Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Ini Dia Penyebab Lagu Lathi Melanglang Buana

25 Juni 2020   20:26 Diperbarui: 26 Juni 2020   15:32 3446 68 21 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Dia Penyebab Lagu Lathi Melanglang Buana
gambar dari tangkap layar video klip Lathi di channel Weird Genius.

Menurut saya ini dia beberapa hal yang membuat lagu Lathi menjadi booming dan digemari banyak orang dari berbagai belahan dunia.

Perkawinan Dua Genre dan Dua Bahasa

Pada verse lagu, telinga kita langsung familiar dengan beat musik elektronik yang dipadukan dengan gamelan. Sampai pada chorus, pendengaran kita seperti di-twist dengan nada pentatonis gamelan khas lagu-lagu tradisional jawa, karena pola seperti ini cukup jarang kita dengar pada lagu-lagu dengan genre EDM. Walaupun ini perkawinan dua genre yang berbeda, hasilnya epik sekali.

Bukan hanya genre, liriknya pun terdiri dari dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Lirik dalam kedua bahasa tersebut dinyanyikan dengan flawless oleh Sara Fajira.

Ini adalah salah satu kekuatan lagu Lathi. Weird Genius sukses mengangkat budaya tanah air ke dalam lagu kontemporer dengan mulus. Jadi, walaupun mungkin baru mendengar langgam Jawa, para penggemar musik di luar Indonesia tetap dapat menikmati lagunya, bahkan bisa saja tertarik mengenal musik Indonesia lebih jauh.

Lirik lagu yang kuat 

Selain musik yang epik, lirik lagu Lathi pun meninggalkan pesan yang kuat bagi pendengarnya. Lagu ini secara keseluruhan berkisah tentang toxic relationship, sebuah tema yang memang cukup kompleks. Tapi tema ini sukses dijabarkan lewat lirik lagu yang simple tapi mendalam. Coba simak salah satu penggalan lagu ini.

Pushing through the countless pain And all I know this love is bless and curse (Meneruskan rasa sakit yang tidak terhitung dan yang kutahu cinta ini adalah berkah dan kutuk)

Begitu juga dengan lirik Jawa yang mengangkat falsafah hidup nenek moyang.

Kowe ra iso mlayu saka kesalahan, ajining diri ana ing lathi (kamu tidak bisa lari dari kesalahan, harga diri ada pada lidah/perkataan). Kata "lathi" sendiri berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti lidah atau perkataan.

Sara Fajira pun sukses menyanyikan lagu ini dengan penjiwaan yang kuat, sehingga spirit lagu sampai pada pendengarnya dengan baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x