Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pecinta Tilawah

Selalu menanam harapan walau kemarau panjang.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Santailah di Medsos dan Seriuslah di Kehidupan Nyata

17 September 2019   23:20 Diperbarui: 20 September 2019   14:09 0 34 12 Mohon Tunggu...
Santailah di Medsos dan Seriuslah di Kehidupan Nyata
Ilustrasi penggunaan media sosial (Sumber: Mirror.co.uk)

Dunia maya tak seindah kehidupan nyata. Namanya saja maya, yang tertera dalam KBBI artinya hanya tampaknya ada tetapi nyatanya tidak ada, hanya ada dalam angan-angan, dan khayalan. Walau seperti itu adanya, beberapa orang tetap ingin memenuhi arti lain dari "maya", yaitu terang terus, bening, dan jernih.

Untuk memenuhi pengertian ini, tak semua orang berjalan dalam satu "gang". 

Gang yang mereka anggap dapat menembus jalan raya malah bertemu buntu di ujungnya. Dan gang yang dianggap kurang "eksis" malah bertemu terang pada muaranya. Kadang terbolak-balik, kadang pula tertumpah. Seperti itulah bentuk pisau Media Sosial.

Ada orang yang cenderung pasif di dunia nyata, namun begitu aktif di dunia medsos. Hari-hari dilewati dengan update status, like status, comment status, dan share meme.

Jika mereka mulai bosan, mulailah berganti foto profil setiap jam dengan memberinya efek-efek yang elok menurut kata hatinya.

Adapula orang yang cenderung aktif di dunia nyata, namun tidak aktif di dunia medsos. Mereka begitu sibuk dengan aktivitas kehidupan dan pekerjaan. Terang saja, dari mereka ditemui akun-akun Facebook yang tak ada "isi", Instagram yang tak ada follower, bahkan Twitter yang hanya nama profil saja.

Yang hebatnya, adapula orang yang begitu aktif di dunia nyata, namun aktif pula di dunia medsos. Di dunia nyata mereka sedang dinas, di dunia medsos juga dinas seolah-olah tampak benar-benar sedang dinas. Adapula yang di dunia nyata sedang tidur, namun share sedang dinas di dunia medsos. Uppps.

Jika kegiatan dunia nyata selaras dengan dunia medsos tak mengapa. Seperti para pedagang online yang sedang promosi dan berbagi testimoni. Seperti para pendakwah yang menyebarkan ilmu dan kebaikan. 

Bahkan seperti para penduduk bumi Kompasiana yang senantiasa berbagi tulisan. Lagi-lagi tak mengapa, bahkan ini sangat baik karena menebar manfaat.

Yang menjadi alarm bahaya dan peringatan dini adalah beberapa dari kita yang terlalu antusias dengan dunia medsos. Hingganya, bersikap sangat serius di medsos dan sedikit demi sedikit mulai antipati di dunia nyata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x