Mohon tunggu...
Purwanti Asih Anna Levi
Purwanti Asih Anna Levi Mohon Tunggu...

Sedang studi di Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) UNIKA Soegijapranata Semarang dan sedang belajar menulis yang baik :-)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Stasiun KA Pertama di Indonesia Kini Hilang Terkubur di Bawah Tanah

2 April 2015   07:04 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:39 8206 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Stasiun KA Pertama di Indonesia Kini Hilang Terkubur di Bawah Tanah
1427898454347192328

[caption id="attachment_358606" align="aligncenter" width="480" caption="dok. Tjahjono Rahardjo/KITLV"][/caption]

Nederlandsch_Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) adalah perusahaan yang membangun jalur kereta api pertama di Indonesia pada tahun 1864. Jalur tersebut menghubungkan antara Semarang dan Tanggung. Namun, lokasi yang tepat dari stasiun kereta api (KA) pertama di Semarang, yang juga tertua di Indonesia, menjadi perdebatan selama berpuluh-puluh tahun.

Beberapa versi stasiun KA pertama di Indonesia

Versi keberadaan stasiun KA pertama di Indonesia berbeda-beda. PT. Kereta Api Indonesia merujuk pada dua lokasi yang diduga sebagai stasiun KA pertama di Indonesia yaitu Stasiun Kemijen dan Stasiun Semarang Gudang yang lokasinya saling berdekatan di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur.




[caption id="attachment_358611" align="aligncenter" width="213" caption="dok.skyscrapercity.com"]

14279002192071301938
14279002192071301938
[/caption]

Buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid 1 yang diterbitkan oleh Angkasa Bandung pada tahun 1997 menyebutkan Stasiun Semarang Gudang sebagai stasiun KA pertama di Indonesia. Namun menurut Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah stasiun KA pertama di Indonesia adalah Stasiun Kemijen.

Meragukan Stasiun Kemijen dan Stasiun Semarang Gudang sebagai stasiun KA pertama

Namun kelompok pencinta keretaapi Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Koordinator Wilayah (Korwil) Semarang meragukan Stasiun Kemijen dan Stasiun Semarang Gudang sebagai stasiun KA pertama di Indonesia.

Salah seorang anggota IRPS Korwil Semarang adalah Bapak Tjahjono Rahardjo, dosen kami di Program Magister Lingkungan dan Perkotaan di Unika Soegijapranata Semarang. Beliau mengatakan bahwa keraguan itu didasarkan pada beberapa hal, antara lain:




  • Sumber-sumber referensi sejarah perkeretaapian Indonesia seperti Rietsma (1925), Liem (1933), Oegema (1982), van Ballegooien de Jong, dan (1993) de Bruin (2003) tidak ada satupun yang menyebut Kemijen dan Semarang Gudang sebagai stasiun KA pertama. Mereka semua mengatakan bahwa jalur kereta api pertama terletak di antara Semarang (Samarang) dan Tanggung (Tangoeng). Liem (1933) menambahkan bahwa stasiun NIS pertama terletak dekat pelabuhan, di daerah yang disebut Tambaksari.
  • Pada buku berbahasa Belanda, Spoorwegstations op Java, karya Michiel van Ballegoijen de Jong (Amsterdam, 1993) dipampang foto stasiun KA pertama yaitu Stasiun Samarang, utuh dari sisi timur dan barat. Foto diambil saat pembukaan stasiun pada tahun 1867. Bentuk bangunannya tak jauh beda dengan Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Jakarta Kota yang sekarang masih tegak berdiri. Nampak megah, tidak sekecil dan sesederhana Stasiun Kemijen atau Stasiun Semarang Gudang yang diklaim sebagai stasiun KA pertama.


Stasiun KA pertama bukanlah Stasiun Kemijen atau Stasiun Semarang Gudang

Dari berbagai data dan peta yang diperoleh dari Koninklijk Instituut voor de Tropen dan foto-foto kuno dari Koninklijk Instituut voor Taal-Land-en Volkenkunde Belanda disimpulkan bahwa stasiun KA pertama di Indonesia bukanlah Stasiun Semarang Gudang ataupun Stasiun Kemijen, melainkan Stasiun Samarang. Letak ketiga stasiun itu memang saling berdekatan di area yang sama di Tambaksari atau Kelurahan Kemijen sekarang. Namun, tahun berdiri dan fungsinya berbeda-beda.




[caption id="attachment_358610" align="aligncenter" width="556" caption="dok. Tjahjono Rahardjo"]

1427899463947863142
1427899463947863142
[/caption]

Sebenarnya NIS tidak pernah memiliki stasiun yang bernama Stasiun Kemijen. Diperkirakan yang dikenal sebagai Stasiun Kemijen sebenarnya hanyalah halte dan rumah sinyal pengawasan. Halte ini berlantai dua, kecil, dan terbuat dari kayu. Sedangkan Stasiun Semarang Gudang sebenarnya adalah stasiun kereta api barang yang terhubung dengan Stasiun Tawang.

