Mohon tunggu...
Prama Ramadani Putranto
Prama Ramadani Putranto Mohon Tunggu... Guru - Menebar Kebaikan dan Energi Positif

Menebar Kebaikan dan Energi Positif

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Antara Hugo Lloris, Steve Mandanda, dan Mike Maignan

17 Juni 2021   15:30 Diperbarui: 17 Juni 2021   16:22 611
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jika Rotasi Pemain Harus Terjadi, Mike Maignan di Bawah Mistar Gawang Dapat Menjadi Andalan - Sumber: bola.kompas.com

"Penampilan impresif Mike Maigna ketika membela Lille dan berhasil mengantarkan Liller menjadi juara Liga Prancis, apakah mampu mengusik hati Didier Deschamps sehingga diberi kepercayaan menjadi starter dalam setiap pertandingan yang dihadapi dalam gelaran Euro 2020?"

Jika melihat dari usia, Mike Maignan merupakan yang termuda. Pria kelahiran Cayenne, Guyana, Prancis ini baru berusia 25 tahun. Sedangkan Hugo Lloris 34 tahun, dan Steve Mandanda 36 tahun. 

Memang jika ditilik dari segi usia Mike Maignan merupakan pemain junior yang jelas kalah pengalaman dibandingkan dengan dua seniornya. Hugo Lloris dan Steve Mandanda merupakan pemain yang tergabung dalam skuat timnas Prancis kala menjuarai piala dunia 2018. 

Bisa dikatakan keduanya merupakan pemain yang berpengalaman matang. Terlebih lagi Hugo Lloris yang selalu menjadi pilihan utama ketika itu. Lalu akankah Didier Deschamps akan memberikan kepercayaan kepada Mike Maignan untuk mengisi starting line up dalam gelaran Euro 2020? Ataukah hanya sebagai penghuni bangku cadangan saja?

Ketatnya Persaingan di Grup F 

Jika melihat ketatnya persaingan di grup F, dimana Prancis tergabung di dalamnya bersama Portugal, Jerman, dan Hongaria. Sudah dapat dibayangkan betapa keras dan kompetitifnya pertandingan yang terjadi dalam grup F. Grup ini dapat dikatakan sebagai grup neraka. 

Bayang-bayang cedera pemain pun terus menghantui di semua lini. Tak terkecuali pada pos penjaga gawang. Gempuran bertubi-tubi jelas akan menjadi tantangan tersendiri terkait bagaimana kebugaran penjaga gawang. Pada pertandingan melawan Jerman saja dapat terlihat ketika lini pertahanan Prancis dibombardir oleh Jerman. 

Bicara ball possession, Prancis jelas kalah. Namun dewi fortuna masih berpihak pada Prancis yang mampu memenangkan pertandingan berkat gol bunuh diri pemain Jerman Matt Hummels. Hal ini menjadi persoalan penting, dikarenakan perjalanan Prancis masih panjang dan harus bertemu dengan tim-tim yang bukan sembarangan. 

Di fase grup saja masih harus berhadapan dengan juara bertahan, Portugal. Lalu sepertinya Hongaria pun tak bisa dianggap remeh. Kondisi pemain yang harus melakoni laga yang begitu ketat harus menjadi perhatian utama. Perlu merotasi pemain agar tetap dapat melakun pemulihan secara optimal dan terhindar dari cedera. Tak luput juga pada posisi penjaga gawang. 

Jika Rotasi Penjaga Gawang Benar Terjadi 

Fase grup yang dilalui Prancis sangatlah berat dan kompetitif. Bersaing dengan tim-tim berkualitas tinggi yang nyatanya mampu membuat kesulitan sehingga rasanya butuh solusi tepat agar kebugaran para pemain tetap terjaga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun