Fiksi Islami

I'tibar Gurindam 12 Pasal pertama (I)

1 Juni 2018   16:38 Diperbarui: 6 Juni 2018   02:37 1054 0 0

Assalamualaikum wr wb

Dengan bismillah datang ke majlis

Berpakaian lawa nampaknye indah

Kalimat disusun untuk ditulis

Semoge banyak dapat faedah


Hendak saya banyak berkawan

Supaye dapat banyak kenalan

Harapan saya kepada pembaca budiman

Dapat meresap ape yang ade pade tulisan


Anak-anak bermain gasing

Ramai-ramai bersukaria

Supaya kita dapat bersaing

Membaca jadikan jendela dunia

Gurindam 12 secara sederhana memiliki arti sebagai sebuah puisi, sekumpulan syair yang diciptakam oleh Raja Ali Haji di pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Raja Ali Haji adalah cucu Raja Haji Fisabilillah. Ayah beliau, Raja Ahmad yang bergelar Engku Haji Tua, dikenal sebagal sosok intelektual muslim. Ibu beliau merupakan putri dari Kerajaan Selangor. Tak heran, sejak kecil ia telah mendapatkan pendidikan yang cukup. Kunjungan dari para tokoh dan ulama terkemuka saat itu ke Istana Kerajaan Riau-Lingga juga memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan beliau. Raja Ali Haji juga sempat belajar ke Batavia, Kairo, dan Mekah.

Selain dikenal dengan Raja Ali Haji, beliau mempunyai beberapa sebutan lainnya, diantaranya Raja Ali Al-hajj ibni, Raja Ahmad Al-Hajj ibni, Raja Haji Fisabilillah atau juga Engku Raja Ali ibni, juga Engku Haji Ahmad Riau, serta beberapa nama lainnya.

Raja Ali Haji salah seorang budayawan, sastrawan, ulama, dan ilmuwan Melayu yang sangat terkenal pada abad ke 19. Beliau dilahirkan di Pulau Penyengat pada tahun 1808 dan wafat pada 1873.

Sebagai seorang terpelajar dan sastrawan, beliau banyak menghasilkan karya bermutu. Puluhan karya sastra lahir dari tangan beliau, antara lain Gurindam Dua Belas, Bustanul Katibin, dan Syair Sultan Abdul Muluk. Karya-karya beliau banyak memukau para ahhi bahasa dari dalam dan luar Indonesia hingga kini.

Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan Bapak Bahasa Indonesia kepada Raja Ali Haji, tokoh utama perjuangan bahasa Melayu Kepulauan Riau. Anugerah itu diberikan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 089/TK/Tahun 2004,6 November 2004. Plakat Pahlawan Nasional untuk Raja Ali Haji diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono kepada perwakilan zuriat Raja Ali Haji yaitu Raja Ahmad (Raja Halim) bin Raja Mukhsin di Istana Negara, Jakarta, 11 November 2004.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4