Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... biasa saja

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mendukung Ahok, Fahri Hamzah Kampanye Gelora?

19 November 2019   21:11 Diperbarui: 19 November 2019   21:18 0 15 6 Mohon Tunggu...

Di tengah hingar bingar penolakan Ahok dan isu karaoke AG dan banyaknya serikat pekerja yang menolak Ahok, Fahri Hamzah menyatakan dukungan. Hal yang wajar namanya politik, dalam konteks tertentu demikian meyerang seolah musuh yang tidak ada baik-baiknya, toh suatu saat dipuja dan dibela. Hal lumrah.

Masih ingat perilaku Fahri ketika berduet dengan Fadli dalam mendesak Ahok dengan segala kebijakannya di Jakarta. Apalagi partainya dulu juga demikian. Lagi-lagi wajar sebagai pelaku politik bersikap demikian.

Kini, dalam kondisi yang berbeda, dukungan yang yo lagi-lagi normal, wajar, dan tidak aneh juga. Mengapa?

Tidak ada pelanggaran hukum apapun. Rekam jejak Ahok juga tidak parah-parah amat, konteks menjadi pejabat BUMN. Malah cenderung pas dan cocok dengan reputasinya dalam menjaga kekayaan negara.

Semua syarat terpenuhi, tidak ada yang kurang,  soal masa lalu, pun banyak yang memiliki masa lalu yang identik toh biasa saja. Artinya bukan penghalang yang benar-benar mendasar. Persoalan persepsi, dan Fahri juga memiliki persepsi yang berlainan mengapa tidak.

Massa jauh lebih kuat melihat Ahok patut menduduki itu. Penolakan itu  tidak banyak, dan Fahri yang cerdik bermain tentu memilih bersama yang gede. Ia tentu berpikir mengenai partai barunya yang harus cerdik menempatkan kaki dan melangkah. Jangan sampai hanya menjadi penggembira karena ikut-ikutan arus yang tidak mendukung bagi partainya yang baru.

Saya pribadi tidak cukup respek dengan ideologi dan perilaku Fahri, namun dalam beberapa aspek, ia termasuk politikus yang konsisten dan bersikap dengan normal dibandingkan koleganya yang sering waton sulaya.

Nah ternyata kali ini pun ia bersikap yang sama. Tentu saja ini demi keberadaan partainya yang perlu banyak menebarkan citra baik dan positif, apapun yang bisa menjadi pupuk bagi Gelora tentu ia akan lakukan dan ambil.

Prinsip yang wajar, logis, dan normal bagi pelaku politik bersikap demikian. politik bukan hitam putih. Memainkan area abu-abu sehingga bisa melompat ke sana ke mari itu sebuah seni dalam berpolitik. Kondisi inilah yang sedang dimainkan Fahri.

Gelora perlu banyak kader, pengurus, dan juga jaringan yang luas. Fahri paham akan beririsan dengan PKS sebagai saudara tuanya. Dan ia paham betul bahwa ideologis taklid sangat tidak mudah untuk diubah dan dipengaruhi. Membangun persepsi publik jauh lebih penting untuk menjaring massa mengambang dari pihak lain, bukan PKS yang relatif lebih sulit.

Toh ia juga paham, kader, elit PKS banyak yang tidak nyaman dengan keberadaan partai mereka, kesempatan sekecil apapun akan dimainkan demi memperoleh simpati mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN