, karena hitung cepat menghitung hasil pemilu langsung dari TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan perorangan.

Hitung cepat biasanya dilakukan oleh lembaga atau individu yang memiliki kepentingan terhadap proses dan hasil pemilu. Tujuan dan manfaat dari hitung cepat adalah agar pihak-pihak yang berkepentingan memiliki data pembanding yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kemungkinan kecurangan yang terjadi pada proses tabulasi suara. Dengan hitung cepat, hasil pemilu dapat diketahui dengan cepat pada hari yang sama ketika pemilu diadakan. 

Jauh lebih cepat dibandingkan hasil resmi yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memakan waktu lebih dari seminggu. Selain itu dengan hitung cepat biaya yang dibutuhkan jauh lebih hemat daripada melakukan penghitungan secara keseluruhan.

Lantas bagaimanakah lembaga survey mendapatkan hasil quick count?

Untuk memperoleh hasil quick count lembaga survey melakukan beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Menentukan sampel TPS

Langkah pertama membangun mesin quick count adalah menentukan sampel TPS. Sampel adalah istilah dalam statistik untuk menyebut sebagian sumber populasi yang menjadi tempat pengambilan data yang akan di teliti.

Contoh sederhana, misalkan jumlah populasi TPS berjumlah 200, lalu lembaga survei hendak melakukan hitung cepat dan bermaksud hanya mengambil data suara di 80 TPS maka, 80 itulah yang dimaksud sampel.

Jumlah sampel tidak bisa ditentukan seenaknya, ada standar ilmiah yang dianjurkan, tapi pada dasarnya secara logika, semakin besar jumlah sampel yang digunakan maka akan semakin bagus karena berarti kesalahan atas quick count semakin kecil.

2. Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung

Untuk bisa memberikan data secara cepat ke pusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode Quick Count  Perangkat ini mulai dari komputer untuk memasukkan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data. Biasanya menggunakan microsoft excel untuk mengolah data sampel.

3. merekrut relawan

Langkah berikutnya dalam membangun tahapan quick count adalah dengan merekrut relawan. Para relawan ini bertugas memantau TPS hingga rekapitulasi suara dan kemudian mengirimkannya ke pusat data. Para relawan direkrut berdasarkan asal kelurahan dimana sampel TPS berada. Supaya para relawan bias mengetahui tantangan geografis dan social wilayah TPS.

4. Mengirim rekapitulasi ke pusat data

Para relawaan yang memantau di setiap TPS biasanya akan mengirim hasil rekapitulasi suara dalam formulir C-1 dengan menggunakan layana pesan singat atau SMS. Mereka mengirimkan hasil rekapitulasi kepusat data. Setelah masuk ke data center, kemudian di tabulasi.

5. mengolah data serta memaparkan hasil

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2