Posma Siahaan
Posma Siahaan internist

Bapak Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Rumah Sakit Dapat Gunakan Dana CSR untuk Pasien Miskin Gawat Darurat

13 September 2017   23:37 Diperbarui: 14 September 2017   18:35 1880 7 2
Rumah Sakit Dapat Gunakan Dana CSR untuk Pasien Miskin Gawat Darurat
Pasien gawat (dokumentasi pribadi)

Program CSR (Corporate Social Responsibility) adalah bentuk pertanggungjawaban perusahaan pada lingkungan tempat berdirinya perusahaan, masyarakat sekitar serta karyawannya sendiri dalam bentuk kegiatan yang bersifat sosial, pembenahan lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan karyawan.

Rumah sakit yang tadinya sebuah lembaga yang bersifat sosial dengan misi utama melayani orang yang membutuhkan pertolongan medis, mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan menjadi sebuah perusahaan yang harus memerhatikan kaidah-kaidah bisnis, yang antara lain harus mengurangi kerugian dan mendapatkan keuntungan. Ini sangat terasa di rumah sakit yang badan usahanya PT (perseroan terbatas), di mana ada pemegang saham di sana yang menantikan "deviden".

Dari berbagai berita di media sosial kami amati beberapa rumah sakit besar yang berbentuk PT memang menyalurkan CSR ini dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis ke masyarakat sekitar dan ada juga yang melayani beberapa operasi gratis seperti katarak dan bibir sumbing. Ini cukup baik untuk marketing rumah sakit-rumah sakit tersebut, karena bisa membuat masyarakat menerima kehadiran mereka.

Tetapi ada peluang yang lebih rasional di mana CSR yang disisihkan dari sebagian keuntungan rumah sakit dicadangkan untuk orang-orang miskin yang gawat darurat di rumah sakit tersebut. Misalnya sebuah rumah sakit memiliki jatah' CSR 500 juta rupiah satu tahun, sebaiknya untuk bakti sosial kesehatan dan operasi terencana yang tidak gawat darurat dialokasikan 200 juta rupiah saja, sedangkan 300 juta dicadangkan untuk mengobati pasien-pasien tidak mampu yang sangat gawat darurat di rumah sakit tersebut, berapa pun biayanya.

Bila Si Pasien tidak mampu ini sembuh dan mau pulang, bisa dimintakan pernyataannya bahwa dia digratiskan di sana dan biayanya dilaporkan ke dinas kesehatan setempat dan pemodal sebagai CSR. Syukur-syukur si pasien ini mau diwawancarai koran atau televisi bahwa dia ditolong tanpa ditarik biaya sepeser pun dan itu menjadi marketing yang luar biasa bagi rumah sakit.

Karena bagaimana pun CSR rumah sakit dapat mengembalikan misi utama rumah sakit sebagai penolong terutama pasien gawat darurat dan untuk kegiatan nongawat darurat sebaiknya dikurangi sepertiganya saja.

dari FB Kompal
dari FB Kompal