Purnama Tambunan
Purnama Tambunan profesional

"Hidup itu bak menaiki sepeda. Sepeda harus terus bergerak untuk menjaganya tetap seimbang." (A. Einstein)

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Ini Beberapa Aturan Baru Turnamen Bulu Tangkis 2018

3 Desember 2017   13:38 Diperbarui: 3 Desember 2017   13:48 2484 1 1
Ini Beberapa Aturan Baru Turnamen Bulu Tangkis 2018
Screenshot dari https://bwfcorporate.com


Badan bulu tangkis dunia, Badminton World Federation (BWF) telah mengumumkan perubahan struktur turnamen periode 2018-2021 pada bulan Maret lalu (berita lengkapnya di sini). Sandingan struktur turnamen lama vs baru dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Sandingan struktur turnamaen lama vs baru (dokumen pribadi, sumber data: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 1. Sandingan struktur turnamaen lama vs baru (dokumen pribadi, sumber data: https://bwfcorporate.com/)

Seiring dengan perubahan struktur tersebut, BWF pun melakukan perubahan beberapa peraturan turnamen. Perubahan ini berlaku per 1 Januari tahun depan. Perubahan tersebut di antaranya pada struktur poin untuk perhitungan peringkat dunia, aturan teknis partisipasi atlet pada suatu turnamen, dan hadiah uang dari sebuah turnamen.


Poin peringkat dunia

Perubahan struktur turnamen berdampak pada perubahan struktur poin yang dapat diperoleh pebulu tangkis, sekaligus yang digunakan untuk menentukan peringkat dunia. Semula terdapat 8 jenjang poin (gambar 2), namun mulai tahun depan terdapat 9 jenjang poin (gambar 3).

Gambar 2. Tabel poin turnamen perorangan, 8 jenjang (sumber: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 2. Tabel poin turnamen perorangan, 8 jenjang (sumber: https://bwfcorporate.com/)

Gambar 3. Tabel poin turnamen perorangan, 9 jenjang, berlaku per 1 Januari 2018 (sumber: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 3. Tabel poin turnamen perorangan, 9 jenjang, berlaku per 1 Januari 2018 (sumber: https://bwfcorporate.com/)

Sebelumnya, juara olimpiade atau juara dunia meraih 12.000 poin. Tahun depan, juara akan meraih 13.000 poin. Juara Superseries Final dan All England, yang sebelumnya meraih 11.000 poin, tahun depan akan meraih 12.000 poin.


BWF World Tour

BWF World Tour merupakan kompetisi individual grade 2 bagi pebulu tangkis tunggal maupun ganda, terdiri dari 6 level turnamen. Jika ditarik ke struktur turnamen lama, BWF World Tour ini sepadan dengan rangkaian turnamen dari level Grand Prix hingga Superseries Final.

BWF mengubah sejumlah aturan terkait turnamen, di antaranya: pertama, sebelumnya, turnamen kategori superseries maksimal diikuti oleh 44 pebulu tangkis dan pertandingan dimulai dengan putaran kualifikasi. Namun, tahun depan, turnamen level 2 dan 3 "hanya" diikuti oleh 32 pebulu tangkis dan langsung memainkan babak utama.

Jadi, pada turnamen level ini tidak ada putaran kualifikasi. Pada penyelenggaraan normal turnamen level superseries, babak kualifikasi dimulai pada hari Selasa. Namun, pada turnamen level 2 dan 3 nanti, babak utama putaran pertama dimainkan mulai hari Selasa. Sisa pertandingan putaran pertama dimainkan pada hari Rabu. BWF tetap mendesain pertandingan sedemikian rupa sehingga putaran final tetap dilakukan pada hari Minggu.

Kedua, pada peraturan lama, pebulu tangkis di peringkat 10 besar di semua sektor wajib ambil bagian di semua turnamen superseries premier dan ambil bagian minimal pada 4 turnamen superseries. Hal yang sama juga berlaku pada pebulu tangkis lainnya yang masuk peringkat 10 besar di periode berikutnya. Namun, pebulu tangkis ini wajib ambil bagian minimal pada 3 turnamen superseries.

Pada peraturan baru, pebulu tangkis di peringkat 15 besar sektor tunggal dan 10 besar sektor ganda (pada minggu setelah turnamen BWF World Tour Final usai dan sebelum dimulai turnamen yang masuk dalam kalender BWF) wajib mengikuti turnamen level 1, semua turamen level 2 dan 3, dan minimal 4 turnamen level 4. Pebulu tangkis lainnya yang ada di peringkat 15 besar sektor tunggal dan 10 besar sektor ganda (pada Kamis pertama bulan Juli sebelum dimulai turnamen yang masuk dalam kalender BWF) wajib mengikuti turnamen turnamen level 1, turamen level 2 dan 3 yang tersisa, dan minimal 3 turnamen level 4.


Hadiah uang

Tidak klop rasanya jika BWF mengubah struktur turnamen tanpa mengubah hadiah uang yang berhak didapatkan pebulu tangkis. Tahun depan, hadiah uang dipastikan meningkat. Bahkan untuk beberapa tahun setelahnya, BWF sudah menentukan kenaikan hadiah uang pada turnamen grade 2 (lihat kembali gambar 1). 

Perubahan signifikan terjadi pada ketentuan di titik mana pebulu tangkis berhak membawa pulang hadiah. Sebelumnya, pebulu tangkis berhak mendapatkan hadiah jika setidaknya melaju ke babak 16 besar pada sebuah turnamen dengan persentase hadiah seperti pada gambar 4. Namun, tahun depan, untuk turnamen grade 2 level 2 dan 3, pebulu tangkis yang terhenti di babak 32 besar juga berhak mendapatkan hadiah dengan persentase seperti pada gambar 5. Dengan demikian, semua pebulu tangkis yang ambil bagian pada turnamen grade 2 level 2 dan 3 berhak membawa pulang hadiah.

Gambar 4 (sumber: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 4 (sumber: https://bwfcorporate.com/)

Gambar 5 (sumber: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 5 (sumber: https://bwfcorporate.com/)

Dari semua level turnamen grade 2, level 2 dan 3 bisa dikatakan merupakan turnamen elit di bawah level 1, karena semakin selektif dalam menentukan pebulu tangkis yang dapat ambil bagian. Setidaknya, pebulu tangkis harus berada di peringkat 32 besar. Rasanya sangat pantas jika pebulu tangkis yang kalah di babak pertama juga mendapatkan apresiasi dalam bentuk hadiah.

Jika diamati, persentase hadiah uang sebetulnya menurun jika dibandingkan aturan sebelumya. Namun, dengan kenaikan hadiah pada turnamen tahun depan, hadiah yang diterima tetap lebih besar.

Untuk turnamen grade 2 level 4 s.d. 6, persentase hadiah uang yang didapatkan tampak pada gambar 6. Pebulu tangkis setidaknya harus melaju ke babak 16 besar jika ingin mendapatkan hadiah uang.

Gambar 6 (sumber: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 6 (sumber: https://bwfcorporate.com/)

Untuk turnamen BWF World Tour Final, persentase hadiah uang tidak mengalami perubahan (gambar 7).

Gambar 7 (sumber: https://bwfcorporate.com/)
Gambar 7 (sumber: https://bwfcorporate.com/)


Dari sejumlah aturan yang berubah, aturan mengenai World Tour Final belum dijelaskan secara rinci. Perubahan struktur turnamen seharusnya juga berdampak pada aturan turnamen Superseries Final (World Tour Final). Turnamen BWF World Tour terdiri dari 6 level turnamen. Tidak dijelaskan apakah semua poin dari level turnamen ini akan diperhitungkan untuk menentukan pebulu tangkis yang lolos ke World Tour Final atau hanya dari level yang setara dengan superseries (grade 2 level 2, 3, dan 4).

Di satu sisi, BWF menentukan kuota pebulu tangkis pada World Tour Final sebanyak 8 pebulu tangkis di setiap sektor. Namun di sisi lain, pada Player Commitment Regulations, BWF menetapkan pebulu tangkis di peringkat 15 besar (sektor tunggal) dan 10 besar (sektor ganda) untuk ambil bagian dalam turnamen grade 2 level 1 (World Tour Final). Mungkinkah akan ada perubahan format pertandingan World Tour Final tahun depan? Entahlah, kita tunggu saja.

Perubahan struktur dan aturan membuat persaingan bulu tangkis menjadi lebih ketat. Untuk dapat tampil di turnamen grade 2 level 2 dan 3, pebulu tangkis setidaknya harus berada di peringkat 32 besar. Jika ingin naik kelas, pebulu tangkis di luar peringkat 32 besar harus memaksimalkan capaiannya di turnamen level 4. Tantangannya: turnamen level 4 juga diikuti sejumlah pebulu tangkis top.

Khusus untuk sektor ganda, pebulutangkis di luar peringkat 32 besar dapat memanfaatkan notional pointuntuk terlibat pada turnamen level yang lebih tinggi. Itu berarti ganda di luar peringkat 32 besar harus dipecah dan ditandem dengan pebulu tangkis yang memiliki peringkat dunia yang relatif tinggi. Negara seperti China dan Korea Selatan sudah sering melakukannya, tentunya dengan perhitungan yang matang, untuk memberikan kesempatan bagi pebulu tangkis junior mencicipi persaingan yang lebih ketat atau untuk mencari "racikan" ganda yang lebih bagus.

Strategi yang sama juga dapat digunakan untuk turnamen level di bawahnya. Untuk sektor tertentu, rasanya Indonesia perlu mengadopsi ini. Hasil positif yang diraih ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu bisa dijadikan pertimbangan, khususnya untuk merombak ganda yang tidak berkembang. Berani?


03 Desember 2017


Sumber Informasi:

General Competition Regulations

BWF World Tour Regulations

World Ranking System

Player Commitment Regulations