Petrus Kanisius
Petrus Kanisius karyawan swasta

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Manfaat Pohon Beringin Tak Terkira, tapi Dapat "Mematikan"

21 Mei 2018   17:14 Diperbarui: 22 Mei 2018   00:16 2193 9 1
Manfaat Pohon Beringin Tak Terkira, tapi Dapat "Mematikan"
Rangkong badak atau rhinoceros hornbill (Buceros rhinoceros) sedang memakan buah Ficus stupenda. Foto dok. Tim Laman dan Yayasan Palung

Memiliki banyak manfaat bagi kehidupan tetapi ada juga yang bisa merenggut kehidupan. Tidak bisa dielakkan, tidak sedikit makhluk hidup terbantu dan bisa bertahan hidup karena tumbuhan ini. Lalu pertanyaannya, tumbuhan apakah itu?

Kebanyakan orang menyebutnya kayu ara, atau nama ilmiahnya disebut Ficus spp., disebut fig trees atau figs dalam bahasa Inggris. Di Indonesia banyak sekali penamaan untuk pohon ini. Selain kayu ara, ada yang menyebutnya pohon beringin, kayu are atau keraye di Kalimantan Barat, lebih khusus di Tanah Kayong (sebutan untuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara).

Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat bagi kehidupan mulai dari akar-akarnya bisa menampung air untuk mahluk hidup, hingga buahnya sebagai sumber pakan bagi burung enggang maupun jenis burung-burung kecil lainnya. Monyet dan orangutan juga gemar menyantap buahnya.

Selain makhluk hidup, manfaat pohon ini juga dirasakan oleh makhluk astral. Banyak mitos mengatakan bahwa pohon tersebut menjadi tempat bermukim favorit mereka.

Intinya, tanaman ini sangat berguna bagi seluruh mahluk ciptaan Tuhan. Jika pohonya telah tumbuh besar, maka fungsinya bagi lingkungan semakin banyak, seperti penopang tanah, penahan banjir, dan tahan longsor.

Pohon kayu ara Ficus racemosa atau cluster fig tree banyak tumbuh di pinggir-pinggir sungai. Karena letaknya dekat dengan air, jangan heran ketika berbuah, pohon kayu ara akan diserbu para satwa terutama burung-burung kecil, monyet, dan tupai. Namun khusus untuk orangutan dan burung enggang, mereka menyukai pohon ara berjenis Ficus stupenda

Ada pula tumbuhan pohon ara yang bisa dimakan oleh manusia, yang dikenal dengan nama pohon tin alias Ficus carica. Buahnya segar dan kering, kaya akan nutrisi seperti vitamin A dan C serta kaya akan omega 3 dan omega 6. Namun, pohon ini jarang sekali terdapat di Indonesia.

Buah tin yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Foto dok. manfaat
Buah tin yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Foto dok. manfaat

Ada pula tumbuhan pohon ara yang bisa mencekik atau membunuh tumbuhan lainnya (ara pencekik dan pembunuh). Jenis ara ini bahasa latinnya Ficus annulata blume, jenis kayu ara ini disebut juga sebagai tumbuhan menumpang pada tumbuhan lain. 

Di Kalimantan, tanaman ini disebut kayu ara susu. Setelah besar, pohon kayu ara tersebut mendoninasi tumbuhan yang ia tumpangi dan tumbuhan tersebut akan mati secara perlahan. Keganasan pohon ara juga mampu menghancurkan bangunan seperti kasus yang menimpa salah satu candi di Kamboja.

Kayu ara pembunuh. Foto dok. Fixabay
Kayu ara pembunuh. Foto dok. Fixabay

Di Indonesia, kayu ara tersebar di seluruh wilayah seperti di Kalimantan, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Papua. Tumbuhan ini masih sering dijumpai ketika kita ke hutan, pekarangan pondok ladang masyarakat, pekarangan rumah, taman sekolah, kadang juga terdapat di kantor-kantor instansi pemerintah ataupun swasta. Di Indonesia, bahkan ada salah satu partai yang berlambang pohon beringin.

Sebaran pohon kayu ara ada di wilayah Asia, Amerika, Amerika Selatan, dan Afrika. Untuk jenisnya kurang lebih 850 jenis. Besar harapan, pohon ara bisa lestari hingga nanti karena fungsi dan manfaatnya yang tak terkira bagi kebutuhan hidup makhluk.

Sumber atau bahan tulisan : Wikipedia, California Fig-s Advisory Boards, Almeidah dan sumber bacaan lainnya.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung