Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

3 Srikandi yang Layak Dipertahankan di Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin

15 Juli 2019   20:13 Diperbarui: 17 Juli 2019   08:39 0 38 21 Mohon Tunggu...
3 Srikandi yang Layak Dipertahankan di Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terlihat memegang ponsel untuk berswafoto bersama Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.| Sumbr: Setkab.go.id

Beberapa waktu terakhir, Kompasiana ramai oleh artikel tentang usulan nama-nama calon menteri yang dipandang layak dan tepat mengisi kabinet pada pemerintahan mendatang. Usulan ini dibarengi oleh ulasan-ulasan berisi kelebihan mereka yang dapat menjadi referensi Jokowi-Ma'ruf Amin dalam mengambil keputusan mengenai nama-nama menteri nantinya.

Selain mencari sosok baru, tentu kita juga tidak boleh melupakan menteri-menteri yang sudah berkarya sebelumnya dan masih layak dipertahankan di dalam kabinet. Sama halnya dengan tim dalam manajemen sebuah perusahaan. Mereka yang telah menunjukan kinerja terbaik dan berprestasi, sudah layak untuk dipertahankan dan dipromosikan bila perlu.

Di antara menteri-menteri yang sudah berkarya pada Kabinet Kerja, saya akan memberi fokus pada tiga perempuan luar biasa yang sepak terjangnya sudah kita ketahui bersama. Kepiawaian ketiga perempuan ini memimpin dan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara membuat mereka layak diberi gelar Srikandi.

Siapa-siapa saja ketiga srikandi ini?

Mungkin sudah ada pembaca yang menduga-duga. Mari kita lihat satu per satu.

Retno Marsudi 
Sebelum menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda. Sebelumnya dia memang sudah berkiprah di Kementerian Luar Negeri sejak menyelesaikan pendidikan S2 Hukum Uni-Eropa di Belanda, jadi tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya dalam urusan diplomatik.

Retno Marsudi| Sumber: https://jateng.tribunnews.com
Retno Marsudi| Sumber: https://jateng.tribunnews.com
Menteri Retno terkenal dengan perhatiannya pada isu gender baik di tingkat regional maupun global sehingga pada tahun 2017 menerima penghargaan Agen Perubahan untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari badan urusan perempuan PBB, UN Women, di Markas PBB, New York, AS pada bulan September 2017.

Perempuan yang lahir di Semarang pada tanggal 27 November 1962 ini juga sangat aktif membantu Presiden Jokowi membangun kemitraan dengan negara-negara lain. Dalam membina hubungan bilateral, Retno mengedepankan pendekatan kekeluargaan tetapi tetap tegas dalam isu-isu statregis terutama menyangkut kepentingan Indonesia.

Salah satu pencapaian yang baik saat Retno memimpin Kementerian Luar Negeri adalah terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 oleh Majelis Umum PBB, sehingga Indonesia dapat memaksimalkan perannya menjaga perdamaian dan kedamaian dunia.

Sri Mulyani
Keputusan Pak Jokowi memboyong kembali Sri Mulyani ke Indonesia adalah pilihan yang tepat karena keberhasilannya mengurangi target defisit fiskal dari yang dikhawatirkan menembus angka 3 persen menjadi 2,5 persen dari PDB saat itu. 

Belum lama menjabat sebagai Menteri Keuangan, wanita kelahiran Bandar Lampung 56 tahun lalu itu langsung menggebrak dengan kebijakan Tax Amnesty yang realisasi tebusannya melebihi proyeksi Bank Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN