Mohon tunggu...
OtnasusidE
OtnasusidE Mohon Tunggu... Petani - Petani

Menyenangi Politik, Kebijakan Publik dan Kesehatan Masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Ada yang Melihat Kunang-kunang

15 April 2017   01:53 Diperbarui: 15 April 2017   11:00 376
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dua hari yang melelahkan. Dua hari yang menegangkan. Dua hari yang menguras fisik dan phisik. Dua hari 50 siswa siswa dan siswi terbaik dari seluruh daerah di Kabupaten Lahat beradu mengalahkan diri sendiri.

Dikatakan mengalahkan diri sendiri karena memang tidak ada pertandingan. Diri sendiri itulah yang diukur untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Capaian diri sendiri itulah yang dinilai.

Tes phisikologi dan kesehatan. Lari selama 12 menit bagi putra harus menembus minimal 2.000 meter. Putri menembus minimal 1.800 meter. Sit up, pushup, shuttlerun.

Parade untuk melihat postur tubuh. Pundak yang miring, tangan yang bengkok, kaki x atau kaki o, hampir dipastikan semuanya terlihat.

Satu hal mungkin yang terkadang tak disadari oleh para peserta adalah kalau pelatih yang menguji mereka adalah orang-orang yang sudah kenyang makan asam garam pelatihan. Kapten Inf. Efendi Simarmata misalnya, sebelum peserta lari putra mengetes dengan meminta peserta untuk melakukan beberapa gerakan.

Setelah peserta melakukan gerakan yang diminta. “Ada yang melihat kunang-kunang,” tanya sang Kapten. Serentak peserta lari menjawab, “tidak.” Apa lacur setelah lari ada peserta yang gentayangan. Untungnya pelatih dan tenaga kesehatan yang waspada ikut berlari mengejar si anak dan menangkapnya ketika akan terjatuh.

Seorang teman pun berkata. “Sudah ditanya oleh pelatih. Masih ngelawan. Masih dak jujur. Lihat kunang-kunang tidak. Eh dijawab tidak. Pelatih kok dilawan,” ujarnya. Teman lain pun sambil bercanda menjawab. “Benar jawaban anak-anak. Kalau siang hari tidak melihat kunang-kunang. Kunang-kunang adanya malam hari.” Hadewwww. Sudahlah itu pelajaran berharga bagi siswa itu sendiri.

Akhirnya setelah melakukan rapat. Setelah mengumpulkan semua penilaian mulai dari tes kesehatan, phisikologi,  Samapta A dan Samapta B akhirnya ditetapkanlah 36 peserta (18 putra dan 18 putri). “Ada enam peserta terbaik yang kita kirim untuk ikut seleksi di tingkat Provinsi Sumatra Selatan. Kita berharap dari dusun kito ini ado yang lolos ke tingkat nasional,” kata Kadispora Lahat, Sahabadi T.

Kepada para pelatih, Kapten Inf. Efendi Simarmata, Serma Sugianto, Bripka Farizal, dr. Arif dan seluruh tim pendukung sehingga seleksi ini dapat berjalan dengan baik disampaikan terimakasih. Pihak sekolah, SMU/SMK atau yang sederajat di seluruh Kabupaten Lahat, terimakasih karena telah membina anak-anaknya dengan baik.

Khusus untuk sekolah yang jauh dari ibu kota kabupaten, jangan pernah pesimis melatih anak-anak untuk ikut Paskibraka. Tim pemantau dan tim seleksi tidak pernah meninggalkan asas Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tentunya dengan tetap mengikuti standar Permenpora tentang Paskibraka.  

Kepada 36 peserta yang lolos selamat datang di Kawah Chandradimuka Lapangan MTQ Lahat. Bulan Agustus nanti, suhu di lapangan bisa mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Persiapkan diri kalian, fisik dan mental. Jangan lupa jaga kesehatan dan selalu berdoa untuk dirimu, keluargamu, bangsa ini dan NKRI.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun