Mohon tunggu...
Parlin Pakpahan
Parlin Pakpahan Mohon Tunggu... Lainnya - Saya seorang pensiunan pemerintah yang masih aktif membaca dan menulis.

Keluarga saya tidak besar. Saya dan isteri dengan 4 orang anak yi 3 perempuan dan 1 lelaki. Kami terpencar di 2 kota yi Malang, Jawa timur dan Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Brigadir J, "Monster" Sambo, dan Sterilisasi Polri: Kado Besar HUT Proklamasi Ke-77

14 Agustus 2022   15:04 Diperbarui: 16 Agustus 2022   12:10 998
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jelang Proklamasi Ke-77 di Kota Depok (atas) dan di Kota Sukabumi (bawah). Foto : Parlin Pakpahan.

Mengapa Deolipa dipecat? Pengacara gondrong mirip rocker Slank yang tinggal di Depok ini boleh jadi telah melanggar rambu-rambu yang ditetapkan secara implisit oleh Bareskrim ketika menunjuknya sebagai kuasa hukum Bharada E. Kalaupun ia dipecat Bharada E, ya wajarlah. Jadi tak terlalu penting dalam lanjutan perkara Brigadir J. Toh sudah ada kuasa hukum pengganti yi Ronny Talapessy. Kita cukup mengapresiasi gugatan balik Deolipa yang katanya selama 5 hari kerja untuk negara ia harus diganti rugi sebesar Rp 15 trilyun, yi masing-masing untuk rakyat 3 trilyun, untuk wartawan 3 trilyun dst dan ia sendiri nol rupiah sajalah. Pokoknya 15 August saya akan ajukan gugatan perdata dan ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jkw) dan DPR-RI. Biasanya DPR-RI kan pegang uang. Saya pikir ini joking mantan aktivis. He He ..

Duet Jkw-Mahfud MD boleh dibilang luarbiasa. Presiden Jkw sudah keenam kalinya memotivasi Kapolri untuk bertindak tegak lurus demi NKRI dan Mahfud MD tak pernah berhenti untuk menjawab pertanyaan publik tentang kasus besar ini. Ia merespon tanpa beban. Itu hanya berarti Pak Mahfud tak berkorelasi samasekali dengan mafia terselubung di Kepolisian RI.

Jelang Proklamasi Ke-77 di Kota Depok (atas) dan di Kota Sukabumi (bawah). Foto : Parlin Pakpahan.
Jelang Proklamasi Ke-77 di Kota Depok (atas) dan di Kota Sukabumi (bawah). Foto : Parlin Pakpahan.

Salut buat Kapolri LSP (Listyo Sigit Prabowo) yang sejak menetapkan FS atau Monster Sambo sebagai tersangka utama. Ia kemudian mencopot dan menggeser kl 31 oknum kepolisian yang diduga adalah bagian dari Gangster Monster Sambo yang membantu pemulusan skenario awal kejahatan dan merusak TKP dll. Singkat kata nggak yang jenderal, nggak yang pamen setingkat AKBP, nggak yang bintara, ke-31 oknum jahat itu sudah disingkirkan dari nucleus penyidikan bareskrim sekarang.

Kapolri juga telah membubarkan Satgassus yang selama ini di bawah kendali Kadiv Propam, termasuk judi online yang dibackingi oknum-oknum Polri sudah diberangus semuanya. Satgassus yang dibentuk semasa Kapolri Tito Karnavian seharusnya memang bersifat sementara karena hanya dimaksud untuk memintas percepatan penyelesaian perkara yang bisa segera ditangani oleh Satgassus sesuai sikon darurat negara seperti aksi terorisme, perburuan bankir-bankir mafia dst. Karena tak selamanya atau tak mungkin dipermanenkan, maka pembubaran Satgassus belum lama ini adalah sebuah pencapaian luarbiasa dari seorang Kapolri LSP dalam rangka bersih-bersih dan konsolidasi lebih jauh di tubuh Kepolisian RI.

Salut buat Pak Mahfud MD yang tak pernah berhenti membangun wawasan merah putih dan keadilan di negeri ini. Saya kira Mahfud adalah salah satu murid terbaik dari salah satu guru bangsa ini yi Gus Dur (KH Abdurrachman Wachid).


Dan di atas segalanya selamat buat Presiden kita Joko Widodo yang juga adalah negarawan populis yang diakui dunia. Tanpa populisme dan kepedulian Mr President terhadap masalah keadilan di negeri ini, niscaya negara yang berpopulasi kl 275 juta ini bakal karam menjadi negara gagal sebagaimana Srilangka dan Argentina seperti yang kita lihat sekarang.

Saya pikir P-21 kasus Brigadir J ntah tgl 16 atau 17 August atau beberapa saat setelah itu. Itu tak lagi penting. Kasus Brigadir J, Sterilisasi dan Konsolidasi Polri dan gambaran apa siapa dan bagaimana Monster Sambo dalam pusaran kasus ini, pastinya itu adalah Kado Terbesar buat Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77.

Motif utama Monster Sambo sudah bisa dipastikan dilatarbelakangi cekcok rumahtangga yang membesar karena Ferdy Sambo yang dalam perjalanan waktu bermetamorfosis menjadi Monster Sambo telah menjauh dari PC yang dikhianatinya karena surplus kekuasaan, kebanjiran uang meski uang hitam dan kebanjiran perempuan yang menginginkan kenyamanan duniawi karena pesona kemahauangan sang Monster.

FS yang sudah dianggap sebagai anak oleh PC adalah satu-satunya detektif swasta PC untuk menguntit apa saja yang dilakukan sang Monster di luar sana. PC selaku permaisuri telah terdzolimi tak terkatakan lagi. Pertengkaran itu meledak di Magelang dari rangkaian pertengkaran sebelumnya. Brigadir J harus dibungkam selamanya. Sang Monster pun segera balik ke Jakarta dan sehari kemudian terjadilah pembunuhan berencana yang sangat keji itu. Perhatikan baik-baik : terdengar jeritan PC yang menyaksikan bagaimana ajudan kesayangan sekaligus sudah menjadi anak baginya itu dibantai luarbiasa keji oleh Monster Sambo.

Itulah saya pikir yang akan jadi acuan kita dalam persidangan kasus Brigadir J nanti. Kita berharap semua bukti di tangan kuasa hukum korban, semua bukti dari Bharada E selaku justice collaborator, semua bukti otopsi ulang, bukti forensik dan jejak digital yang berhasil dihimpun Bareskrim serta keterangan dari sejumlah saksi akan dapat mematahkan semua argumen jahat sang Monster Sambo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun