Mohon tunggu...
Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Mohon Tunggu... Lainnya - Abdi Negara Citizen Jurnalis

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer). Portal berita: publiksulsel.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Drama "Air Mata Argentina" di Nizhny Novgorod Stadium

22 Juni 2018   09:36 Diperbarui: 22 Juni 2018   09:46 655
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Nizhny Novgorod Stadium menjadi saksi bisu runtuhnya kejayaan Argentina dalam dunia sepakbola. Bermain melawan Kroasia, Runer Up Piala Dunia 2014 ini dilibas 0-3 tanpa balas pada laga kedua penyisihan grup D Piala Dunia 2018. Jum'at (22/6/2018).

Hasil ini mengamankan Kroasia melaju ke babak enam belas besar dan memperkecil peluang Albiceleste.

Sebuah hasil mengecewakan sekaligus memalukan. Negara mana yang tidak mengenal Argentina, berbagai pemain bintang besar lahir di Argentina, mulai era Maradona hingga Kun Aguero dan Messi bermunculan dari tim yang berjuluk Tango ini.

Tidak seperti bermain di klub Barcelona. Leonel Messi tampil begitu perkasa tanpa noda. Begitu membela Argentina, notabene negara kelahirannya, Messi malah bermain melempem, terkesan main "setengah hati".

Memasuki babak kedua, sebuah kesalahan fatal dilakukan Wilfredo Caballero, yang berbuah gol mudah pada menit ke-53. Kiper berkepala plontos tersebut bermaksud melakukan operan kepada Gabriel Mercado mampu dipotong Ante Rebic menggunakan tendangan voli yang membuahkan keunggulan bagi Kroasia. Skor berubah 0-1.

Memasuki menit ke 80, Argentina mengalami pukulan telak. Kroasia kembali menorehkan gol kedua lewat aksi pemain mungil milik Real Madrid, Luka Modric, sebelum melancarkan dentuman jarak jauh, pemain bernomor punggung 10 ini sedikit melakukan gocekan lalu mengarahkan bola ke sudut kiri gawang sehingga tidak mampu dihalau Cabalerro. Skor bertambah 0-2.

Albiceleste kembali mendapat petaka di masa injury time menit ke 90+1 lahir melalui kaki rekan satu tim Messi di Barcelona, Ivan Rakitic. Skema serangan balik mematikan Kroasia membenamkan asa Messi dan kawan-kawan melaju ke babak enam belas besar.

Sepakan Rakitic sebelumnya mampu ditepis Caballero, bola muntah berhasil diraih Mateo Kosavic lalu diteruskan ke Ivan Rakitic yang berdiri tidak terkawal diareal penalti Argentina. Rekan satu tim Messi di Barcelona itu dengan mudah mencetak gol tanpa mendapat tekanan berarti dari para pemain Argentina yang tampak sudah menyerah. Skor 3-0 untuk kemenangan Kroasia pun menjadi penutup drama "air mata" di  Nizhny Novgorod Stadium.

Unggul tiga gol tak membuat Kroasia menurunkan tempo, justru terus meneror pertahanan tim Tango yang terkenal keropos, berbagai cara dilakukan guna memenuhi ambisinya mengamankan poin lolos ke babak enam belas besar.

Kemenangan ini membuat Kroasia memimpin klasemen Grup D dengan poin 6, sementara Argentina terpaku di posisi ketiga dengan mengemas 1 poin.

"Hal ini mengindikasikan Messi itu milik Barcelona bukan milik Argentina". Berbeda dengan pesaing terdekatnya Cristiano Ronaldo (CR-7), bermain sepenuh hati, baik main di klub maupun membela negara kelahirannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun