Mohon tunggu...
Petrus Kanisius
Petrus Kanisius Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Belajar menulis, suka membaca dan jalan-jalan ke hutan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Mengenal Empat Kera Besar yang Tersisa

8 Maret 2016   18:25 Diperbarui: 8 Maret 2016   18:59 0 1 1 Mohon Tunggu...

Capture cover majalah GREAT APES SURVIVAL. Foto dok. YP.

Di dunia, tercatat hanya ada empat kera besar yang tersisa atau masih bertahan hidup. Akan tetapi dari keempat kera besar tersebut keadaan populasi dan habitat hidup mereka berupa hutan semakin tahun semakin berkurang, bahkan dapat dikatakan mereka terancam di habitat hidupnya. Apa sajakah empat kera besar tersebut?.

Empat kera besar yang ada di dunia tersebut terdapat di dua benua; Afrika dan Asia. Kera besar tersebut adalah Gorilla, Simpanse, Bonobo yang mendiami benua Afrika. Sedangkan kera besar lainnya adalah orangutan, yang terdapat di Asia, lebih tetapnya di Indonesia (Pulau Sumatera dan Kalimantan). Tiga kera besar terbagi dalam beberapa subspesies, sedangkan bonobo hanya satu spesies saja.

Peta sebaran empat kera besar di dunia. Capture dari majalah GREAT APES SURVIVAL. Foto dok. YP.

1.      Gorila (Gorilla)

Gorila terbagi dalam beberapa spesies, ada empat subspesies gorila yang mendiami benua Afrika.

1.      Western Lowland Gorilla (sub spesies; Gorilla gorilla gorilla) yang mendiami wilayah dataran rendah bagian barat, seperti di Congo, Gabon, Kamerun, Angola, Republik Afrika Tengah dan Guniea.

Saat ini, populasi Western Lowland Gorilla kurang lebih 150.000 individu yang masih tersisa, daftar status konservasi, memasukan Western Lowland Gorilla dalam status critically endangered (terancam punah).

2.      Cross River Gorilla (sub spesies; Gorilla gorilla diehli) yang mendiami wilayah perbatasan sungai, di kenal suka menyebrang sungai. Wilayah asal hidup mereka dari Nigeria dan Kamerun. Saat ini, populasi Cross River Gorilla tercatat sekitar 250-300 individu yang tersisa dan memasukannya ke dalam daftar terancam punah.

3.      Mountain Gorilla (sub spesies; Gorilla beringei beringei). Adapun habitat hidup gorila gunung terdapat di Afrika seperti di Rwanda, Uganda dan Congo. Populasi gorila gunung yang tersisa sekitar 800 individu dan masuk dalam daftar terancam punah.

4.      Estern Lowland Gorilla (sub spesies; Gorilla beringei graueri) yang mendiami wilayah dataran rendah bagian timur. Saat ini, populasi dari Estern Lowland Gorilla sekitar 2.000-10.000 individu. Sedangkan starusnya masuk dalam status endangered (terancam).

Gorila termasuk primata (satwa) yang tergolong dalam jenis kera besar karena tidak memiliki ekor. Sumber makanan dari gorila adalah seperti sayur-sayuran, daun-daunan, bunga-bunga dan biji-bijian. Terkadang gorila memakan semut dan rayap sebagai makanan kesukaan. Gorila juga termasuk primata pemalu dan memiliki DNA mendekati manusia 97-98 %. Berat tubuh dari gorila 60-80 kg.  Gorila dapat hidup hingga 35 tahun, sepanjang hidupnya di alam liar. Sedangkan di kebun binatang dapat mencapai 50 tahun.

2.      Simpanse (Shimpanzee)

Sebelumnya simpanse disebut sebagai kera besar yang paling cerdas dengan tingkat kecerdasan 99%, namun kemudian hasil penelitian diralat dan ditetapkan simpanse memiliki tingkat kecerdasan hampir sama dengan gorila DNA 94 %. Berat tubuh dari simpanse adalah 70 kg. Sedangkan simpanse betina relatif lebih kecil. Simpanse dapat hidup dialam liar hingga usia 40 tahun.

Simpanse dapat menggunakan kedua tangan dan kakinya untuk memanjat pohon dengan cepat. Simpanse memiliki empat subspesies.

-          Western Shimpanzee (subspesies; Pan troglodytes verus) yang mendiami  wilayah bagian barat Afrika. Saat ini populasi yang tersisa 21.300 - 55.600 individu. Adapun wilayah sebaran seperti di:  Cote D’lvoire, Liberia, Mali, Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Ghana dan Guinea. Sedangkan status dari simpanse jenis ini masuk dalam daftar endangered (terancam).

-          Nigeria-Cameroon Shimpanzee (subspesies; Pan troglodytes ellioti) simpanse jenis ini terdapat di dua negara yaitu Nigeria dan Kamerun. Populasinya 3.500 - 9.000 individu, dan masuk dalam daftar terancam.

-          Central Shimpanzee (subspesies; Pan troglodytes troglodytes), adapun populasinya 70.000 - 116.500 dan masuk dalam daftar terancam. Habitat hidupnya di Angola, Kamerun, Republik Afrika, Congo, Guinea, dan Gabon.

-          Estern Shimpanzee (subspesies; Pan troglodytes schweinfurthii). Habitat hidup dari simpanse jenis ini hidup di hutan Afrika seperti di Congo, Republik Afrika, South Sudan, Tanzania, Uganda, Rwanda dan Burundi. Sedangkan populasi dari simpanse jenis ini  termasuk banyak tersisa, pupulasi  200.000 - 250.000 individu, daftar konservasi memasukan simpanse jenis ini dalam daftar terancam.

 

3.      Bonobo

Kera besar bernama bonobo dikenal memiliki rasa akrab dan saling menyayangi kelompoknya. Bonobo masuk dalam subspesies Pan paniscus.

 Jarang sekali bonobo membuat kekacauan di kelompoknya. Dalam hal makanan, selain buah-buahan hutan, bonobo juga dikenal sebagai pemburu binatang seperti kancil ataupun kijang di hutan. Demikian juga ketika berburu, hasil buruan mereka santap bersama.

Setiap makanan yang tersedia di area (wilayahnya) hampir dipastikan mereka berbagi makanan. Bila ada kegaduhan, biasanya bonobo jantan berebut pasangan. Tetapi setelah mereka kawin, situasi kondusif.

Populasi bonobo yang tersisa saat ini kurang lebih 50.000 di habitat hidup mereka. Status konservasi memasukan bonobo dalam daftar endangered (terancam). Bonobo hidup dihabitanya di wilayah Congo.

 

4.      Orangutan

Orangutan Kalimantan(Bornean Orangutan)  memiliki 3 subspesies

1.      Pongo pygmaeus pygmaeus

2.      Pongo Pygmaeus Wrumbii

3.      Pongo pygmaeus morio

 

Orangutan Kalimantan tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, kecuali Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Orangutan memiliki tiga sub spesies yaitu; Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo wrumbii yang sebarannya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan di Kalimantan Timur adalah Pongo pygmaeus morio. Sedangkan di luar wilayah Indonesia, orangutan terdapat di Malaysia yaitu di wilayah Sabah; Pongo pygmaeus morio dan di Sarawak; Pongo pygmaeus pygmaeus.

 

Orangutan Sumatera (Sumatran Orangutan) hanya memiliki satu spesies yang di sebut dengan Pongo abelli.

 

Apa yang menarik dari orangutan baca disini  

Sampai saat ini, empat kera besar yang tersisa populasinya kian terancam karena beberapa alasan seperti semakin menyempitnya habitat hidup mereka berupa hutan, masih maraknya perburuan dan perdagangan satwa menjadi alasan utama empat kera besar semakin sulit berkembang biak dan bertahan hidup Dari tahun 2011 hingga 2015, minimal 643 simpanse, 48 bonobo, 98 gorila Dan 1.019 orangutan didokumentasikan telah hilang dari alam liar, dalam laporan GRASP (Stolen Apes: The illicit  trade in  chimpanzee, bonobo, gorila and orangutans).

Semoga saja, empat kera besar (great apes) yang tersisa bisa terselamatkan dari ancaman nyata di habitat hidupnya dan tidak punah dengan adanya kesadaran serta kepedulian dari semua pihak. Semoga saja.

 Bahan bacaan dari tulisan ini terinspirasi dari; Laporan GRASP, UNEP dan un-grarsp.org tentang empat kera besar dan peta sebarannya serta ancamannya.

By: Petrus Kanisius ‘Pit’- Yayasan Palung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4