Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Mahasiswa Menulis di Kompasiana, Bolehkah?

18 Oktober 2020   14:41 Diperbarui: 18 Oktober 2020   14:47 35 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa Menulis di Kompasiana, Bolehkah?
Ilustrasi ( dokpri)

Bagi mahasiswa Manajemen Informatika akan mendapatkan mapel tentang Ilmu komunikasi dan organisasi, sudah barang tentu ada beberapa skill yan harus dipunyai, salah satuny adalah kemampuan untuk menulis, membaca, mendengarkan, berbicara. Kemampuan ini agar bisa diasah maka harus ada penugasan bagi mereka untuk mengerjakan tugasnya, salah satunya adalah menulis artikel populer sebagai salah satu cara mengasah kemampuan teknik komunikasi yang didapatkan. 

Menulis di kompasiana membutuhkan kemampaun yang sangat serius, jika yang bersangkutan kemudian ingin mengetahui secara detail terkait skill menulis, bisa juga menulis artikel di website blogger. Prinsipnya di media manapun dipersilahkan, dan ini akan menjadi bekal mereka untuk menilai secara personal, apakah tulisannya banyak diminati pembaca, ataukah menjadi hal yang menarik pembaca dengan ulasan tulisannya. 

Disinilah mahasiswa mendapatkan banyak tantangan, seperti misalkan membuka lagi ilmu bahasa indonesia dari sisi tata bahasa, bagaimana merangkai kata demi kata, bagaimana belajar mempraktekkan kalimat baku, tanda titik, kutipan, maupun bagaimana mengedit suatu naskah menjadi enak dibaca khususnya bagi kalangan mahasiswa itu sendiri, juga bagi para pembaca yang lain.

Persentase penggunaan saluran komunikasi adalah sebagai berikut : - Menulis (writing): 9%, - Mendengarkan (listening): 45%, - Membaca (reading) : 16%, - Berbicara (speaking) : 30%. Ini artinya bahwa sebagai mahasiswa dituntut untuk selalu mencoba dan mencoba,agar nantinya menjadi sesuatu hal yang biasa. Terlebih lagi jika kemudian lambat laun menjadi hobinya untuk mengaktualisasikan pikiran dan kesempatan waktunya dan tenaga untuk menulis sebuah artikel. 

Kemampuan dalam mengolah kata, belajar referensi dengan membaca, termasuk bagaimana kemampuannya menulis akan semakin dilatih, secara tidak langsung sensitifitas terhadap gaya penulisan dan tata bahasa akan semakin meningkat, dampaknya akan memudahkan ketika menulis sebuah tugas akhirnya sebagai syarat jenjang kelulusan. 

Mahasiswa belajar di perpustakaan digital itu juga perlu, sehari one day one artikel yang terbaca, maka akan memberikan input yang baik, secara bertahap mereka akan terbiasa dan menjadi hal biasa, bukan sesuatu yang luar biasa. Multitalenta akan muncul dengan tantangan dari menulis, dan lambat laun akan merasakan sendiri alur gaya tulisannya, dan keinginan yang kuat untuk mengaktualisasi pikiran dan keinginan mendokumentasikan dalam sebuah karya buku dan ber ISBN. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x