Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Pegawai Negeri Sipil

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola

PSM Makassar Kalah, Suporter Berulah

7 November 2017   07:29 Diperbarui: 7 November 2017   09:16 2346 6 5
PSM Makassar Kalah, Suporter Berulah
PSM Makassar Kalah Supporter Berulah (sumber gambar: https://makassar.tribunnews.com)

Gojek traveloka Liga 1 pekan 33 tv one menayangkan laga seru paling ditunggu-tunggu publik Indonesia pada umumnya, khususnya warga Makassar. PSM Makassar tim tertua ini menjamu Bali United di Stadion Andi Mattalata, Senin (6/11/2017).

Pertandingan hidup mati ini menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Makassar yang merindukan tim kebanggaannya menuju puncak juara. Terbukti stadion keramat itu disesaki para penonton yang datang langsung, maupun nonton bareng melalui layar kaca.

Sejak awal babak pertama pertandingan berlangsung sengit, benturan kedua kubu pun tak terhindarkan. Pertandingan keduanya diwarnai pemain-pemain asing asal negara kincir angin Belanda. Kubu tua rumah dihuni Wiljam Pluim, Klok dan juru racik Rene Robert Albert. Dari serdadu Tridatu dihuni Bachdim, Lilipaly, Comvalius dan Nick Van Der Velden atau VDV.

Luar biasa dahsyat penampilan kedua kubu berebutan bola saling mengamankan area masing-masing dari kebobolan. Serangan demi serangan mereka terapkan demi mencetak peluang. upaya tak kenal lelah Juku Eja masih menemui kebuntuan.

Tendangan keras Klok menit ke 40 nyaris merobek jala Bali United, akan tetapi masih ditepis Wawan Hedrawan. Peristiwa tidak lazim mewarnai laga tersebut. Rekan satu tim Lilipaly terlibat "keributan" dengan Comvalius, entah apa penyebab keduanya bersitegang ditengah lapangan.

PSM lagi-lagi mendapat peluang gol lewat sundulan Ferdinand Sinaga, namun mampu diselamatkan kiper Bali United yang tampil gemilang. Hingga menutup paruh babak pertama usai, skor tetap sama kuat kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua tensi pertandingan tetap tinggi, selaku tuan rumah Juku Eja tak mau menyerah menciptakan angka kemenangan. Sebaliknya serdadu Tridatu tampil solid dengan Wawan Hendrawan palang pitu terakhir yang sulit dijebol Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan. Alih-alih memenangkan laga kadang justru tuan rumah dikejutkan serangan balik cepat trio belanda Comvalius, Bachdim dan Lilipaly yang dibabak pertama terlibat perselisihan. Keasyikan menyereang, kubu tuan rumah kebobolan satu gol paling menyakitkan, tepatnya menit ke 90+4 Comvalius melakukan solo run dan melepas operan dari sisi kanan ke jantung pertahanan PSM, tanpa ampun Lilipaly merobek jala gawang Rivki Mokodompit. 0-1 buat Bali United.

Usai gol semata wayang Lilipal, suporter PSM berbat ulah melempari batu, botol air minum mineral sampai bangku kearah pemain dan official Bali United, sigap regu keamanan mengevakuasi tim tamu agar tidak terjadi kerusuhan yang lebih parah. Atas hasil "menyakitkan" ini peluang PSM menjuarai Liga 1 tertutup rapat. Pintu terbuka lebar bagi Bali United menjuarai Gojek Traveloka Liga 1.

Ini hanya permainan, menang kalah itu biasa, kecewa boleh akan tetapi jangan sampai menciderai sportivitas sepakbola indonesia. Apabila terjadi ketidakpuasan penonton sedikit-sedikit rusuh, kapan majunya sepakbola Indoensia. Sebagaimana kita tahu 'Sepakbola itu olahraga pemersatu, bukan berseteru'

Makassar, 07 November 2017.