Cokie Sutrisno
Cokie Sutrisno Pewarta Barlingmascakeb

@csutrisnoid @karatenewsid

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Di Atambua, Para Emak-emak Ngantri Minta di Obati TNI

7 Desember 2018   15:36 Diperbarui: 7 Desember 2018   16:13 103 0 1
Di Atambua, Para Emak-emak Ngantri Minta di Obati TNI
dok.pribadi

Atambua-  Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 408 Subhrasta di bawah Dansatgas Mayor Inf Jony Eko Prasetiyo, S.IP melaksanakan pembinaan teritorial di sepanjang sektor timur batas negara antara RI dan RDTL. 

Operasi Militer Selain Perang ( OMSP ) yang di gelar ini selain menjaga batas negara juga melaksanakan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat terdepan Indonesia ini. 

Adapun kegiatan yang dilaksanakan mulai dari bidang peningkatan percepatan pembangunan insfrastruktur, pendidikan, peningkatan percepatan roda perekonomian, pendampingan pertanian maupun pelayanan kesehatan.

dok.pribadi
dok.pribadi
Di perbatasan sendiri masalah  kesehatan memang lumayan membutuhkan banyak tenaga medis karena tidak sedikit masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, adapun penyebabnya berfariasi mulai dari lingkungan yang belom memadahi kebersihanya, air yang kurang untuk mencukupi kebutuhan dan minimnya pengetahuan tentang kesehatan. 

Walaupun demikian tidak jarang warga yang enggan tuk berobat ketika sakit dikarenakan belom adanya kesadaran akan pentingnya sehat, melihat kondisi yang demikian dan belajar dari pengalaman maka Dansatgas menginstruksikan jajaran Danpos untuk menerjunkan anggota team kesehatan di posnya agar melayani masyarakat di sekitar Pos masing masing.

Tidak menunggu lama para Danpos beserta team medis yang ada di pos langsung terjun ke masyarakat, seperti yang terlihat pada Jum'at (07/12 2018) Danpos Salore beserta Praka Danang menyusuri pemukiman warga mulai dari yang terdekat dengan pos, adapun pola yang di pakai dor to dor sembari anjangsana untuk mempererat tali silaturahmi antar satgas yonif Raider 408/ SBH dengan masyarakat juga warga sekitar dapat pelayanan kesehatan secara gratis dari satgas. 

Ternyata setelah berjalan  tanggapan yang luar biasa dari masyarakat dengan adanya program pengobatan keliling olah anggota pos, seperti yang diungkapkan oleh Regina 60 tahun salah satu warga trans lokal di dusun Mudafea desa Tulakadi kecamatan Tasifeto Timur kabupaten Belu.

Kepada Danpos Salore Letnan Dua Inf Tugiyo nenek Regina mengatakan ,"Bapak Bot (sebutan untuk Danpos) beta ini so beberapa hari sakit cuman beta tahan saja barang mau barobat jauh baru tidak ada yang antar lai karena beta hidop sendiri untung bapak bot deng pak dokter datang kemari kalau seng tidak tau lai beta bagaimana ini bapak bot" ( saya sudah beberapa hari sakit cuman di tahan saja karena mau berobat jauh dan hidopnya sendiri, untung danpos dan dokter datang kalau gak dia gak tau bagaimana selanjutnya." Katanya dengan terbata bata dan penuh kepolosan.

Di Pos Salore sendiri ada dua orang tenaga medis yang siap untuk melayani kesehatan baik untuk anggota maupun masyarakat sekitar yang menjadi daerah binaan pos Salore. 

Selain nenek Regina, ada Bp Herry 55 tahun warga lainya yang mengatasnamakan warga sekitar menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh satgas Yonif 408 / SBH dikatakan olehnya bahwa masyarakat sangat menyambut baik dan terima kasih kepada orang Pos  dan diharapkan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena berdampak baik bagi warga sekitar karena selain pelayanan kesehatan juga diajarkan bagaimana tuk hidop sehat, pungkasnya.(*)