Emanuel Pratomo
Emanuel Pratomo Meneropong

twitter: @prattemm88 mail: prattemm@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Muda highlight

Matematika Tuhan Tak Pernah Salah

13 Oktober 2017   10:17 Diperbarui: 13 Oktober 2017   11:25 2429 7 1
Matematika Tuhan Tak Pernah Salah
Dea Valencia Budiarto (Foto: Print.Kompas.com)

"Last but not Least. Matematika Tuhan tak pernah salah," ujar Dea Valencia Budiarto dalam akun Instagram pribadinya, ketika menerima sebuah apresiasi. Wirausahawan muda asal Semarang ini, membuktikan bahwa hitungan matematika dalam akal pikiran manusia tak sama dengan Sang Maha Pencipta. Seni berbagi yang telah ditanamkan sang ibundanya Ariyani Utoyo sejak kecil, mampu dipraktikkan secara berkesinambungan dalam menjalankan roda usaha Batik Kultur.

Keunikan usaha fesyen batik ini adalah begitu banyaknya warga disabilitas yang dipercaya sebagai operator produksi. Dea Valencia yang merupakan sarjana Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, merekrut mereka yang telah dianggap sebagai sampah terbuang oleh sebagian besar anggapan masyarakat.

"Masih banyak stigma negatif di masyarakat yang melihat warga disabilitas dari kekurangannya. Kita kesulitan untuk melihat kelebihan mereka," lanjut gadis berusia 23 tahun ini, dalam akun Instagram-nya.

(Ki-ka) Taryono, Andy Noya, Dea Valencia [Foto: Instagram @deaValencia]
(Ki-ka) Taryono, Andy Noya, Dea Valencia [Foto: Instagram @deaValencia]

Nyatanya warga disabilitas dapat diasah menjadi manusia mandiri, produktif dan percaya diri. Berpartner bersama BBRSBD Prof Dr Soeharso Surakarta, kini Batik Kultur telah memberdayakan 40 warga disabilitas dari total 85 karyawannya. Mereka merupakan pejuang hidup nan hebat, yang selama ini masih kurang diperhatikan. Mutiara-mutiara yang terpendam dalam lumpur, mampu diangkat dan diasah menjadi bernilai timggi.

Difabel karyawan Batik Kultur (Foto: Instagram @deaValencia)
Difabel karyawan Batik Kultur (Foto: Instagram @deaValencia)

Dea Valencia berdagang batik sejak usia 15 tahun, dengan desain sendiri yang mengadaptasi desain batik lawasan. Untuk fotomodel Batik Kultur, Dea sendiri yang melakoninya dengan wajah fotogenik dan innocent-nya. Pasar ekspor telah dirambahnya pula, namun belum dapat dalam kapasitas besar. Permintaan konsumen di tanah air saja terbilang sangat tinggi. Kini Batik Kultur tak hanya dikenal dengan batik saja, namun juga menyediakan produk tenun ikat yang khas Jepara.

Permintaan tinggi akan produk Batik Kultur yang tersimpan makna mendalam dari kegiatan produksinya, juga ditopang dengan kecerdikan Dea Valencia memanfaatlan media sosial Instagram dan Facebook sebagai media komunikasi pemasaraannya.


Foto: DanamonAward.org
Foto: DanamonAward.org

Inspirasi wirausahawan seperti Dea Valencia tentunya patut diapresiasi. Bank Danamon melalui kegiatan Danamon Entrepreneur Awards (DEA) 2017, akan memberikan apresiasi terbaik bagi individu pelaku wirausaha yang menginspirasi dan inovatif. Tak hanya telah menunjukkan prestasi kinerja, namun juga peduli kesejahteraan lingkungan sekitar sebagai perwujudan pemberdayaan masyarakat.

Danamon Entrepreneur Award yang telah berjalan selama sepuluh tahun ini, kini akan menambahkan kategori penghargaan dalam DEA 2017. Ketiga kategori itu adalah Small & Medium Enterprise (SME) Entrepreneur (Pengusaha Usaha Kecil Menengah), Social Entrepreneur (Pengusaha yang fokus kepada pemberdayaan masyarakat sekitar), dan Fintech Entrepreneur (Pengusaha di bidang teknologi keuangan).

Foto: DanamonAward.com
Foto: DanamonAward.com

Yuk rekomendasikan rekan, kerabat, keluarga, atau idola hati yang memang sangat pantas diganjar apresiasi. Wah sangat kebetulan sekali jika pelaku wirausaha sendiri yang berminat untuk tetap pegang kendali mewujudkan kesejahteraan bersama.

Masa pendaftaran nominasi yang telah dibuka sejak 22 September, akan berakhir pada 15 Oktober 2017. Masih ada dua hari lagi lho, Yuk segera nominasikan Danamon Entrepreneur Award 2017 dan Saatnya Pegang Kendali!