Mohon tunggu...
Husaini Algayoni
Husaini Algayoni Mohon Tunggu... Mahasiswa

"Membaca Apa Saja dan Menulis Apa yang Dirasakan"

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Novel Mahar Jingga: Pertarungan tentang Kesetiaan

21 November 2020   14:32 Diperbarui: 21 November 2020   14:44 57 11 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Novel Mahar Jingga: Pertarungan tentang Kesetiaan
amazon.com

     Husaini Algayoni

     Nizam ingin menikah lagi dengan Nadya, seorang penulis muda yang baru saja dikenalnya saat peluncuran buku yang ditulis Nizam sendiri, mendengar hasrat suaminya ingin menikah lagi Sabria meneteskan air mata seperti mata air yang mengalir dari dalam dan dari kejernihan.

     Bila niat Mas sudah bulat untuk menikah lagi, beri alasan yang lebih terukur? Kata Sabria kepada suaminya, kalau itu yang Dinda inginkan, baiklah kata suaminya. Dia mampu menggetarkan Mas di pandangan pertama, persis seperti getaran yang Mas rasakan saat bertemu Dinda waktu pertama kali dulu.

     Suatu hari Nizam termenung memikirkan pesan ibunya yang terus bermain-main di kepalanya,

"Zam, bagi laki-laki kesetiaan itu menjadi sesuatu yang membanggakan untuk istri dan anak-anaknya kelak. Sementara bagi perempuan, kesetiaan itu menjadi kehormatannya."

     Nizam bingung, apakah ibunya tahu apa yang sedang terjadi, ia tahu Sabria tak mungkin mengadukan hal ini kepada ibunya, apakah ini yang dimaksud dengan kontak batin seorang ibu dan anaknya dan yang semakin membingungkan Nizam adalah benarkah semua ini bermuara pada kesetiaan yang sudah dilanggarnya?.

     Memang bila dipikirkan lebih dalam, masalah kesetiaan yang telah dilanggar Nizam. Bila ia memilih untuk setia, ia tak akan memberi ruang untuk berkenalan dengan Nadya. Namun, apa mau dikata berada dalam dunia yang sama dan perkenalan keduanya pun bereaksi sangat cepat hingga muncullah pikiran Nizam untuk menikahi Nadya.

Beban yang paling ingin dihindari oleh kaum Hawa adalah saat suaminya memutuskan untuk menikah lagi. Namun, Nizam ingin tahu perasaan Sabria, sebagai istri dan sebagai wanita.

"Sebagai istri, aku pasti ingin aku saja yang bersemayam di hatimu. Tapi sebagai wanita, aku punya logika untuk berpikir. Silahkan jika Mas ingin menikah lagi, tapi ingat, akan ada konsekuensi besar yang menanti keputusan Mas dan itu bukan hanya menimpa Mas, tapi juga orang-orang di sekitar Mas."

Dalam batin Nizam, jawaban istrinya sangat cerdas, tidak egois, dan percaya diri. Dalam perjalanan kisah yang sangat rumit dialami Nizam bersama Sabria dan Nadya, tiba-tiba muncul sosok masa lalu yang pernah hadir dalam kehidupan Sabria dan Nadya. Tharik dalam kenangan Sabria dan Fikri pada sosok Nadya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x