Mohon tunggu...
Ilham Maulana
Ilham Maulana Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis Lepas

Tech Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Jangan Lupa, Selain Covid-19 Masih Ada Penyakit Lain! Sosok Pahlawan Pembasmi Malaria di Purworejo

11 September 2021   12:32 Diperbarui: 11 September 2021   12:41 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Supriyanto, seorang pekerja malaria desa, sedang mengambil sampel darah untuk tes diagnostik cepat malaria. (Sumber: Dinkes Purworejo)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengadopsi ini dan mendukung peran petugas malaria desa melalui Peraturan Menteri No 41/2018 tentang deteksi dini dan pengobatan malaria di daerah khusus.

Sejak Purworejo dilaporkan bebas dari kasus malaria lokal (penularan lokal) pada tahun 2019 lalu, peran pekerja malaria desa dalam pengawasan migrasi menjadi semakin penting. 

Tugas mereka cukup berat, mereka perlu menyaring setiap orang yang berkunjung ke Purworejo untuk memastikan tidak ada yang membawa penyakit malaria dari luar dan memasukkannya kembali ke desa.

Kepala desa akan menginformasikan kepada petugas malaria apa bila ada warga yang pulang dari daerah endemis malaria, yang kemudian akan melakukan screening setiap orang menggunakan rapid diagnostic test. 

Jika orang tersebut terindikasi positif, petugas malaria desa akan merujuk mereka ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan. 

Dalam tiga hari, petugas malaria desa dan staf puskesmas akan melakukan pengambilan sampel darah massal untuk memeriksa apakah ada orang lain di desa yang terinfeksi.

"Kita harus memastikan semua kasus malaria dilaporkan dan ditangani dengan cepat," ucap Supriyanto, yang telah menjadi petugas malaria desa sejak tahun 2013.

"Jika orang dari daerah endemis malaria datang pada malam hari, kita tetap harus menjemputnya. diuji dan memastikan mereka tidur di bawah kelambu berinsektisida untuk menghentikan penyebaran malaria. Kita harus waspada, kita harus menangkap kasus malaria sebelum nyamuk menangkapnya." Lanjut Supriyanto.

Setiap bulan, petugas malaria desa berkumpul di Malaria Center, pusat koordinasi program pengendalian malaria yang dijalankan oleh Dinkes Purworejo, untuk mendapatkan pelatihan penyegaran yang disampaikan oleh Dinkes Purworejo, Balai Kesehatan dan Pengendalian Penyakit Lingkungan (BBTKLPP), serta puskesmas. 

Mereka semua dilatih mengidentifikasi nyamuk untuk surveilans vektor, mendiagnosis gejala malaria, memastikan pemberitahuan kasus dengan cepat, memahami pengobatan malaria terbaru, serta memastikan kepatuhan pengobatan pasien.

Menurut Widonarto, staf Dinkes Purworejo, petugas malaria desa kini jauh lebih terampil dan proaktif dalam mengidentifikasi serta mengisolasi kasus. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun