Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kopi dan Legenda yang Menyertainya

27 Februari 2018   22:57 Diperbarui: 1 Maret 2018   13:59 939
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi (spacecostdaily.com)

Kopi adalah komoditi nomor dua yang paling banyak diperdagangkan di dunia hingga saat ini. Nomor satu adalah minyak. Bicara mengenai kopi, tentu tidak akan lengkap tanpa mengetahui sejarahnya. Dari mula pertama ditemukan, hingga perjalanan waktunya yang mampu mengubah dunia.

Darimana asal kopi dan siapa penemunya? Para ahli sejarah sepakat bahwa kopi pertama kali dikonsumsi di jazirah Arab dan Afrika. Namun tentang siapa yang pertama kali menemukan tanaman kopi dan mengubahnya menjadi minuman paling populer sejagat raya, ada dua legenda yang berlainan.

Omar dari Kota Mocha

Legenda pertama bermula ketika Sheikh Omar, penguasa kota Mocha di Yaman bersama pendukungnya diusir oleh musuh-musuhnya dari kota. Mereka terpaksa mundur jauh sampai ke sebuah padang pasir, hingga mereka mengira sudah tidak ada harapan hidup lagi. Tiba-tiba Sheikh Omar tersandung sebuah tanaman liar, dengan buah kecil berwarna merah cerah dan berpikir, "Sebentar lagi saya mungkin akan mati. Tak ada salahnya memakan buah aneh ini". 

Sheikh Omar kemudian memakan buah merah tersebut. Rasanya sangat pahit, dan karena ternyata buah itu tidak beracun, Sheikh Omar pun berpikir untuk memanggangnya supaya masih bisa dimakan. Rasa pahitnya memang berkurang, tapi buah itu sekarang menjadi keras dan sulit dikunyah.  Salah seorang anak buahnya kemudian mengusulkan untuk merebus buah yang sudah terpanggang tadi. Tetap saja buah itu tidak bisa dimakan.

 Tapi, mereka menemukan air rebusan berubah menjadi coklat dan beraroma harum. Sheikh Omar dan anak buahnya meminum air rebusan buah tadi, dan mereka merasakan ada semangat baru usai minum air rebusan buah liar tersebut. Merasa puas bangkit gairahnya, Sheikh Omar akhirnya berhasil kembali ke Mocha, dan kemudian menceritakan penemuan mereka tentang buah yang memberi energi.

Tentang tokoh bernama Omar ini pun juga terdapat dua versi. Selain versi Omar adalah penguasa kota Mocha, beberapa sumber mengatakan Omar adalah seorang tabib dan sufi dari kota Mocha. Oleh sebagian penduduk yang tidak senang dengannya, Omar kemudian diusir oleh penguasa kota. 

Dalam perjalanan pengusirannya, Omar berteduh di sebuah goa. Disanalah dia kemudian menemukan buah merah dari tumbuhan semak dan setelah membakar kemudian menyeduhnya, Omar seakan mendapat semangat baru. Dia pun kembali ke kota Mocha dan memperkenalkan ramuan ajaib penemuannya tersebut.

Kaldi si Penggembala Domba

Legenda kedua berumur jauh lebih tua dan lebih populer dikalangan sejarawan kopi. Bercerita tentang seorang penggembala domba bernama Kaldi, dari Abyssina, Ethiopia pada abad ke-9. Suatu hari, domba yang digembalakannya memakan buah berwarna merah dari tetumbuhan semak di sebuah tempat dekat biara. Usai memakan buah merah liar itu, domba yang digembalakannya tiba-tiba bersikap agresif. Kaldi kemudian menceritakan peristiwa tersebut pada seorang biksu setempat. 

Sang biksu, yang malam sebelumnya tertidur lelap berpikir bahwa dia harus mendapatkan buah itu supaya tidak mudah mengantuk dan tertidur terus. Setelah merebus biji buah merah dan meminumnya, mata sang biksu terasa segar dan dia pun tidak merasakan kantuk sama sekali. Sang Biksu pun menceritakan penemuan air rebusan buah merah tersebut pada rekan-rekannya.

Legenda yang kedua tersebut kemudian menjadi populer dan dianggap sebagai awal mula sejarah kopi. Karena beberapa manuskrip sejarah sebelum terjadinya peristiwa Sheikh Omar juga menceritakan tentang kopi. Ada Al Razi, dokter jenius dari Iran yang menuliskan tentang apa yang disebutnya "bunca" atau "bunchum". Dan menggambarkannya, "Panas dan kering, tapi baik untuk perut". Juga Avicenna atau Ibnu Sina, ilmuwan dan filsuf muslim dari Uzbekistan yang menggambarkan "bunchum" sebagai "...membentengi anggota, dan memberi bau yang sangat baik pada tubuh".

Etimologi Kopi

Selain perbedaan mengenai asal mula pertama ditemukannya kopi, para ahli kopi juga berbeda pendapat tentang asal mula penyebutan (etimologi) kopi. Satu versi mengatakan, nama kopi berasal dari kata Kaffa, sebuah provinsi di Yaman tempat legenda Kaldi berasal. Satu versi lagi menyatakan, kata kopi berasal dari kata Kahveh, artinya kedai kopi, atau Kiva Han, kedai kopi pertama di Konstantinopel (Turki) yang mulai dibuka tahun 1555. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun