Mohon tunggu...
Id.Djoen
Id.Djoen Mohon Tunggu... Wiraswasta - ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”

Anak Bangsa Yang Ikut Peduli Pada Ibu Pertiwi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kapan Ada UMG?

25 November 2021   20:25 Diperbarui: 25 November 2021   20:29 125 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pada hari ini kamis 25 November diperingati sebagai hari guru dibeberapa daerah terutama diinstitusi pendidikan memperingatinya tak ketinggalan lembaga yang menaunginya yaitu kementerian pendidikan juga memperingatinya. 

Bertepatan dengan tanggal 25 kamis ini juga beberapa daerah ada demo buruh dengan tuntutan kenaikan UMR/UMP. Demo buruh ini dilakukan hampir setiap jelang akhir tahun, tuntutan kenaikan upah dengan alasan bahan kebutuhan pokok semakin tahun semakin naik dan harus dikuti kenaikan upah agar kebutuhan hidup bruh terpenuhi.

Timbul satu pertanyaan dalam benak saya apakah petani, nelayan atau guru juga tak terpengaruh kenaikan kebutuhan pokok ? jawabnya semua orang terpengaruh baik dari yang bermatapencaharian buruh, PNS, petani, nelayan, pokoknya semua masyarakat.

Dari hasil search Google upah minimal buruh terendah adalah 1,7 juta, apakah pembaca tulisan ini tidak bertanya berapa gaji terendahh Guru ?. mungkin guru yang telah menjadi PNS gaji mereka tidak terpaut jauh dengan UMR/UMP para buruh, beda halnya dengan para guru honorer yang digaji sesuai jam mengajar atau dihitung perjam mengajar.

Dari info yang saya tahu guru-guru honorer yang mengajar di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) gaji atau honor mereka dibawah 1 juta rupiah. Terlebih lagi dengan guru-guru PAUD dan taman kanak-kanak (TK) gaji mereka dibawah 500 ribu rupiah.

Namun demikian tak terdengar berita demo dari para guru tersebut untuk menuntut kenaikan honor/gaji. Mereka dengan ikhlash menerima honor yang diterimanya, sementara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka bekerja mencari uang tambahan dari mulai berjualan, beternak, dan lain-lainnya.

Ahhh guru kan bekerja hari hanya dari jam 07.00 s/d 12.00 sedang para buruh bekerja dari jam 0700 s/d 16.00. pernyataan semacam ini sering tergiang ditelinga kita. Kalau para buruh bekerja dari pagi hingga sore terkadang bertambah jam kerja hingga malam, namun tambahan jam kerja tersebut diberi imbalan uang lembur. 

Bagaimana dengan para guru yang juga lembur saat malam mengoreksi dan menilai pekerjaan rumah yang diberikan pada murid-muridnya, mempersiapkan dan mempelajari materi yang akan diajarkan pada muridnya esok hari, tak ada uang lembur pada guru tersebut.

Pernyataan diatas tak relevan terlebih kalau dianggap bekerja hanya hari jika dihitung jumlah honor para guru honorer tak sebanding dengan UMR/UMP para buruh. Bukan maksud saya memojokkan para buruh dengan tuntutan kenaikan upah namun bisa jadikan cerminan bahwa memang para Guru adalah Pahlawan tanda jasa.

Buruh ada, dokter ada, menteri ada, presiden ada, direktur ada atau DPR yang kerjanya cuap-cuap dan duduk-duduk manis mereka semua jadi pintar karena guru. Akan tetapi kesejahteraan yang dinikmati para mantan muridnya tersebut tidak dinikmati para guru hingga detik ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan