Mohon tunggu...
Saepiudin Syarif
Saepiudin Syarif Mohon Tunggu... Freelancer - Writer

Menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Menteri Promosi Diri: Curi Start Kampanye atau Sebab Kurang Populer?

13 November 2021   07:02 Diperbarui: 23 November 2021   04:16 667
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin berfoto bersama dengan enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju Jilid 2 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).  (ANTARA FOTO/LAILY RACHEV via kompas.com)

Presiden membolehkan menteri di kabinetnya untuk mulai mempromosikan diri bagi yang ingin ikut kontestasi di pemilu 2024 mendatang. Apakah ini langkah curi start kampanye yang dilegalkan? Biarkan itu menjadi tugas bawaslu dan pihak terkait yang menangani peraturannya.

Hal lain yang bisa dianalisa bisa disebabkan sosoknya masih kurang populer di kalangan masyarakat awam sedangkan dalam perpolitikan tanah air, kepopuleran masih memegang peranan penting dibanding kinerja atau sepak terjang calon.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya artis atau kalangan selebritis yang diburu masuk ke partai dan terjun ke politik untuk mendulang suara.

Menjadi terkenal bisa jadi impian banyak orang. Bukan tanpa sebab tentunya. Ia tidak berdiri sendiri, ada sesuatu dibaliknya.

Sesuatu yang mungkin disebabkan faktor ekonomi, kemudahan, kesenangan pribadi, atau hal lainnya.

Terkenal karena prestasi bisa dianggap sebagai jalan termulia dari menjadi terkenal. Terkenal karena sensasi masih dianggap ambigu oleh sebagian orang. 

Terlebih oleh sensasi negatif siap-siap tidak hanya mendapat cemooh tapi juga konsekuensi hukum jika dianggap --dilaporkan atau tidak dilaporkan tergantung delik hukumnya-- merugikan orang lain atau penyebab keonaran.

Mungkin sudah jadi sifat manusia dari dulu, terlebih saat ini di mana menjadi terkenal adalah sebuah prestasi, sebuah pengakuan sehingga akan membawa efek keuntungan lainnya.

Bila artis semakin terkenal akan semakin banyak tawaran, dengan logika produser akan mencari pemain yang dikenal penonton. Jika dikenal penonton diharapkan berpengaruh pada jumlah penonton sebab apabila film atau sinetronnya laku maka produser akan untung.

Bila jadi politisi terkenal maka kesempatan untuk menjadi pejabat publik lebih terbuka karena dianggap pemilih atau rakyat akan memilih orang yang dikenalnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun