Mohon tunggu...
Pebrianov
Pebrianov Mohon Tunggu... Arsitek - Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Portugal Susul Belanda Pulang Kampung

28 Juni 2021   04:35 Diperbarui: 28 Juni 2021   07:07 1358 22 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Portugal Susul Belanda Pulang Kampung
sumber gambar ; bola.net.com

Banyak pecinta sepakbola menyayangkan perjumpaan Portugal dengan Belgia di babak 16 besar.  Tapi apa mau dikata, sistem undian menyebabkan mereka harus bertemu, maka hasilnya adalah salah satu harus gugur dan pulang kampung.

Kali ini Portugal yang harus pulang kampung setelah kalah 0: 1 dari Belgia. Kekalahan ini tentu menyesakkan dada para pemain dan pendukungnya.

Sejatinya, babak puncak final adalah momen laga ideal bagi kedua tim tersebut. Keduanya tim elit dunia. Portugal merupakan juara Euro 2016. Sementara Belgia menempati ranking  1 Dunia. Kedua tim dipenuhi pemain-pemain berpengalaman dan berkualitas dunia. 

Bagi Portugal selaku juara Euro 2016 (periode lalu), gugur di babak 16 besar merupakan hasil buruk. Mereka dituntut mempertahankan gelar, apalagi 80 persen diperkuat pemain lama yang turut andil merebut gelar Euro 2016 tersebut. Secara mental mereka kuat.

Tapi tim Belgia yang dihadapinya bukan tim sembarang, melainkan tim ranking 1 dunia. Ini bisa dijadikan ruang permisif atas kekalahan. Mereka takluk dari tim yang peringkat dunianya di atas mereka. Belgia merupakan tim yang sedang "on fire" merebut Euro 2020.

Sebelumnya, salah satu tim elit Eropa yaitu Belanda juga dipastikan pulang kampung setelah kalah 0 ; 2 dari Rep. Ceko. Kekalahan Belanda jauh lebih "tidak bisa diterima dengan akal sehat".

Portugal menyusul Belanda pulang kampung. Namun bila diperbandingkan, Portugal bisa meninggalkan stadion dengan kepala tegak.

Republik Ceko Berikan Belanda Tiket Pulang Kampung

Fase knock out 16 besar memang sering menelan korban tim besar, favorit juara dan bahkan juara bertahan. Drama kepedihan tim unggulan seringkali terjadi di menit-menit akhir babak permainan.

Ini bukan soal kepantasan atau tidak seturut penilaian diatas kerta, melainkan tetap fokus, kesiapan tim di setiap laga, konsistensi pada taktik permainan, kehatian-hatian khususnya di zona sendiri, dan yang terakhir adalah keberuntungan. 

----

peb062021

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN