bahrul ulum
bahrul ulum Kompasianer Brebes

" Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu "

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Vitamin A Kaya akan Manfaat untuk Balita dan Ibu Nifas

11 Agustus 2018   07:45 Diperbarui: 11 Agustus 2018   09:23 291 0 0
Vitamin A Kaya akan Manfaat untuk Balita dan Ibu Nifas
Vit A/ Doc Kemenkes RI

Bulan Agustus dan Februari setiap tahunnya dijadikan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bulan vitamin A. Seluruh tempat layanan dasar seperti posyandu menerima paket Vitamin A warna biru dan merah. 

Siapa Penerima paket Vit A yakni warna biru dengan dosis 100.000IU hanya diberikan untuk bayi usia 6-11 bulan. Sedangkan kapsul vitamin A merah dengan dosis 200.000 IU hanya diberikan untuk anak balita dan ibu nifas. 

Lewat pengeras suara masjid atau musgolla dikumandangkan pengumuman dengan inti pesan, Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, kepada seluruh warga dilingkungan RW. 01 Kelurahan Brebes Jawa Tengah, hari ini adalah jadwal posyandu dengan pemberian Vitamin A, dimohon bagi orangtua yang punya balita dan ibu nifas untuk datang ke posyandu, periksalah anak anda biar sehat ceria. 

Betapa luar biasanya negara hadir untuk menjamin generasi penerus bangsa, dengan pemberian vitamin A bagi penerima sasaran maka akan menjadikan generasi ke depan menjadi generasi yang sehat, cerdas dan ceria berakhlaqul karimah. 

Mengutip di hallosehat.com Salah satu vitamin yang sering terabaikan oleh warga di Indonesia adalah vitamin A. Vitamin ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, dan hanya bisa didapat lewat makanan. 

Vitamin A banyak ditemukan pada sayuran dan buah-buahan ini memegang peranan penting. Bukan hanya untuk kesehatan mata, vitamin ini juga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Bila kekurangan vitamin A maka 

1. Daya tahan tubuh menurun

Selain berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, tercukupinya vitamin A dalam tubuh juga berfungsi penting untuk menjaga dan bantu meningkatkan kekebalan tubuh. Ini bisa mengakibatkan gangguan pada kulit dan rambut, bahkan melemahnya sistem imun tubuh.

2. Gangguan pada penglihatan, bahkan kebutaan pada anak-anak

Ketika tubuh Anda kekurangan vitamin A, hal ini akan berdampak pada penglihatan Anda, contohnya seperti mata kering (xeropthalmia),

Anda juga harus tahu, bahwa kekurangan vitamin A adalah penyebab utama kebutaan yang sebetulnya dapat dicegah pada anak-anak di seluruh dunia. Diperkirakan, ada sekitar 200.000 sampai 500.000 anak di negara-negara berkembang yang menjadi buta setiap tahunnya karena kekurangan vitamin A. Sedangkan sebagian dari anak yang mengalami kebutan tersebut, meninggal dalam waktu setahun setelah kehilangan penglihatan mereka.

3. Mengganggu perkembangan janin pada ibu hamil

Selain anak-anak, ibu hamil pun menjadi golongan yang rentan mengalami kekurangan vitamin A. Risiko ini paling tinggi dialami saat trimester ketiga, di mana pertumbuhan janin berlangsung dengan pesat. Namun demikian, ini bukan berarti ibu hamil bisa seenaknya mengonsumsi suplemen vitamin A. Perlu diingat, bahwa konsumsi vitamin A yang sembarangan hingga berlebih justru dapat membahayakan janin.

Bahan baku vitamin A dibuat oleh tenaga ahli Indonesia yang membidangi ilmunya, dan aman dikonsumsi bagi penerima program. Kapsul vitamin A yang diberikan sebagai suplemen. Namun ingat bahwa vitamin A juga ada di banyak sayuran yang berwarna hijau. 

Konsumsi suplemen vitamin secara tidak tepat juga justru berdampak toksik bagi tubuh. Karena itu jika memungkikan, penuhi kebutuhan tubuh akan vitamin dari sumber-sumber alami, yakni sayur, buah, ikan, daging, telur, dan sebagainya.

Vitamin A terbukti bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian anak karena vitamin A berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sebanyak 190 juta anak usia 5 tahun ke bawah mengalami kekurangan vitamin A, bahkan WHO memperkirakan terdapat 250 juta anak pra-sekolah yang mengalami kekurangan vitamin A. 

Setiap tahun terdapat sekitar 250.000 -- 500.000 anak mengalami kebutaan dan separuh anak ini kemudian meninggal dalam jangka waktu 12 bulan akibat kekurangan vitamin A.