Mohon tunggu...
Dokter Andri Psikiater
Dokter Andri Psikiater Mohon Tunggu... Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis. Lulus Dokter&Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society dan Academy of Psychosomatic Medicine sejak tahun 2010. Anggota dari American Psychosomatic Society dan satu-satunya psikiater Indonesia yang mendapatkan pengakuan Fellow of Academy of Psychosomatic Medicine dari Academy of Psychosomatic Medicine di USA. Dosen di FK UKRIDA dan praktek di Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang (Telp.021-29779999) . Twitter : @mbahndi

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

PSBB Tidak Efektif, Siapkah Kita Menuju "New Normal"?

24 Mei 2020   20:14 Diperbarui: 26 Mei 2020   17:44 658 13 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PSBB Tidak Efektif, Siapkah Kita Menuju "New Normal"?
Warga berbelanja kebutuhan lebaran di Pasar Klender, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pasar tradisional ramai dikunjungi warga meskipun dalam masa pandemi COVID-19, tanpa memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Sebenarnya kalau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu bisa sukses, maka seperti "Terapi Perilaku" pada umumnya dalam ilmu psikologi, akan tercipta suatu perilaku baru yang lebih baik daripada sebelumnya. 

Pada saat ini, perilaku yang berkaitan dengan bagaimana hidup di masa pandemi Covid-19. Sayangnya PSBB buat sebagian masyarakat kita sepertinya tidak berhasil! 

Lihat saja video-video dan berita yang tersebar terkait bagaimana masyarakat mengakali PSBB untuk mudik, berkerumun di keramaian, tidak takut desak-desakan di tempat umum, dan mengabaikan menggunakan masker yg benar. 

Punishment atau hukuman untuk pelanggar PSBB sepertinya tidak cukup manfaatnya. Ketidakpedulian mereka lebih dominan daripada kesadaran untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. 

ilustrasi belanja di pasar diolah dari sumber foto jaisalkot.com
ilustrasi belanja di pasar diolah dari sumber foto jaisalkot.com

Dalam Ilmu Psikiatri sebenarnya ketika Terapi Perilaku dilakukan dengan baik oleh pasien maka akhirnya akan tercipta perilaku baru yang lebih adaptif dengan kondisi pasien. 

Hal ini akan membuat kualitas hidup pasien sendiri akan meningkat. Walaupun kadang pada saat selesai terapi perilaku dilakukan, kognitif atau daya pikirnya belum paham benar mengapa perilakunya harus berubah, tapi perilaku baru yang lebih adaptif terhadap kondisi pasien sudah terjadi. 

Hal ini sebenarnya sama dengan PSBB ini. Anjuran dan segala macam larangan telah diterapkan, namun sebagian besar masyarakat tidak paham mengapa harus pakai masker, menjaga jarak, dan #dirumahaja. 

Mereka mungkin berpikir apa sebenarnya untungnya buat mereka dengan melakukan semua itu? Maka ketika dilonggarkan, semua aturan PSBB dilanggar! Artinya dalam hal ini PSBB bagi sebagian masyarakat telah gagal menjadi suatu proses Terapi Perilaku. 

Hal yang saya khawatirkan dan sepertinya akan terjadi adalah ketika terjadi relaksasi PSBB ini maka "New Normal" yang diharapkan oleh pemerintah tidak akan tercapai karena perilaku masyarakat belum berubah, apalagi kognitifnya berkaitan dengan pandemi. 

Mereka bisa lupa untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan lebih sering jika banyak memegang sesuatu. Mereka akan menganggap pandemi sudah berlalu dan kita kembali seperti semula. Padahal kalau melihat grafik penambahan kasus sendiri di Indonesia sepertinya belum mengalami stagnasi tetapi cenderung terus bertambah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x