Mencari jejak stasiun KA pertama yang hilang

Pada tahun 2009 kelompok pencinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Koordinator Wilayah (Korwil) Semarang mencoba menelusuri titik awal stasiun KA pertama. Misi yang diemban IRPS adalah konservasi peninggalan penting sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Pencarian awalnya dilakukan dengan mempelajari referensi yang tersedia. Di antara sumber-sumber yang paling penting adalah:




  • Publikasi tentang perkeretaapian Indonesia (de Bruin, 2003., de Jong, 1993., Durrant, 1972. Oegema, 1982. TBN, 1997).
  • Peta perkeretaapian Indonesia koleksi Koninklijk Instituut voor de Tropen (KIT, 2009).
  • Foto-foto koleksi Koninklijk Instituut voor Taal-Land-en Volkenkunde (KITLV, 2009).
  • Citra satelit, Google Earth Pro program aplikasi 4.2 (Google, 2009).


Menemukan jejak stasiun KA pertama

Pada bulan Januari 2009 tim IRPS Korwil Semarang yaitu Tjahjono Rahardjo, Deddy Herlambang dan Karyadi Baskoro menelusuri Gang Spoorlaan, Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur. Sebelum penelusuran, Karyadi Baskoro telah berhasil menemukan titik koordinat lokasi Stasiun Samarang itu. Dengan bantuan perangkat GPS tim IRPS berangkat untuk mencari lokasi pasti stasiun itu.

Tim IRPS ini sebenarnya tidak terlalu berharap untuk menemukan sesuatu yang signifikan. Dibantu warga setempat, Ramelan, mereka menyelusuri sampai di tengah-tengah daerah permukiman padat di RT 02 RW 03 Kelurahan Kemijen. Betapa terkejutnya tim IRPS saat menemukan beberapa obyek yang tampak familiar, yang setelah dicocokkan ternyata sama persis dengan foto-foto tua koleksi Koninklijk Instituut voor Taal-Land-en Volkenkunde.

Dari penelusuran tersebut tampaknya tim IRPS telah berhasil menemukan jejak Stasiun Samarang yang hampir hilang dan terabaikan sebagai stasiun KA pertama di Indonesia. Kesimpulan tersebut berdasarkan pada:




  • Identifikasinya mirip Stasiun Samarang, misalnya terletak sekitar satu kilometer dari Kota Lama dan tidak jauh dari pelabuhan.
  • Beberapa komponen bangunan jelas mencirikan peninggalan lama. Tim IRPS semakin yakin bahwa itu adalah sisa-sisa bangunan stasiun KA pertama. Ornamen-ornamen berupa tiang penyangga, besi lengkung, ventilasi berbentuk lingkaran, dan pintu yang melengkung di bagian atasnya tersebut sesuai dengan foto-foto lama koleksi Koninklijk Instituut voor Taal-Land-en Volkenkunde.


[caption id="attachment_358600" align="aligncenter" width="500" caption="dok. Tjahjono Rahardjo"]

14278972741027098315
14278972741027098315
[/caption]

[caption id="attachment_358601" align="aligncenter" width="362" caption="dok. unika.ac.id dan kompas.com"]
1427897413484255518
1427897413484255518
[/caption]

  • Peta Semarang tahun 1866 yang ditumpangkan pada foto satelit Google Earth, hasilnya menunjukkan bahwa stasiun KA pertama itu terletak di ujung Jalan Ronggowarsito (dulu bernama Spoorlaan atau jalan sepur).


[caption id="attachment_358602" align="aligncenter" width="275" caption="dok. Tjahjono Rahardjo/KIT"]

14278975292126648883
14278975292126648883
[/caption]

  • Hasil penelitian arkeologi yang dilakukan kemudian oleh Pusat Arkeologi Nasional - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan metode Tekskavasi (ekskavasi melalui teks dan peta) juga menguatkan temuan tim IRPS tersebut.


Stasiun Samarang tempo dulu

Stasiun Samarang ini dibangun pada 17 Juni 1864 oleh Nederlandsch_Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pembangunannya ditandai dengan pencangkulan pertama oleh Gubernur Jendral Baron Sloet van de Beele. Adapun pembangunan jalur itu melalui besluit nomor 1 tahun 1862, sementara pembebasan tanahnya berdasarkan staatsblad nomor 135 tahun 1865 yang diperbarui lagi dengan staatsblad nomor 132 tahun 1866.

Stasiun Samarang adalah stasiun ujung (terminus, kopstation) berbentuk U. Kompleks Stasiun Samarang awalnya memiliki 5 bangunan penting, meliputi personen station (stasiun penumpang), goederen-station (stasiun barang), vaart van het station (stasiun kanal), werkplaatsen (bengkel atau balai yasa), dan station chef (rumah dinas kepala stasiun).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN