Mohon tunggu...
Pejuang Literasi
Pejuang Literasi Mohon Tunggu... Penulis Amatir

Lakukan yang terbaik untuk hasil terbaik. Gunakan cara tidak biasa untuk menjadi luar biasa.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kata Siapa Anak Sembilan Tahun Nggak Tahu Porno?

7 Februari 2020   18:13 Diperbarui: 7 Februari 2020   18:28 21 0 0 Mohon Tunggu...

Masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan. Bermain, berlari, tertawa, semua lepas tanpa beban. Sesekali wajar bila mereka nakal. "Toh, namanya juga anak-anak...", begitu katanya.

Namun, fakta mengatakan lain. Sebagian besar anak-anak usia SD sudah mengetahui sedikitnya tentang pornografi. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pemberitaan mengenai seks dan anak. Judulnya pun cukup mengerikan. Orang tuanya mungkin merasa marah, juga malu. Tapi, memang begitu adanya.

Penyebabnya...
1. Gadget (gawai)
Anak-anak saat ini mudah sekali menggunakan gadget. Bahkan, beberapa orang tua memfasilitasi dengan membelikan anaknya gadget. Tak heran, anak-anak zaman sekarang sudah punya akun media sosial dan artis youtube favorit.

Dibalik kebebasannya tersebut, anak dapat dengan mudah mengakses segala hal di internet. Hampir tidak semua gadget yang dimiliki anak memiliki fitur keamanan yang ketat. Peran orang tua sangat penting untuk senantiasa mengawasi dan membatasi anak menggunakan gadget.

2. Pergaulan
Masa anak-anak adalah masa-masanya bermain. Masa dimana mereka sangat senang bergaul dengan sebayanya. Nangis karena berantem atau bercanda sudah dianggap biasa. "Toh, namanya juga anak-anak...", begitu lagi katanya.

Kita sebagai orang tua tidak bisa membatasi pergaulan mereka. Apa yang mereka bicarakan selama bermain, tidak semuanya terdengar oleh orang tua. Maka, sudah sepatutnya anak-anak kita diberi pengertian akan kosakata baru yang mereka terima. Jangan sampai anak mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya diucapkan.

3. Orang tua yang sibuk
Kebutuhan hidup yang banyak mengharuskan beberapa orang tua bekerja, terutama ibu. Mereka menitipkan anak di sekolah terpadu agar pergaulannya terjaga. Namun, sekolah pun tidak dapat mengawasi seluruh murid sepenuhnya. Belum lagi orang tuanya 'berangkat pagi, pulang malam'. Sang anak dititipkan ke saudara atau tetangga terdekat dengan harapan agar anaknya tetap mendapat pengawas orang dewasa.

Kesibukan orang tua justru memberi kebebasan lebih luas bagi anak untuk melakukan berbagai hal. Anak dapat lebih mudah mendapat pengaruh negatif dari lingkungannya. Terlebih, jika orang tuanya memberikan fasilitas gadget. Bisa dikatakan, 'anak terbang bebas tanpa sehalai benangpun'.

Simpulan
Anak memiliki harapan besar untuk masa yang akan datang. Jangan sampai karena alasan sibuk, anak-anak dapat bergerak kelewat batas tanpa pengawas orang tua. Anak akan mampu menjaga dirinya dari hal-hal negatif, jika orang tua mampu berkomunikasi untuk nasehat dan nilai-nilai positif. Semoga anak-anak kita dijauhi dari pornografi, dan dapat menjadi anak yang dibanggakan kedua orang tuanya. Amiin.

VIDEO PILIHAN