Mohon tunggu...
Pusaka Alang Bumi
Pusaka Alang Bumi Mohon Tunggu... Isinya Random

Sedang menimba ilmu di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, prodi Sastra Indonesia. Pingin jadi Stand Up Comedian terkenal, jadi Sutradara, jadi Penulis, pingin naik Unicorn ULULULULULULULU

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mereka adalah Kita

16 Oktober 2020   10:34 Diperbarui: 16 Oktober 2020   11:04 39 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mereka adalah Kita
sumber: youtube channel PatchesAndPieces

Pasal 9 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dalam ayat (1a) menyatakan setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan atau pihak lain.

Tetapi faktanya di luar sana banyak orang yang masih belum berani melawan tindakan Perundungan atau Bullying. Hukum tidak begitu menjamin keamanan seseorang, lalu bagaimana cara kita mengatasinya? Apakah harus dengan kekerasan?
Aku pernah mengikuti sebuah webinar yang dihadiri seorang Psikolog. Aku mendapat ilmu tentang komunikasi Asertif

Asertif berarti suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Tentu saja hal ini cukup membantu. Ingat, hanya cukup membantu

Dengan bertindak Asertif bukan berarti semua masalah kita terselesaikan, Asertif membantu kita agar orang lain menghargai kita. Mungkin kalian bertanya-tanya, atau mungkin juga tidak. Tapi tetap aku kasih informasi ini. Apakah bertindak Asertif bisa menghindarkan orang dari tindakan Bully?

Menurutku semua itu tergantung pada masing-masing orang, beberapa dari mereka ada yang terbebas dari tindak Bullying. Ada juga yang makin sengsara karena menurut Pem-bully, sia-sia saja mereka mengatakan apa yang mereka rasakan jika mereka tetap saja lemah

Menurutku Speak Up saja tidak cukup untuk melawan tindak Bullying, perlu adanya pendampingan terhadap seseorang yang sering menjadi korban. Atau istilahnya Back Up yang bisa membuat korban merasa aman. Seperti orang tua, pihak berwajib, dan lembaga perlindungan. Jadi saat mereka mengalami gangguan, mereka bisa langsung melaporkannya dan pelaku bisa langsung ditindak secara tegas.

Jika pelaku Bullying adalah anak dibawah umur, memang seharusnya dihukum sesuai umur mereka. Tapi mereka tetap harus mendapat tindak tegas, entah dari orang tua atau lembaga yang berkaitan mengurus kasus tersebut. Karena rasa trauma seseorang terbentuk sejak mereka masih dibawah umur. Karena pada masa-masa itu, memori mereka sedang kuat-kuatnya.

Bagi pelaku Bullying, perlu adanya Self Control agar mereka bisa menjaga diri dari keinginan untuk tidak menindas yang lemah dan tidak merasa menjadi paling hebat.

Apasih Self Control itu?

Self control atau kontrol diri merupakan bentuk kondisi mental yang mempengaruhi pembentukan perilaku lain. Terbentuknya perilaku yang baik, positif dan produktif, keharmonisan hubungan dengan orang lain juga dipengaruhi oleh kemampuan kontrol diri. Kebiasaan belajar yang benar, kedisiplinan, perilaku tertib di sekolah dan di masyarakat, perilaku seksual sehat, serta pembentukan kebiasaan hidup lain dipengaruhi oleh kemampuan pengendalian diri (self control)

Messina dan Messina (2003) mengemukakan fungsi dari self control sebagaimana tertuang di bawah ini:

  • membatasi perhatian individu pada orang lain
  • membatasi keinginan untuk mengendalikan orang lain di lingkungannya
  • membatasi untuk bertingkah laku negatif
  • membantu memenuhi kebutuhan hidup secara seimbang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x