Mohon tunggu...
Pangan Publik
Pangan Publik Mohon Tunggu... Ilmuwan - Organisasi Komunitas

[Bersama Kebangkitan Swasembada Pangan] "Lebih dari keluarga dan saudara sedarah, kami membuka sharing dan keluh kesah"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

WFD Pangan Publik dan 50 Pemuda Daerah Kaji Kemerdekaan Pangan Negeri

18 Oktober 2021   21:58 Diperbarui: 18 Oktober 2021   22:51 24 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Doc. Pri PPI WFD 2021

Jakarta, 17 oktober 2021. WFD yang kependekkan dari world food day atau hari pangan sedunia menjadi hal menarik yang perlu diramaikan hingga diperingati setiap tahunnya diberbagai negara dunia, termasuk Indonesia. 

Apalagi peringatan ini menjadi hal yang harus dilakukan oleh mahasiswa pertanian terkhusus studi dalam cangkupan ilmu pangan dan gizi di perguruan tinggi. 

Peringatan Hari Pangan Sedunia ini berawal dari konferensi Food and Agriculture Organization (FAO) ke-20, pada November 1979 di Roma, Italia yang mencetuskan Resolusi No. 179 mengenai World Food Day. Resolusi itu disepakati 147 negara anggota FAO, termasuk Indonesia. 

Tanggal 16 Oktober dipilih untuk menandai berdirinya FAO pada tahun 1945. Dengan tujuan peringatan Hari Pangan Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional.

Maka organisasi pengurus pusat pangan publik Indonesia  mempunyai inisiatif melakukan diskusi untuk pemuda umum melalui Live Zoom diwaktu yang sama dengan peringatan hari pangan sedunia (WFD) 16 Oktober.  

Pelaksanaan FGD pangan publik 16 oktober berjalan dengan sukses walaupun sempat beberapa menit adanya gangguan koneksi internet. 

Pengurus pusat pangan publik mengundang M. Fahmi Idris dari alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai pembicara di Focus Group Discussion  spesial peringatan hari pangan sedunia 2021, dengan tema kegiatan "sudah sampai mana merdeka pangan negeri ??" yang bermaksud supaya kedepannya pemuda daerah dapat mengetahui secara lebih luas paham atas konsumsi pangan sehat dan bergizi secara garis lurus dengan umur kemerdekaan negeri. 

Pembicara menyampaikan bahan diskusinya menghabiskan waktu hampir 1 jam dengan 30 menit selanjutnya dihabiskan dengan tanya jawab peserta FGD. 

Peserta yang hadir FGD berasal dari berbagai disiplin studi ilmu, termasuk masyarakat yang memiliki umkm  ikut turut serta hadir berdiskusi. 

Kak fahmi dalam FGD WFD Pangan Publik 2021 ini menyampaikan beberapa poin yang dianggapnya penting dengan sub judul studi kritisi ketahanan pangan Indonesia, yang diantaranya seperti definisi ketahanan pangan, sejarah pangan Indonesia, sejarah kebijakan pangan Indonesia sejak 1952 hingga sekarang, program ketahanan pangan 2021, ketahanan pangan dan kemiskinan, kerangka perbandingan menakar kebijakan pangan jokowi dengan strategi SBY vs Jokowi turunkan kemiskinan, Profil kemiskinan di Indonesia maret 2021, Tawaran solusi untuk pertanian Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan